
Sambil duduk tenang di ruang tamu, Alisa menyalakan televisi untuk menghilangkan rasa bosannya. Setelah pulang dari kantor, ia membersihkan rumah kecil Nemo dan anak-anaknya setelah itu dirinya membantu ibunya memasak makan malam dan saat pukul setengah sembilan barulah ia bisa duduk dengan nyaman di dalam kamarnya.
" Kenapa film-film ini tidak ada yang menarik sih " Gumam Alisa sambil menekan remot tv berulang kali. Ibu dan ayahnya sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar. Sedangkan dirinya masih belum mengantuk sama sekali di jam segini. Ia mengangkat kakinya ke atas meja, berselonjor dengan nyaman.
Syalalala.....lalalala......(Nada dering ponsel Alisa)
" Nomor baru ? " Alisa menautkan kedua alisnya hingga menyatu. Dengan wajah bingung, ia tetap menggapai ponselnya lalu mengangkat panggilan dari nomor baru tersebut.
" Halo "
Sunyi, tidak ada balasan sama sekali. Namun panggilan masih terhubung.
" Halo, siapa disana? Ada kepentingan apa? " Tanya Alisa lagi. Lagi-lagi tidak ada jawaban, namun panggilan dari nomor baru tersebut masih tersambung. Alisa mulai merasa jengah, ia memejamkan kedua matanya dengan erat. Bibirnya tertarik menegang. Ini pasti ulah manusia tidak punya kerjaan yang hobi sekali melakukan prank dengan menghubungi nomor orang secara acak.
" Siapapun manusia yang berada dibalik panggilan ini, bisakah kau berhenti mengganggu orang lain. Dasar tidak punya kerjaan, taunya mengganggu orang lain dengan panggilan bodoh seperti ini ! GET OUT !! " Pekik Alisa sekuat tenaga. Dadanya bergerak naik turun seirama dengan nafasnya yang juga memburu karena terlalu emosi.
" Ini aku "
Deg !
Alisa langsung melebarkan kedua matanya. Suara yang ia dengar seperti tidak asing ditelinganya. Jangan bilang kalau penelpon itu adalah....
Alisa melipat bibirnya dalam-dalam. Jangan bilang jika orang itu adalah....
" Kenapa kau tidak berteriak lagi hm ? "
" Kau ! " Pekik Alisa.
" Iya, ini aku. Aku......"
" Mantan sialan ! " Umpat Alisa. Saking paniknya Alisa sampai keceplosan mengatai Reyhan. Ia sedang berusaha melupakan pria bernama Reyhan ini namun kenapa tiba-tiba orang yang akan ia lupakan ini malah menelponnya di malam-malam begini lagi. Alisa frustasi dan panik.
" Kurang ajar " Terdengar geraman kasar dari seberang ponselnya. Alisa langsung berdiri dan menutup mulutnya sendiri.
" Darimana dia tahu nomorku hah? " Alisa berujar tanpa suara. Sebelah tangannya menutup speaker ponselnya. Ia berlari panik ke arah kamarnya sambil membawa ponselnya yang masih tersambung.
__ADS_1
Reyhan menatap ponselnya dengan dahi yang berkerut dalam. Panggilannya masih terhubung namun tidak ada balasan lagi dari Alisa.
" Pergi kemana dia ? " Gumam Reyhan.
Alisa melemparkan ponselnya ke atas kasur, lalu ia mengusap kasar wajahnya sambil berjalan mondar-mandir.
" Kenapa dia tiba-tiba menelponku hah? Apa otaknya sedang bermasalah. Apa dia sedang ada masalah dengan Juliet. Why.…..?! Why...." Desis Alisa sembari berjalan kesana kemari dengan tidak tenang.
" Aku tahu kau masih disana " Ujar Reyhan. Suara pria itu terdengar sangat jelas karena ia menekan loudspeaker di ponselnya. Alisa melompat-lompat panik.
" Alisa ! " Kembali Reyhan memanggilnya.
" Alisa ! Jangan mengabaikanku. Aku tahu kau sedang mendengarkanku dari jauh ! "
" Bagaimana ini ? " Gumam Alisa dengan frustasi. Ia masih berdiri cukup jauh dari ranjangnya. Namun ponselnya masih tetap menyala.
" Alisa ! " Panggil Reyhan lagi. Alisa bergeming.
" Kalau kau tidak mau bicara padaku sekarang juga aku akan memecatmu "
" Jangan pecat aku. Tolong " Ujar Alisa dengan suara yang pelan.
Reyhan tersenyum geli, ia menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.
