Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 35


__ADS_3

Hampir seharian penuh mereka berdua bertemu rekan bisnis Reyhan yang ada di Brazil. Mulai dari di restoran hingga penginapan, semua sudah mereka datangi. Hingga tempat terakhir yang akan mereka tuju kali ini adalah salah satu pantai yang ada di Brazil. Begitu mobil berhenti, Alisa dengan cepat melangkah keluar dan seketika itu juga kedua matanya langsung terperangah hebat. Pemandangan disepanjang pantai indah yang baru ia datangi dipenuhi dengan wanita-wanita cantik yang hanya mengenakan bikini.


" Mereka benar-benar terlihat nyaman mengenakan pakaian minim bahan seperti itu "


Tak lama Alisa melirik ke arah Reyhan yang baru saja keluar dari dalam mobil. Pria itu tampak tenang dan santai meski beberapa wanita berpakaian minim itu ada yang secara terang-terangan menggodanya.


" Kau pasti suka melihat mereka, ya kan ? "


" Tentu saja. Itu artinya aku adalah pria normal" Jawab Reyhan dengan datar. Reyhan berjalan melewati Alisa dengan cepat.


Alisa menendang sedikit pasir yang dipijaknya


" Tentu saja, Itu artinya aku adalah pria normal " Cibir Alisa meniru ucapan pria itu.


Dengan kesal Alisa mengikuti Reyhan. Pria itu masih tetap dingin dan tidak banyak bicara. Mereka terus berjalan menyusuri pantai yang dipenuhi dengan banyak wanita-wanita cantik berpakaian seksi, alhasil kedua mata Alisa tidak berhenti memandangi sekaligus mencibir para wanita-wanita itu.


" Selamat datang Mister Reyhan Wijaya, saya tidak menyangka kita bisa bertemu kembali " Ujar pria bertubuh gemuk dengan banyak wanita seksi mengelilinginya. Pria itu berbicara pada Reyhan dengan mengunakan bahasa inggris. Alisa mengerutkan dahinya, ia memandangi naik turun pria gemuk yang merupakan rekan bisnis terakhir yang mereka temui di Brazil. Menurut pengamatan Alisa pria Brazil itu seperti bukan pria yang baik. Dia terlihat seperti seorang pria jahat yang hobi mengoleksi wanita-wanita nakal.


Begitu melihat Reyhan sudah duduk lebih dulu, Alisa langsung buru-buru mengambil kursi yang paling dekat dengan Reyhan. Entah kenapa sikap protektifnya tiba-tiba muncul ke permukaan saat melihat lingkungan yang mereka datangi kali ini. Ia tidak mau Reyhan terkontaminasi pergaulan liar disekitar pantai ini.


" Saya tidak pernah tahu jika anda juga membawa pasangan anda, Mister Reyhan " Pria Brazil gemuk itu terkekeh pelan. Alisa yang memang tidak mengerti bahasa inggris sama sekali hanya mengangguk saja.


" Ya, Mister Ronald. Dia adalah asisten pribadi saya. Namanya Alisa "


Alisa menoleh pada Reyhan ketika pria itu menyebutkan namanya.


" Aku memperkenalkan namamu padanya "


" Oh " Alisa mengangguk paham. Reyhan kembali menatap pria bernama Ronald yang sedang sibuk mengusap-ngusap punggung wanita berbikini yang tampak nyaman berbaring memeluk perut pria itu. Ronald masih menyesap minuman ditangannya yang Alisa tahu bahwa itu bukanlah air putih biasa. Reyhan tampak sabar menunggu pria di depannya bicara.


Tempat ini benar-benar tidak sehat sama sekali. Pria gemuk ini terlihat seperti seseorang yang jahat dan licik.


Gumam Alisa dalam hati. Namun Alisa tetap setia menunggu pembicaraan Reyhan dan pria bernama Ronald dengan pulpen dan kertas di tangannya.

__ADS_1


" Saya memang sangat tertarik dengan bisnis yang akan kita jalankan ini. Saya tahu bahwa anda adalah seorang pebisnis yang handal. Jadi, anda tidak perlu repot-repot menjelaskan semua keuntungan yang akan saya dapatkan jika saya berkerjasama dengan perusahaan anda, Mister Reyhan "


" Terima kasih atas pujian anda, Mister Ronald. Namun saya rasa, karena kami telah datang jauh-jauh dari Indonesia. Saya akan tetap menjelaskan semuanya pada anda. Agar nanti dikemudian hari jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, anda tidak akan menuntut lebih banyak "


Pria bernama Ronald itu tertawa keras. " Anda memang bisa diandalkan Mister Reyhan "


" Terima kasih " Balas Reyhan


Begitu Reyhan selesai menjelaskan semuanya pada Mister Ronald barulah mereka bisa beranjak dari tempat yang sedari tadi membuat Alisa menggerutu dalam hati.


