Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 57


__ADS_3

" Beeeeeb ! Akhirnya aku bisa melihat wajahmu setelah sekian lama kita tidak bertemu ! " Pekik Mirna begitu Alisa membukakan pintu rumahnya.


Alisa mendesah pelan sembari memutar bola matanya dengan malas.


" Sekian lama. Baru beberapa hari saja deh.


Kenapa kau bisa datang kemari ? Apa kau pergi diam-diam? " Alisa melangkah pergi ke ruangan dapur di ikuti Mirna dari belakang.


" Ehm...suamimu yang menyuruhku datang kemari " Mirna terkikik di belakang. Alisa kembali mendesah malas.


" Aku belum siap memanggilnya dengan sebutan itu. berhentilah mengejekku Mir. " Alisa berbalik sambil menyerahkan satu gelas air kepada Mirna.


Mereka duduk bersama di meja makan. Mirna meneguk air yang diberikan oleh Alisa dengan begitu bersemangat. Alisa memperhatikan sahabatnya itu dengan kedua alisnya yang terangkat.


" Kau seperti pengembala unta di padang pasir"


" Maksudmu beb


" Kehausan seperti itu "


" Ini semua gara-gara suamimu itu beb. Dia menyuruhku membelikan bunga untukmu. Disuruh mengantar pula. Padahal kan cuaca sedang panas-panasnya " Beritahu Mirna sambil mengulurkan satu bucket Mawar yang sangat indah dan besar.


Alisa melebarkan kedua matanya. Matanya tak berkedip sedikitpun. Bunga Mawar itu begitu cantik dan mempesona. Alisa merasa terhipnotis sejenak.


" Cantik kan? "


" Iya cantik Mir. " Alisa mengambil bucket itu dari tangan sahabatnya itu. Ia lalu menciumnya dengan sangat lama. Bahkan kedua matanya sudah terpejam.


" Wah, kurasa malam pertama kalian akan berakhir dengan sangat panas " Celetuk Mirna sambil terkekeh geli.


Sontak Alisa langsung membuka kedua matanya dengan cepat. Ia langsung melirik tajam pada Mirna.


" Itu tidak akan mudah terjadi "


" Kau yakin ? " Mirna tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya.


" Aku yakin. Reyhan tidak akan bisa mendapatkanku dengan mudah "


" Kenapa kau jadi sombong begini hah. Bukankah dulu kau bilang, jika kau pernah berniat untuk menarik hati Reyhan kembali ? "


" Itu sebelum aku tahu kalau dia sudah bertunangan "


Alisa meletakkan bucket Mawar itu di atas meja makan. Ia bersandar sambil menghela nafas singkat.


" Kurasa dia tidak mencintai tunangannya beb. Buktinya saja dia malah menikahimu "


" Aku menikah siri dengannya Mir. Reyhan merasa terkhianati karena tunangannya itu memiliki pria lain"


" Sudah kuduga sih beb. Berarti omongan anak-anak kantor benar dong ya "


Alisa mengangguk pelan.


" Kurasa ini keuntungan bagimu Al. Jadi kau harus memanfaatkannya dengan baik. Kau harus merebut hati Reyhan kembali. "


" Aku tidak tahu apa masih ada namaku disana Mir. Aku selalu merasa jika Reyhan sebenarnya memang sudah mencintai Juliet. Jika Juliet tidak berselingkuh Reyhan mungkin tidak akan mau melihatku apalagi menikahiku. Aku selalu merasa bahwa Reyhan melakukan semua ini karena ia merasa kecewa pada Juliet. Dan aku hanyalah tempat pelariannya saja " Ujar Alisa.


Mirna merangkul bahu sahabatnya itu dengan cepat.


" Kau merasa seperti itu beb? "


" Ya, itu yang kurasakan saat ini. Aku harus membuat batasan dengannya Mir. Batasan yang sangat jelas."

__ADS_1


" Kau mungkin akan mengalami kesulitan beb "


" Aku tahu. Tapi aku akan berusaha." Alisa mengangkat kedua bahunya.


" Bagaimana jika yang kau pikirkan tentangnya ternyata salah? " Tanya Mirna.


" Aku akan memberikan haknya. Sesimpel itu "


Mirna menghela nafas sejenak. Wanita itu kemudian bangkit berdiri.


" Al, aku do'akan pernikahan kalian langgeng hingga kakek nenek. Maaf, kita tidak bisa mengobrol lama. Aku harus pergi ke kantor lagi, kalau tidak suamimu akan memarahiku "


Alisa tersenyum sembari ikut berdiri. " Terima kasih do'anya. Hati-hati di jalan ya "


Alisa diam sambil menatap jarum jam yang sedang bergerak teratur. Waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam dan Reyhan belum juga datang ke rumahnya.


" Dia belum pulang ? " Tanya ibunya yang baru keluar dari dalam kamar. Ibunya ikut bergabung dengannya. Alisa tersenyum pada ibunya.


" Mungkin dia lupa menjemputku bu"


Ema hanya tersenyum kecil mendengar jawaban putrinya.


" Apa kau masih merasa sedih sayang? "


" Sudah tidak lagi bu. Semuanya sudah terjadi bu, sekalipun aku menangis sebulan penuh, nyatanya aku sudah sah menjadi istrinya. "


" Ibu tahu kau masih mencintainya"


" Tapi dia tidak bu "


Ema menatap serius sepasang mata gelap putrinya.


