Mutiara

Mutiara
Minta maaf


__ADS_3

Setelah latihan beberapa kali, Maya akhirnya memberanikan diri untuk meminta maaf pada Mutiara. Ia membuang segala gengsi pada dirinya.


Memang,


hidup akan lebih indah tanpa gengsi.


Maya dan Danendra sudah berada di depan pintu kamar Mutiara.


Maya mengambil nafas panjang sebelum masuk kedalam kamar Mutiara.


tok tok tok


"Nak, boleh kami masuk?" tanya Maya sebelum membuka pintu kamar Mutiara.


Apa? ibu memanggillu Nak? ada apa ini. ibu sama sekali belum pernah memanggilku anak sebelumnya.*batin Mutiara*


"Masuk saja bu*, jawab Mutiara.


Ayah dan ibu tiri Mutiara masuk kedalam kamar Mutiara dan sontak membuat Mutiara bingung dan diam seribu bahasa. Dia tidak dapat berkata-kata melihat perubahan sikap Ibu tirinya.


"Bagaimana kabarmu nak", tanya Maya dengan nada lembut.


Mutiara masih bengong. Namun beberapa saat kemudian ia mulai sadar dari lamunannya.


"Eh iya baik kok bu", jawab Mutiara.


Mutiara benar-benar bingung, entah apa yang merasuki ibu tirinya sampai sikapnya berubah 180°. Dilain sisi ia sangat bahagia, toh ini yang dia harapkan selama ini. Mendapat kasih sayang dari orang terdekatnya. Meskipun baru ditanya kabar dan memanggil Mutiara dengan sebutan anak, Mutiara sudah sangat bahagia. Karena memang sebelumnya ibunya bersikap tidak baik padanya.


"Nak, apa kamu makan or do you need something", tanya Maya mencampur bahasa. Ya, memang Maya memiliki darah Amerika dari neneknya yang membuat ia sedikit bisa berbahasa Inggris, sedikit loh yaa, SEDIKIT. hehe.


Mutiara tersenyum mendengar perkataan ibu tirinya.


"Mutiara mau minum jus jeruk bu"


"Jus jeruk?" tanya balik Maya. ia mulai merasa kesal pada Mutiara tapi mau gimana lagi, ia harus melenyapkan amarahnya, daripada rencanananya gagal total dan membuatnya jadi gelandangan. Maya tidak dapat membayangkan kalau hal itu benar-benar terjadi.

__ADS_1


Mutiara mengguk.


"Baik, ibu akan buatkan jus jeruk spesial buat kamu.


Hah? mutiara benar-benar kaget. Ya Allah aku tidak tahu apa yang membuat ibuku berubah seperti ini, tapi apapun alasannya aku akan sanagat bagian tapi kuharap ibu melakukannya tulus.*batin Mutiara*.


"Terimakasih bu"


Maya meninggalkan Mutiara dan berjalan menuju dapur untuk membuat jus jeruk.


Setelah Maya keluar, waktunya Danendra untuk angkat suara.


"Nak, apa kamu benar-benar sudah baik-baik saja? apa ada yang sakit atau ada sesuatu yang tidak nyaman?",tanya Ayah Mutiara.


"Engga kok yah, Mutiara udah enakan kok"


"Syukurlah kalau begitu."


Setelah mereka bercerita ±10 menit, Maya mumcul dari arah pintu membawa segelas jus jeruk untuk Mutiara.


"Terimakasih bayak bu"


"Sama-sama sayang", ucap Maya.


Mutiarapun menyeruput jus jeruk buatan ibunya dan merasa jus yang dibuatnya ini benar-benar enak.


"Mantap bu, ini jus jeruk ter enak yang pernah Muti coba"


"Ah masa sih sayang, kalau begitu ibu akan sering-sering membuatkannya untukmu"


Mutiara tersenyum dan tampak sangat bahagia.


Setelah jus jeruk Mutiara sudah hampir mau habis, Maya mencoba melontarkan tujuan utamanya.


"Mutiara", ucap Maya.

__ADS_1


"Iya ada apa bu?"


Ibu mulai berlutut di kaki Mutiara seperti yang dikatan ayahnya.


"Maafkan ibu nak, selama ini ibu telah berbuat jahat pada kamu. Ibu sadar punya banyak salam sama kamu, tapi tolong maafkan ibu. ibu berjanji akan merubah sikap ibu, tapi tolong maafkan ibu Miutira," rengek Maya sambil mengeluarkan air mata buaya.


"Ibu ngapain berlutut seperti itu, bangun bu"


Mutiara membantu ibunya bangun dari kakinya.


"Maafkan ibu Mutiara, maafkan ibu"


"Mutiara usah maafin ibu jauh sebelum ibu minta maaf"


"Jadi kamu mau maafkan ibu?"


Mutiara mengangguk. Mayapun menarik mutiara dan jatuh dalam pelukannya.


Ini adalah kali pertama Mutiara berpelukan dengan ibu tirinya.


"Ayah ga diajak nih?"


"Sini ayah"


Mereka bertigapun saling berpelukan layaknya teletubbis:-)


.


.


.


.


.

__ADS_1


Vote & comment jgn lupa ya kak, biar author tambah semangat♡


__ADS_2