Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 53


__ADS_3

Pagi harinya saat di meja makan.


Alisa yang masih memakai setelan piama donald bebeknya tampak santai menikmati sepiring bihun goreng buatan ibunya. Sedangkan dua pasang mata yang berada di seberang sana terus saja mengamatinya dari awal ia menyendok bihun kedalam mulut.


" bu, yah. Jangan memandangi Alisa begitu. Apa ada yang aneh ? " Tanya Alisa dengan raut wajah kebingungan. Meski bingung, namun Alisa tetap saja menyendokkan bihun goreng itu dengan cepat ke dalam mulutnya.


" Kau tidak bekerja ? " Tanya Gunawan dengan nada yang terlontar sinis.


Sambil tersenyum kaku Alisa mengangguk.


" Iya yah. Sudah mengundurkan diri. Perusahaan Reyhan tidak cocok dengan pribadi Alisa " Ungkap Alisa lalu kembali menunduk dan menyiapkan bihun goreng ke dalam mulutnya.


Pletak !


" Aw ! sakit yah ! " Pekik Alisa sembari mengusap keningnya yang baru saja mendapatkan jentikan keras dari jari-jari tangan Ayahnya yang kaku dan besar.


" Kenapa kau harus mengundurkan diri hah?! Memangnya kau pikir cari kerja itu mudah, Alisa !! " Bentak Gunawan sembari berdiri dari kursinya. Spontan Alisa langsung melebarkan kedua matanya dengan waspada. Ia akan kabur secepat mungkin jika ayahnya melemparkan garpu kearahnya.


" Sudahlah yah " Ema menarik lembut lengan Gunawan. Ia berusaha menenangkan suaminya yang sedang marah besar pada putri semata wayang mereka. Gunawan yang sudah bangkit berdiri kembali duduk sambil menarik nafas panjang.


" Sekarang beritahukan alasanmu keluar dari perusahaannya Reyhan. Ayah ingin jawaban jujur darimu. Kau paham ! "


" Paham yah " Jawab Alisa dengan takut-takut. Ia kembali menurunkan sebelah kakinya ke lantai. Saat ayahnya tiba-tiba berdiri dan membentaknya, Alisa sudah menaikkan satu kakinya ke atas kursi. Ia ketakutan setengah mati dan ingin kabur begitu saja tadi. Untung saja ibunya berhasil memenangkan ayahnya. Kalau tidak, bisa apes ia hari ini. Sungguh Pak Gunawan yang pemarah !


Rutuk Alisa dalam hati.


" Sayang. Sekarang jelaskan kepada ayahmu kenapa kau bisa berhenti dari perusahaan Reyhan ? "


Alisa melirik takut-takut pada ayahnya. Tampak air muka ayahnya seperti seseorang yang sedang menahan rasa marah yang menggunung. Tidak ada sedikitpun raut keayahan yang terpancar dari sana. Alisa hanya mampu melihat sebatas kumis tebalnya saja. Melirik lebih jauh ke atas dan bertemu dengan kedua matanya, Alisa tidak berani.


" Sebenarnya kemarin siang aku baru saja mengusir Reyhan dan ibunya bu, yah. Mereka datang kemari dan ibunya Reyhan langsung berteriak marah-marah di depan rumah kita. Karena aku merasa tidak terima jadi nya aku mengusir mereka berdua. " Jelas Alisa dengan suara yang pelan dan sedikit gemetar.


" Kenapa ibu tidak tahu nak? "


" Saat itu ibu sedang berada di kamarku "


" Oh ya ampun Alisa. Kau sudah melakukan hal ini pada Reyhan dan ibunya " Ujar Ema sambil menutup mulut tidak percaya.


" Kau tidak menjaga perasaan mereka "


" Ayah, mereka juga tidak menjaga perasaan Alisa"

__ADS_1


" Dan kau malah membalas perbuatan mereka " Tegas Gunawan dengan kedua matanya yang melotot besar. Alisa hanya menunduk diam sambil menghela nafas dalam-dalam.


" Telepon dia sekarang ! " Perintah Gunawan dengan suaranya tegas. Sontak Alisa langsung mengangkat wajahnya dan memandangi ayahnya dengan tatapan kaget.


" Siapa yah ? " Tanya Alisa sembari merengut kesal


" Reyhan. Memangnya siapa lagi. Suruh dia datang kemari "


" Tidak mau ! " Tolak Alisa


" Alisa. Jangan membuat ayah hilang sabar " Geram Gunawan sembari memejamkan kedua matanya.


