Mutiara

Mutiara
episode 59 keputusan


__ADS_3

Alex harus merelakan semua mimpi yang miliki hilang seketika karena perbuatan bodohnya. seandainya hari itu ia tidak menggoda mutiara hingga membuat mutiara berlari mungkin ia tidak kan terjatuh dari tangga. ribuan penyesalan membayangi langkahnya saat ini,apa Yang akan ia katakan ketika mutiara tersadar nanti? Pasti Mutiara akan sangat terpukul. Setelah memakamkan kedua anaknya Alex kembali ke rumah sakit,masih teringat ketika ia memeluk tubuh mutiara diawal kehamilannya dan kini ia harus kembali ke rumah sakit dengan cerita yang menyedihkan di akhir kehamilan mutiara.


Alex duduk disamping Mutiara,ia masih terpejam dengan selang infus dan beberapa alat pernafasan.


" mutiara tidak dapat memberikan keturunan karena kondisi rahim yang rusak,membuat kami tim dokter terpaksa mengangkat nya." kata-kata itu hadir di kepalaku. sesekali alex meneteskan air mata jika mengingat kata-kata itu,sebagai seorang lelaki aku memang tak pantas menangis tapi kejadian ini membuat alex selalu ingin menangis.


mutiara POV


Aku terbangun,tempat ini tidak asing bagiku karena aku sudah berkali-kali masuk kedalamnya. Aku melihat suamiku tertidur menunduk ditepian tempat tidurku,aku membelai rambutnya dan ia terbangun. Ia mengecup keningku dan mendekap aku erat aku bisa melihat kesedihan dalam tatapan matanya. aku meraba perut ku yang sudah mulai mengecil


" apa anak kita sudah lahir? " aku bertanya dan dia (Alex) hanya terdiam


" dimana anakku? Katakan? Jangan hanya diam,jawab pertanyaan ku kak? " aku memberikan pertanyaan yang bertubi-tubi kepadanya membuat suaranya terbuat dengan anda yang parau


" maaf kan aku,maafkan anak kita tidak bisa diselamatkan." isaknya.


Aku memejamkan mata sebagai tanda kecewaku ketika aku mendengar ucapan suamiku. Air mata itu menyusul kemudian,aku sedih dan merasa terpukul karena aku tak bisa menjaga anakku dengan baik.


" aku,,,biarkan aku sendiri kak. Aku ingin sendiri!" isak ku sejadinya membuat Alex menuruti kata-kata ku. Ia pun pergi keluar dari ruangan itu ,aku mengerti bukan hanya aku saja yang merasa kecewa dan sedih atas kepergiaan

__ADS_1


kedua bayi kembarku. Tapi yang aku butuhkan saat ini hanya sendiri! Ya,sendiri untuk meratapi segala sesuatu yang sudah aku alami.


2 bulan setelah kejadian itu aku memutuskan untuk kembali ke rumah kami aku tak ingin melihat anak tangga yang telah membuat ku jatuh dan kehilangan bayiku dan aku juga tak mau melihat kamar yang sudah dipersiapkan untuk kedua bayiku. Aku merasakan jarak antara aku dan Alex sejak kejadian itu kami hanya berbicara seperlunya saja,tidak ada kehangatan dan tawa riang itu lagi didalam rumah tangga kami. Aku memahami jika kejadian ini memang tidak mudah diterima begitu saja dan butuh untuk kami berdua untuk sama-sama menguatkan diri untuk menerima kenyataan.


Alex datang menghampiriku ketika aku berada di teras rumah pagi ini


" hai," sapanya


aku melirik kearahnya sambil menyemprotkan air kesemua tanaman hias yang ada di taman.


" sampai kapan kita akan seperti ini? " tanya Alex. ucapannya membuatku menghentikan kegiatanku dan menatapnya. Aku meletakkan selang air yang aku gunakan untuk menyiram tanaman


" aku perlu bicara." ucapku dengan tegas


Aku dan Alex duduk di kursi teras rumah. Dengan helaan nafas panjang aku membuka suara


" kak,apa boleh aku meminta sesuatu? " tanya ku perlahan


" iya,tentu saja." jawab Alex

__ADS_1


" aku,,,aku ingin kita pisah." ucapan ku membuat wajah Alex berubah seketika,aku bisa melihat raut wajah itu berubah kecewa.


" berpisah? semudah itu kau ingin berpisah denganku?" tanya Alex kecewa


" lantas apa yang harus kau harapkan lagi dariku? Aku tidak bisa memberikan mu keturunan,aku tidak sempurna dan aku tidak pantas bersamamu." aku menghapus air mataku ada rasa perih dalam hatiku mereka aku harus dengan terpaksa mengucapkan kata-kata ini.


" apa kau tidak peduli dengan perasaanku? Aku rela memberikan apapun asal aku selalu bisa bersamamu." ucapan Alex tegas


" jangan bodoh! Kau bisa berpikir seperti itu,tapi bagaimana dengan kedua orang tuamu? Kau anak tunggal lalu siapa yang akan meneruskan garis keturunan keluarga mu kak? Aku tidak bisa."


Alex mendekati ku,ia setengah berjongkok dihadapan ku menghapus airmata ku. ada linangan air mata juga di matanya aku tau dia sangat menyayangiku tapi,egois rasanya jika mempertahankan dia untuk tetap menjadi milikku.


" jangan pernah tinggalkan aku,jangan pernah." ucap Alex


" mengertilah kak,kau harus bahagia,kau harus mencari wanita yang sempurna,membangun keluarga kecil yang bahagia,yang bisa menemanimu diwaktu senjamu. Dan aku akan kembali kerumah ku menghabiskan sisa hidupku bersama anak-anak jalanan disana. Dan jika suatu saat nanti kau merindukan aku,temui lah aku di rumah,sebagai seorang sahabat."


Alex memelukku erat,sehingga aku tak sanggup meneruskan kata-kata ku lagi susah banyak peristiwa yang kami lalui dan aku tak mau membawa Alex dalam derita kehidupanku yang selanjutnya. Aku berharap ia menerima keputusan ku dan hidup dengan wanita yang lebih sempurna dariku.


" jangan lanjutkan kata-kata mu. karena itu membuatku sangat sakit." ucap Alex sedih

__ADS_1


" berjanjilah kak,kau harus bahagia." pintaku


Alex hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan ku. Aku tau apa yang sedang ia pikirkan dan aku tau ia tak akan meninggalkan ku begitu saja, tapi aku berharap ia akan mempertimbangkan ucapanku dan mengabulkan permintaan ku u tuk berpisah.


__ADS_2