
pagi menjelang
Mutiara POV
aku menatap jam di dinding kamarnya. entah mengapa hari ini ia malas sekali untuk bergerak. di pandanganya Alex yang masih tertidur pulas,aku membangunkannya karena jam di dinding kamarku sudah mulai menunjukan puluk 7 pagi.
" kak,bangun ini sudah pagi? " ucapku lemah. entah mengapa aku merasa pusing dan mual sekali,mungkin karena usia kandunganku yang sudah mulai menginjak usia 3bulan. Alex menatap ku dia menyentuh dahiku
" kau demam? " tanyanya dengan wajah khawatir
" aku pusing kak," jawabku seraya menenggelamkan kepala ku kedalam dada bidangnya.
" kita ke dokter ya? " ajak Alex
" nggak ah,nanti juga hilang. Aku aku istirahat saja. " jawabku
" aku temani ya? "
" jangan,kakak pergi kekantor saja aku baik-baik saja kok. " sepertinya Alex enggan meninggalkan aku namun aku terus memaksanya untuk pergi. Ia pun pergi mandi aku berusaha bangun untuk menyiapkan pakaian nya. Kepalaku benar-benar terasa sakit! dengan sisa tenaga yang aku miliki aku menyiapkan semua keperluan Alex dan meletakkan nya diatas sofa. mendadak tubuhku menggigil aku segera pergi ke atas tempat tidur menutup seluruh tubuhku dengan bed cover. Tubuhku menggigil! Aku merasa seperti tertimpa batu es besar.
Alex belum menyadari jika mutiara sedang menggigil kedinginan di bawah bed cover. Alex mengenakan pakaian yang sudah mutiara siapkan sesekali menatap mutiara yg masih berselimut. Ia mulai mendekat membuka bed cover tersebut,betapa.te5kejurnya ia melihat mutiara dengan kondisi yang sangat pucat! Ia menggigil,merintih kedinginan
__ADS_1
" sayang,sayang,kau tidak apa-apa? "
Alex bisa mendengar suara gigi mutiara beradu pertanda jika ia merasakan dingin yang teramat sangat. Alex menutup kembali tubuh mutiara mencoba mencari sesuatu yang mungkin bisa saja menghangatkan tubuh mutiara. dia menemukan sebotol minyak kayu putih,sesegera mungkin ia mengusapkan minyak tersebut ke telapak tangan dan tubuh mutiara. keadaan mutiara perlahan mulai membaik, mutiara menatap wajah Alex dan berkata
" kak," mutiara memeluk Alex,Alex membalas pelukan tersebut.
" aku takut,takut sekali. " ucap mutiara lirih
" selama ada aku kau tidak perlu takut." Alex membalas pelukan mutiara.
" kak,jika suatu saat nanti aku pergi mau kah kau berjanji padaku?" tanya mutiara dengan mata berkaca-kaca
" kau tidak akan pergi kemanapun sayang,"
" kita akan menua bersama sayang,dengan keluarga kecil kita jadi jangan pernah meninggalkan aku. Karena itu akan membuatku sangat sakit."
Mereka berpelukan erat seakan tak ingin dipisahkan oleh apapun.
takdir tidak akan mengatakan apapun diawal perjalanan hidup ini. Ia hanya menuliskan tanpa mengeluarkan suara,apa yang akan terjadi adalah rahasia tuhan yang tersembunyi. Siap atau tidak perpisahan itu memang nyata adanya menjalankan apa yang sudah tertulis adalah bagian dari rangkaian cerita tuhan.
Alex mengecup dahi mutiara,berusaha memberikan kekuatan baru untuk istrinya yang sedang berjuang menjaga dan mengandung buah hati mereka. Alex paham ini akan sangat sulit karena usia mutiara masih terbilang muda dengan riwayat kesehatan yang kurang baik,pasti akan membuatnya merasa lebih melelahkan melewati hari-hari nya.
__ADS_1
" aku tidak jadi kekantor ya? Aku akan menjagamu saja. Pasti papa juga tidak akan mengizinkan aku pergi jika tau menantunya sedang sakit." ucap Alex
" pergi saja kak,aku tidak apa-apa."
" Hem,kau yakin? " tanya Alex
" iya aku yakin." Alex mengangguk pelan,menuruti kata-kata mutiara untuk pergi ke kantor. Dengan langkah yang berat Alex pergi keluar dari kamar tersebut
" jaga dia untukku ya Allah,,," bisik Alex dalam hati.
Sebelum pergi Alex pun berkesan pada bi Titi agar untuk menjaga mutiara dan menghubunginya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
" inget pesan saya ya b? " ucap Alex
" iya tuan,Saya akan ingat. " jawab bi Titi
" oke. Saya pergi dulu ya? " Alex meninggalkan bi Titi menuju garasi mobil.
Ada keraguan untuk meninggalkan mutiara hingga pada akhirnya Alex memutuskan untuk tetap pergi meninggalkan mutiara.
tetap dukung dan memberi semangat aku ya??? karena tanpa kalian apalah aku ini guys,,,
__ADS_1
Lanjutttš