" Alisa tidak mau menelponnya yah. Untuk apa ayah meminta hal memalukan seperti ini ? " Alisa mengacak-ngacak rambutnya dengan frustasi. Ema hanya bisa memandangi kedua orang yang sedang beradu argumen dan sama-sama tidak ada yang mau mengalah. Ia hanya bisa mengamati keduanya dengan sabar.


" Alisa...."


" Yah, jangan menyuruh Alisa melakukan sesuatu yang tidak bisa Alisa penuhi. Alisa tidak mau jadi anak durhaka. Tapi permintaan ayah ini tidak masuk akal yah. Aku dan Reyhan sudah tidak ada hubungan apa-apa yah. Tolong, berhenti mengharapkan aku dan Reyhan kembali bersama. Karena itu tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun yah " Ujar Alisa.


Ia bangkit berdiri lalu melangkah pergi meninggalkan ayahnya.


" Alisa ! "


Gunawan bahkan sudah berdiri kembali. Ia mencoba mengejar putrinya namun sebelah tangannya sudah di tahan boleh istrinya. Ema menatap suaminya dengan tatapan penuh permohonan.


" Berikan waktu baginya untuk sendiri, yah. Alisa masih sangat muda. Ibu yakin setelah ini ia pasti akan menyadari segala kesalahan yang telah di perbuat nya"


" Tapi sayang...."


" Sudahlah yah. Jangan terlalu keras padanya " Potong Ema dengan cepat. Pada akhirnya Gunawan harus mengalah dari istrinya.


Di depan meja kaca yang dipenuhi dengan perhiasan bertaburkan berlian, Mirna terdiam sembari mengamati susunan benda mahal yang berkilau dari segala jenis bentuk dan harganya. Yap, sekarang dirinya sedang menemani atasannya berbelanja di sebuah toko perhiasan yang hanya didatangi oleh mereka kalangan atas.


" Mirna kemari "


" Iya pak " Sahut Mirna dengan cepat lalu buru-buru menghampiri Reyhan.


" Ada apa pak ? "


" Kau coba yang ini " Reyhan mengulurkan satu cincin berlian dengan ukiran unik yang sangat langka.


" Saya boleh mencoba cincin ini pak? " Tanya Mirna

__ADS_1


" Iya. Sekarang, cepat coba. Aku tidak punya banyak waktu " Tegas Reyhan.


" Baik pak ! "


Mirna langsung memasangkan cincin berlian tersebut ke jari manisnya dan ternyata pas.


" Syukurlah. Kurasa tebakanku benar. Ukuran jarinya sama dengan ukuranmu " Ujar Reyhan


" Apa bapak ingin membelikan cincin untuk Alisa, pak ? "


" Ya "


Mirna langsung tersenyum tipis. Ia melepaskan cincin itu lalu menyimpannya kembali ke dalam kotak beludru berwarna biru.


" Saya ambil yang ini " Ujar Reyhan kepada wanita penjaga toko perhiasan tersebut.


Setelah mereka selesai berbelanja, Reyhan menyuruhnya kembali ke kantor. Sedangkan pria itu pergi bersama seseorang yang sudah menunggunya sedari tadi di dalam sebuah mobil hitam.


" Bapak tahu tidak pak Reyhan itu mau pergi kemana?" Tanya Mirna pada sopir pribadi atasannya itu.


" Waduh bapak kurang tahu mbak. Kayaknya sih ada urusan penting tuh mbak. Soalnya, di dalam mobil itu ada ayahnya pak Reyhan "


" Oh, jadi mobil tadi itu mobilnya bos besar pak "


" Iya mbak " Sahut sopir pribadi Reyhan.


" Jangan-jangan....." Mirna terdiam beberapa detik sembari berpikir keras.


" Jangan-jangan apa mbak ? " Tanya pak sopir.


" Aku harus segera menghubunginya " Mirna langsung mengambil ponselnya dari dalam tas lalu mencoba menghubungi sahabatnya.


Maaf. Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Silahkan coba beberapa saat lagi


" Al, kau dimana sih ? Kok ponselmu gak aktif " Gumam Mirna sambil memandangi layar ponselnya. Satu kali lagi Mirna mencoba menghubungi ponsel Alisa. Namun lagi-lagi suara operator yang berbicara padanya.


" Kau pasti akan kaget setengah mati Al. Salah sendiri ponselmu tidak aktif begini. Jadinya aku tidak bisa memberitahumu lebih dulu " Gerutu Mirna.


To be continued.....


Happy reading, love you guys 😘

__ADS_1


__ADS_2