" Jika dia masih mencintaiku, dia tidak akan pernah bertunangan dengan wanita lain bu. Dia tidak sesetia itu bu. Reyhan memang sudah melupakanku sejak lima tahun lalu "


" Assalamua'laikum ! "


Alisa dan ibunya langsung menoleh ke arah pintu. Reyhan telah berdiri disana dengan setelan kantornya. Alisa langsung berdiri, ia hanya memandangi Reyhan saja tanpa berniat untuk menghampiri pria itu dan menyalaminya. Reyhan berjalan mendekatinya, Alisa masih belum bersuara. Ia hanya menatap mantan tunangannya itu dengan datar.


" Maaf aku terlambat "


" Tidak perlu meminta maaf. Bukan masalah besar " Balas Alisa dengan ketus. Reyhan tersenyum kecil. Ia menoleh ke arah ibu mertuanya.


" Bu, aku izin untuk membawa Alisa bersamaku"


" Silahkan nak, tidak perlu meminta izin begitu. Alisa kan sudah menjadi istrimu. Ibu hanya meminta satu hal padamu. Jaga dia dengan baik "


" Baik bu. Dimana ayah mertua ? " Tanya Reyhan sambil melihat ke sekitar.


" Dia sudah lebih dulu tertidur "


Reyhan mengangguk mengerti. Ia kemudian kembali menatap Alisa.


" Kau sudah berkemas ? "


" Sudah " Jawab Alisa dengan singkat. Ia kemudian berbalik cepat lalu pergi begitu saja meninggalkan Reyhan dan ibunya.


Ia pergi ke kamarnya untuk mengambil koper yang berisi barang-barangnya. Sebelum benar-benar keluar dari dalam kamarnya, Alisa berhenti sejenak di depan pintu. Ia menatap kamarnya sedikit lebih lama. Lalu setelah puas menatap, Alisa langsung menutup pintu kamarnya dengan sedikit kuat.


" Bu, kami pergi ya " Pamit Reyhan. Alisa yang masih memeluk ibunya langsung melepaskan pelukan hangatnya itu.


" Telepon aku kalau kalian rindu denganku bu " Ujar Alisa. Ema tersenyum geli mendengar ucapan putrinya

__ADS_1


" Iya sayangku "


Dalam perjalanan menuju rumah Reyhan, Alisa hanya diam dan menatap jalanan. Sedangkan Reyhan, ia merasa kebingungan untuk memulai berbicara dengan istrinya itu. Tidak biasanya Alisa diam begini. Tapi, mungkin diamnya wanita itu disebabkan karena pernikahan mereka.


" Apa Mirna sudah memberikan bucket bunganya? "


" Sudah "


" Bagaimana? Kau suka? "


" Suka "


" Apa kau sudah melihat tulisan di kartunya? "


" Belum "


Reyhan mencoba menarik nafas sejenak. Ia melirik lagi pada Alisa yang sama sekali tidak memandangnya. Wanita itu jadi dingin dan ketus.


" Kau kenapa ? "


Alisa akhirnya menoleh padanya. Reyhan tersenyum tipis. Ia merasa senang karena bisa menarik perhatian istrinya itu.


" Kau tahu jawabannya Rey "


" Aku tidak tahu " Balas Reyhan. Ia tersenyum santai sambil menatap sekilas istrinya. Ia tidak bisa berlama-lama memandangi Alisa meskipun ia ingin melakukannya. Karena saat ini dirinya harus fokus menyetir.


" Jangan pura-pura, kau sebenarnya sangat tahu"


" Baiklah. Tampaknya aku sudah ketahuan oleh istriku" Reyhan terkekeh pelan.


Alisa memutar malas kedua bola matanya.


" Hanya istri siri "


" Kau marah karena aku tidak melakukan pernikahan secara negara? "


" Aku marah karena kau menikahiku "


Dreet....dreet....( Dering ponsel Alisa berhasil memotong pembicaraan mereka berdua )


" Halo Nat "


Reyhan langsung menoleh dengan rahang yang mengeras. Ia menggertakkan gigi-giginya dengan geram.


" Aku sedang diluar Nat " Ujar Alisa sambil sesekali melirik pada Reyhan.


" Katakan padanya jika kau sudah menikah denganku " Ujar Reyhan dengan geram.


Alisa menjauhkan ponselnya, agar suara Reyhan tidak terdengar oleh Nathan. Ia menggeleng pelan.


" Maaf Nat, aku tidak bisa keluar malam ini. Kurasa mungkin lain kali saja kita pergi " Beritahu Alisa. Setelah itu tak lama panggilan dari Nathan pun berakhir. Tampaknya Nathan tidak sedang berusaha memaksanya. Pria itu mengerti dan mengatakan akan mengajaknya pergi di lain waktu. Alisa merasa begitu lega karena Nathan tidak berlama-lama menelponnya.


Ciiiit........


Suara rem berbunyi nyaring diikuti dengan gerakan mobil yang meliuk ganas ke pinggiran jalan. Membuat Alisa seketika langsung kaget dengan aksi tersebut.


" Apa yang kau lakukan?! " Pekik Alisa dengan marah sekaligus kaget. Tidak ada jawaban, Reyhan masih bergeming di tempat, pria itu bernafas dengan sangat cepat. Terlihat jelas jika ia sedang berusaha mengendalikan dirinya. Reyhan merasa hatinya panas terbakar, dadanya terasa penuh dengan amarah yang membumbung tinggi. Alisa berhasil menekan tombol on hingga kini ia meledak dalam kemarahan.


" Aku akan membuatmu menyesal karena menolak permintaanku barusan " Desis Reyhan dengan wajah yang memerah menahan amarah. Ia akhirnya mengeluarkan kalimat ancaman pada istrinya itu karena ia tidak ingin berakhir dengan menyakiti Alisa dengan kedua tangannya.


To be continued.....

__ADS_1


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2