Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 24


__ADS_3

Alisa keluar dengan senyum puas di wajahnya. Ia tidak tahu kenapa ia harus merasa puas. Apa itu karena ia telah berhasil membuat wajah Reyhan memerah begitu, atau karena ia berhasil mengalahkan perasaan hatinya? Atau mungkin ia merasa senang karena dirinya berhasil membalas perbuatan pria itu yang telah menyakiti perasaannya karena meninggalkan dirinya begitu saja bahkan selama lima tahun lamanya.


" Semua aman ? " Tanya Mirna yang sudah menghampirinya dengan cepat.


" Aman " Alisa mengacungkan jempol kanannya.


" Ah, syukurlah " Mirna mengusap-ngusap dadanya dengan perlahan.


" Lalu, kau kenapa disuruh keluar juga ? "


" Oh, bos besar menyuruhku untuk membersihkan ruang kerjanya, Mir "


" Ya sudah, pergilah. Aku akan menunggu disini barangkali dia akan memanggilku kembali nanti " Ujar Mirna lalu kembali duduk. Alisa kemudian pergi dengan cepat menuju ruang kerja Reyhan.


Sebelum ke ruangan pria itu, ia singgah terlebih dulu untuk mengambil perlengkapan bersih-bersih dari ruangan OB. Setelah semua perlengkapan bersih-bersih itu berhasil ia bawa. Barulah ia mulai masuk ke dalam ruang kerja Reyhan yang luas dan mewah. Alisa mulai menyapu, mengepel lantai keramiknya, kemudian ia juga mengelap lemari kayu yang berisi banyak buku-buku penting.


" Foto yang indah " Gumam Alisa saat tangannya yang tengah mengelap berhenti pada foto Reyhan dan juga Juliet yang sedang menatap kamera dengan senyum bahagia mereka.


" Suatu hari nanti aku juga akan berfoto seperti ini dengan pria yang juga mencintaiku " Gumam Alisa lagi dengan penuh tekad. Ia meletakkan foto tersebut lalu lanjut mengelap. Ada banyak foto yang berjejer di atas lemari dan semua itu adalah foto Reyhan dan Juliet. Alisa hanya tersenyum kecut. Alisa kembali bekerja dengan cepat, membersihkan ruangan Reyhan agar nanti saat pria itu kembali dari rapat, ia sudah selesai membersihkan ruangan ini. Jadinya mereka tidak perlu bertemu atau berdua-duaan di dalam ruangan seperti tadi.


Selama lima belas menit ia membersihkan ruangan Reyhan hingga tak lama suara pintu dibuka berhasil membuatnya sedikit terkejut. Alisa membalikkan tubuhnya dengan cepat hingga jadi menghadap pintu masuk dan betapa terkejutnya ia saat wajah yang selalu membencinya terlihat. Ya, wanita paruh baya yang hampir seumuran dengan ibunya itu sudah berdiri diujung pintu dengan wajah yang tak kalah terkejutnya.


" Apa yang kau lakukan di dalam ruang kerja putraku hah ?! " Bentak wanita itu sembari melotot marah.


Ya, wanita itu adalah ibunya Reyhan. Wanita yang selama ini sering ia temui namun tidak pernah sekalipun mau menyapanya. Alisa pernah mencoba untuk meminta maaf dan menjabat tangan wanita itu, namun tidak pernah berhasil. Dan kali ini mereka harus bertemu kembali di tempat yang seharusnya tidak ia datangi. Perusahaan milik mantan tunangannya.


Alisa sempat merasa kelu untuk beberapa detik berlalu. Ia terlalu kaget karena harus bertemu dengan ibunya Reyhan dikantor pria itu.


" Apa kau tuli Alisa ! Kenapa kau ada disini ? " Bentak ibunya Reyhan. Wanita itu sudah melangkah maju dan mendekat ke arah Alisa. Namun Alisa, ia masih terdiam dan sibuk mengelola perasaannya saat ini.


" Beraninya kau datang kemari dan....." Ibu Reyhan menunduk sebentar. Memandangi kedua tangan Alisa yang masih memegang kain lap.


" Membersihkan ruang kerja putraku. Kau sudah gila hah ? Apa kau tidak malu Alisa ! "


Alisa menarik nafas dalam-dalam, ia merasakan kedua matanya langsung memanas. Ada cairan yang perlahan mulai merembes dan akan keluar dari kedua matanya.


" Aku bekerja disini bu " Jawab Alisa. Ia berusaha keras menahan tangis dan syukurlah ia berhasil melakukan hal tersebut.


" Kau bekerja di kantor putraku. Kau mencoba menggodanya lagi hah ? " Cecar ibu Reyhan dengan kedua matanya yang melotot marah.


" Aku tidak sedang menggodanya. Aku hanya bekerja disini. Jangan...."

__ADS_1


" Apa kau tidak bisa mencari tempat kerja lain hah?! " Potong ibunya Reyhan.


