Mutiara

Mutiara
Mutiara sakit


__ADS_3

Setelah keluar dari lamunannya beberapa saat kamudian Mutiara tertidur pulas berlabuh kedalam mimpi.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi tapi Aran belum bangun.


Tok tok tok


Suara sesorang mengetok pintu dan langsung masuk ke kamar Mutiara karena pintunya tidak dikunci.


Ya, Mutiara sampai lupa mengunci pintu kamarnya, bahkan sepatunya belum ia lepas.


Ayah Mutiara tersontak kaget melihat putrinya yang berbaring dan tampak begitu pucat


"Mutiara!", kata Danendra sedikit berteriak karena kaget.


"Badan kamu panas sekali nak", ucap Danedra sambil menaruh punggung tangannya di dahi Mutiara.


Danendra langsung menggendong anaknya ke mobil menuju rumah sakit.


Hari ini Maya pergi ke rumah saudaranya yang katanya sakit, jadi tidak ada ocehan pagi di rumah ini.


Sesampainya di rumah sakit terdekat, Mutiara langsung diperiksa oleh dokter.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?", tanya Danedra saat dokter sudah selesai memeriksa Mutiara.


"Untung bapak cepat membawa pasien ke rumah sakit. Anak bapak demam tinggi. sepertinya dia juga sangat stes dan kecapen. Jangan membiarkan pasien terlalu aktif pak karena itu dapat membahayakan kesehatannya. Dan juga jangan sampai stes."


"Baik dok, terimakasih",


Dokter tersebut hanya tersenyum menundukkan kepala hormat dan meninggalkan ruang rawat Mutiara.


Danendra merasa gagal menjadi ayah yang baik bagi Mutiara. Tapi disisi lain ia juga sangat mencintai istrinya.


Danendra menatap Mutiara yang masih terbaring lemas dan mengatakan "Maaf nak. maafkan ayah".


Danendra meninggalkan Dania ke kantornya dan meminta suster untuk menjaganya.


***


Di kampus, Oliv dan Amira mencari Mutiara. Tidak biasanya Mutiara absen di kampus.


"Oliv,Mira", suara teriakan dari arah belakang terdengar membuat kedua gadis tersebut berbalik.


"Eh Alfian, ada apa?",tanya Oliv.


"Kamu liat Mutiara gak?" kata Alfian.


"Enggak nih. Daritadi kita juga nyariin dia tapi kayaknya dia ga dateng deh." ucap Amira.


Alfian tampak khawatir karena sudah sedari tadi ia menacari Mutiara tapi dia tidak menemukannya.

__ADS_1


"Kamu udah telvon dia?",tanya Oliv.


"Udah tapi ga diangkat." ucap Alfian.


"Ngga biasanya Muti hilang kayak gini", ucap Amira membuat raut wajah Alfian semakin Khawatir.


"Coba telvon balik deh", ujar Oliv.


Alfian mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Mutiara.


"Halo", ucap Mutaiara.


"Halo Ara. kamu dimana aja, kenapa kamu ga masuk kuliah?", Alfian to the point.


"Aku di rumah sakit", ucap Mutiara lemah.


"Apa? rumah sakit?" tanya Alfian.


Mendengar kata rumah sakit, Oliv dan Amira langsung kaget.


"Iya", jawab Mutiara.


"Kirim alamat RSnya"


Mutiara share lokasinya pada Alfian.


"Mutiara sakit. Kalian mau ikut jenguk gak?", tanya Alfian pada Oliv dan Amira.


"Aku ikut Al", ucap Amira


"Yaudah ayo", kata Alfian.


Mobil Alfian sudah tiba di parkiran RS. Meraka langsung keluar dari mobil.


Tok tok tok


"Ara", kata Alfian kaget melihat gadis yang ia cintai terbaring lemah.


Ara hanya tersenyum.


"Muti kamu gpp kan?" tanya Amira.


"Aku gpp kok, makasih udah dateng jengukin aku".


Keduanya hanya mengangguk.


"Ara, kenapa bisa seperti ini? kenapa kamu ga jawab telpon aku", kata Alfian.


"Aku juga gatau, aku bangun dan aku sudah ada di sini, aku juga bangun tidak menemukan orang yang kukenal, hanya ada suster.", ucap Ara.

__ADS_1


"Memangnya orang dirumah kamu kemana?",tanya Alfian


Mutiara hanya mengangkat bahu dan wajahnya tiba tiba sangat sedih. Alfianpun mulai paham karena Ara sudah menceritakannya bahwa ia sering diaacuhkan oleh keluarganya.


"Muti cepat sembuh ya, aku ada urusan urgent jadi gpp kan aku tinggal", ucap Amira.


"Iya gpp kok, makasih ya Ra"


Amira sudah balik kanan keluar dari area RS tempat Mutiara dirawat. kini tinggal Mutiara dan Alfian yang berada didalam ruang rawat Mutiara, suster yang sedari tadi juga sudah keluar saat kedua temannya itu datang.


"Kamu udah makan?", tanya Alfian


Mutiara hanya menggelengkan kepala.


"Kamu harus makan Ara, tubuhmu butuh asupan biar kamu cepat sembuh"


Mutiara hanya diam dan kembali menggeleng menatap Alfian.


"Aku suapin yah"


"Aku ngga lapar Al"


"Kamu harus makan, aku ga mau kamu sakitmu makin parah. ayolah Ara, jangan siksa dirimu, cacing perutmu itu sudah demo didalam, makan ya, dikit aja"


Mutiara tersenyum menatap Alfia. Ia rindu dengan perhatian semacam ini.


Alfian menyodorkan sendok ke mulut Mutiara dan Mutiara mencoba membuka mulutnya.


"Anak pintarrr", kata Alfian


Mutiarapun tersenyum mendengrnya.


"Lagi yah"


Mutiara menangguk.


Dan tak terasa bubur dipiring sudah habis."Tuh kan, kamu laper, kamu ga boleh egois Ara, kalau kamu lapar itu ya makan, jangan dipendam. seperti kalau kamu punya masalah, coba kamu cerita, jangan hanya dipendam sendiri".


Mutiara pun tersenyum lagi pada Alfian."Terimkasih sudah peduli denganku".


.


.


.


.


.

__ADS_1


Vote commentnya jgn lupa ya kak♡


stay toon~♥~


__ADS_2