" Mister Reyhan " Panggil pria bernama Ronald itu. Reyhan dan Alisa yang baru saja akan pergi menoleh bersamaan.


" Bagaimana jika kalian menginap saja di resort milik saya malam ini ? Pemandangan di pantai ini sangat memukau ketika malam ini. Anda tidak perlu membayar Mister Reyhan, ini sebagai hadiah kerjasama kita. Apa anda tertarik ? "


" Apa katanya ? " Bisik Alisa pada Reyhan.


" Dia menawarkan kita untuk menginap di resort miliknya " Beritahu Reyhan.


" Apa itu gratis ? "


Akhirnya Reyhan dan Alisa pun memutuskan untuk menginap malam ini di resort yang berada di tepi pantai Brazil. Malam harinya, Alisa dan Reyhan berjalan-jalan bersama menyusuri jembatan yang dibuat di tengah laut. Pemandangan malam hari du sekitar pantai benar-benar sangat memukau. Alisa benar-benar merasa seperti tersihir karenanya.


" Benar-benar indah " Gumam Alisa sambil memeluk tubuhnya sendiri. Meski ia sudah memakai sweater tebal nyatanya ia tetap merasa kedinginan. Angin laut di malam hari begini, memang sangat dingin.


" Kau menyukai tempat ini ? " Tanya Reyhan. Alisa mengangguk semangat.


" Aku sangat suka Rey. Tempat ini luar biasa sekali. Indah dan bersinar ketika malam tiba. " Alisa tersenyum lebar. Rambut-rambutnya beterbangan tak tentu arah karena angin malam. Reyhan terdiam sejenak di tempat. Ia tidak bisa mengalihkan kedua matanya dari wajah Alisa. Wanita itu benar-benar sangat cantik. Reyhan selalu gagal untuk menyingkirkan perasaan kecilnya ini. Perasaan yang perlahan-lahan mulai tumbuh kembali.


" Rey, itu apa? " Tunjuk Alisa pada seberkas cahaya yang bergerak di tengah laut jauh di depan mereka berdiri. Reyhan tersentak kaget, ia mengikuti arah jari telunjuk Alisa. Matanya menangkap cahaya terang dj depan sana.


" Oh, itu adalah kapal ikan milik nelayan " Jawab Reyhan.


" Di Brazil pun ada nelayan juga ? "

__ADS_1


" Tentu saja " Reyhan menggeleng sembari tersenyum kecil.


" Pasti gaji yang didapat nelayan disini sangat besar. Ya kan ? "


" Mana aku tahu " Jawab Reyhan dengan ketus. Alisa mencebikkan bibirnya melihat reaksi pria di depannya.


" Ketus sekali " Gerutu Alisa. Reyhan hanya memandangi Alisa lalu kemudian memalingkan tatapannya ke arah lain. Setelah itu suasana diantara mereka kembali sunyi. Alisa kembali melangkah pelan. Sedangkan Reyhan mengikutinya dari belakang.


" Kau sudah ingin kembali ke kamar ? " Tanya Reyhan dari belakang.


" Iya. Berlama-lama di luar sini aku bisa masuk angin. Angin pantainya kuat sekali "


" Selamat malam " Tiba-tiba seorang pria pelayan resort menyapa mereka berdua.


" Ya. Ada apa? " Reyhan menyahut dari belakang.


" Mister Ronald meminta kalian untuk bergabung di acara makan malam yang diadakan di tepi pantai ini" Ujar pelayan pria tersebut.


" Apa katanya Rey ? " Tanya Alisa yang selalu tidak paham dengan bahas inggris yang digunakan oleh semua orang yang ada di resort tersebut. Reyhan menghela nafas singkat, ia memandangi Alisa sebentar.


" Mister Ronald mengundang kita untuk ikut makan malam disini " Reyhan kembali menterjemahkan bahasa pelayan pria itu pada Alisa.


" Tunggu apa lagi Rey. Mumpung gratis " Alisa tersenyum lebar sembari menaik turunkan kedua alisnya. Reyhan hanya menggeleng pelan.


" Baiklah, kami akan bergabung. Beritahukan ini pada Mister Ronald "


" Baik tuan " Pria pelayan itu langsung pergi setelahnya.


" Ternyata pria bernama Ronald itu dermawan juga ya " Ujar Alisa sambil tersenyum lebar. Reyhan hanya menarik nafas panjang kemudian menggeleng. Lalu setelah Reyhan sudah lebih dulu berjalan mendahului Alisa.


" Kalau sudah gratisan dia yang paling di depan" Gerutu Reyhan sambil melangkah.


To be continued....

__ADS_1


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2