" Baiklah, kenapa kau menelponku malam-malam begini ? " Tanya Alisa. Pada akhirnya ia sendiri harus kalah dengan kekuasaan seorang Reyhan Wijaya. Ia tidak bisa membiarkan Reyhan memecatnya, ia sudah terlanjur menerima pekerjaan ini. Ayah dan ibunya sudah merasa bahagia begitu tahu dirinya mendapatkan pekerjaan. Karena itulah ia ketakutan saat Reyhan mengancam akan memecatnya dari pekerjaan.
Aku memang kalah jauh darinya
Gumam Alisa dalam hati.
" Aku ingin kau datang penthouse ku malam ini juga" Jawab Reyhan.
" Aku tidak mau ! " Tolak Alisa dengan cepat.
" Aku atasanmu Alisa "
__ADS_1
" Aku tahu kau atasanku. Tapi aku tidak ingin menciptakan banyak masalah jika aku harus pergi kesana. Kau tahu kan bahwa kau telah bertunangan. Apa kata orang-orang jika kau mengundang wanita lain untuk datang ke kediamanmu ? " Cecar Alisa. Mana mau ia datang kerumah pria itu. Oh bukan ! Penthouse katanya tadi. Alisa pikir apa yang dikatakan Reyhan sangat tidak bonafit sekali. Selain melanggar norma agama hal itu juga menjatuhkan martabatnya sebagai seorang wanita baik-baik.
" Aku tidak sendirian disini, ada keluarga besar Juliet disini " Ungkap Reyhan dengan suara datar. Alisa langsung melongo tidak percaya dengan apa yang baru dikatakan oleh Reyhan saat ini. Tampaknya Reyhan tahu kenapa ia enggan untuk datang kesana. Tapi yang lebih gilanya lagi adalah ternyata disana Reyhan sedang bersama keluarga besar Juliet. Lalu untuk apa Reyhan menyuruhnya datang hah ? Untuk apa coba ?!!
" Kau waras ? " Tanya Alisa
" Aku sangat waras " Sahut Reyhan dari seberang ponsel.
" Baiklah. Biar ku ulangi lagi. Kau mengaku waras dan saat ini kau menyuruhku untuk datang ke penthouse mu dan bertemu dengan keluarga besar tunanganmu begitu kan " Alisa berujar dengan sangat pelan dan teliti.
" Iya "
" Di malam-malam begini kau menelponku dan aku tidak tahu darimana kau mendapatkan nomorku. Lalu kemudian kau memintaku untuk datang kesana seolah-olah aku adalah orang yang sangat penting begitu.Jika aku tidak hadir apakah acara keluarga ini akan berantakan ? "
" Aku ingin kau datang. Ini perintah, karena aku atasanmu " Tegas Reyhan dengan suara yang terdengar begitu menuntut.
Tuuut ! ( Panggilan diputus begitu saja )
Alisa bergeming untuk beberapa detik sebelum kemudian berteriak seperti orang yang tidak waras.
" DASAR PECUNDANG !!! AKU MENGUTUKMU REYHAN WIJAYA BIN WIJAYA KUSUMA NEGARA !! " Pekik Alisa dengan suara yang melengking hebat.
Alisa masih berusaha menormalkan degub jantungnya yang bertalu-talu karena terlalu emosi dengan ulah Reyhan yang menghubunginya di tengah malam begini. Memintanya untuk datang sedangkan disana ada keluarga besar Juliet.
" Kali ini apa lagi rencanamu hah? Kau ingin mempermalukanku begitu. Atau kau ingin membuatku cemburu padamu begitu kah ? " Gumam Alisa sembari menggenggam erat ponsel ditangannya.
Tring ( Satu pesan masuk dari nomor Reyhan )
" Ini adalah alamat penthouse ku. Kau harus datang sekarang, kalau tidak maka karirmu akan berakhir saat ini juga. Tertanda Direktur Utama Lynn Wijaya, Reyhan Wijaya " Alisa membaca isi pesan dari pria itu.
Ia memejamkan matanya lamat-lamat, menarik nafas dalam-dalam. Alisa bisa merasakan jantung nya berdebar keras. Ia mencoba bermeditasi sejenak sebelum berangkat ke penthouse manusia keparat itu.
" Kau memang ingin mencari musuh rupanya ya. Baiklah, aku akan meladenimu Reyhan Wijaya " Alisa sudah mengambil jaket tebalnya. Ia keluar dari dalam kamar lalu mengambil kunci motor ayahnya lalu dengan cepat ia sudah mengendarai motor butut itu ke jalan raya.
To be continued....
__ADS_1
Happy reading, love you guys 😘