" Sebelumnya, aku memang tidak pernah tahu jika perusahaan ini adalah milik Reyhan. Namun setelah aku diterima disini aku baru mengetahuinya " Jelas Alisa. Wanita itu mendengus sinis, memalingkan wajahnya dari Alisa. Tapi hanya sebentar saja, karena ibunya Reyhan kembali menatapnya dengan sorot mata membenci.


" Dasar pembohong licik ! "


" Aku tidak bohong bu "


" Banyak alasan ! Kau sudah menyakiti putraku Alisa dan dengan santainya kau datang lagi, bekerja di kantornya dan memasuki ruang kerjanya. Kau memang wanita tidak tahu malu "


" Bu, apa yang ibu lakukan disini ? " Reyhan masuk dengan terburu-buru. Ia langsung mengunci pintu ruangannya dengan cepat agar tidak ada orang lain yang mendengar mereka.


Begitu ia selesai rapat tadi, Reyhan langsung melangkah menuju ruangannya. Namun ia tidak pernah menyangka jika dirinya akan mendengarkan bentakan ibunya didalam ruang kerjanya. Dan Reyhan langsung menyadari hal tersebut, ia pun berlari dengan cepat lalu masuk kedalam ruang kerjanya.


" Kau menerimanya bekerja disini Reyhan " Ibunya menunjuk wajah Alisa dengan marah.


" Tenang dulu bu. Reyhan bisa jelaskan ini semua "


" Tenang bagaimana hm. Kau membiarkan wanita yang telah mempermalukanmu berkerja dikantormu. Kau harusnya tidak pernah menerimanya Reyhan. "


" Bu...." Reyhan menatap ibunya dengan tatapan penuh permohonan.


" Dengarkan dulu apa yang ingin kusampaikan bu " Lanjut Reyhan.


" Baiklah " Reyhan memegangi kedua lengan ibunya. Ia melirik sekilas pada Alisa yang sepertinya sedang berusaha menahan tangis. Reyhan tidak tega melihat wanita itu.


" Kau ingin menyampaikan apa ? Katakan sekarang, atau ibu akan menyeret wanita ini keluar dari ruanganmu sekarang juga "


" Baiklah bu. Tenanglah dulu " Reyhan menarik lengan ibunya dengan lembut. Ia membawa ibunya untuk duduk disofa besar yang ada di dalam ruang kerjanya.


" Alisa " Panggil Reyhan.


" Iya pak " Sahut Alisa. Tangannya yang memegang kain lap masih tampak gemetar. Dan hal itu luput dari pandangan Reyhan.


Dia pasti sangat ketakutan. Maafkan aku Al


" Kau sudah boleh keluar "


" Baik pak " Alisa menunduk sebentar lalu kemudian melangkah keluar dari dalam ruang kerja Reyhan. Saat Alisa sudah keluar, barulah Reyhan menatap wajah ibunya.


" Kenapa ibu harus marah-marah seperti ini hm ?" Reyhan berujar dengan sangat lembut.

__ADS_1


" Ibu tidak suka melihatnya nak. Wanita itu sudah mempermalukanmu didepan orang banyak. Memangnya kau pernah melihat ibu membencinya sebelum kejadian itu ? "


" Tidak " Jawab Reyhan sembari tersenyum kecil.


" Andai dia tidak melakukan hal itu, dia sudah menjadi menantu ibu sayang. Tapi karena perbuatannya itu ibu jadi sangat membencinya "


Reyhan mengangguk pelan.


" Reyhan tahu bu. Tapi, ibu tidak seharusnya memarahinya hingga seperti tadi. Kejadian itu sudah berlalu sangat lama. Reyhan bahkan sudah bisa melupakan semua itu. Ibu bisa membuat semua orang dikantor ini melihat kalian berdua tadi. "


" Sayang. Maafkan ibu. Apa ibu membuat malu di kantormu ? "


" Hampir saja bu " Reyhan menghela nafas singkat.


" Habisnya ibu membencinya sayang. Ibu takut kau akan kembali lagi padanya "


" Tidak bu. Apa ibu lupa jika aku telah memiliki Juliet. Dia wanita yang akan aku nikahi " Ujar Reyhan. Entah kenapa ia merasa hatinya seperti diremas saat mengatakan hal ini.


" Syukurlah " Ibu Reyhan menarik tangan putranya. Ia kemudian mengusap lembut tangan Reyhan dengan begitu sayang.


" Maafkan ibu sayang. Ibu hampir saja mempermalukanmu "


" Sudahlah. Tidak apa-apa bu " Reyhan tersenyum lembut.


" Omong-omong kenapa ibu tiba-tiba datang kemari? " Tanya Reyhan lagi.


" Ibu ingin mengajakmu makan siang bersama. Ayahmu tidak sempat hari ini, jadinya ibu datang kemari "


" Oh, tapi ini masih sangat awal bu "


" Ayolah nak, ibu ingin makan di restoran yang baru dibuka hari ini. Tampaknya mereka menyediakan makanan yang enak disana. Ibu baru saja melihat iklannya di televisi "


Reyhan terkekeh kecil lalu mengangguk.


" Baiklah. Kita akan pergi kesana "


" Ajak Juliet sekalian nak "


" Baiklah bu "


To be continued.....

__ADS_1


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2