Mutiara

Mutiara
episode 62 kedewasaan diri


__ADS_3

2 tahun kemudian


mutiara POV


setelah hari itu aku tidak pernah bertemu dengan Alex lagi. taukah kalian aku pun sama sakitnya seperti dia (Alex) dengan segala kekurangan ku aku harus sadar diri untuk melepaskan dia dan harus pergi menjauh darinya. Aku memutuskan untuk kembali ke tempat asalku,mengajarkan anak-anak untuk bisa membaca dan menulis dengan cara yang sederhana.


Aku sudah melepaskan segala kemewahan itu,merelakan semua yang telah Alex berikan hilang tapi satu yang tidak akan aku lepaskan yaitu,cincin pernikahan ini. Sebelum aku menerima surat perceraian itu,aku berjanji tidak akan melepaskan cincin ini dari jari manisku.


sudah hampir 2 tahun berlalu surat perceraian itu tidak pernah sampai ke tempat ini. Aku menantikan surat itu, karena dengan itu aku bisa mengetahui jika Alex sudah mendapatkan pengganti diriku. Aku ingin melihat dia tua bersama anak-anak yang dilahirkan oleh istri barunya walaupun itu sangat menyakitkan bagiku.


Aku membereskan rumah ku,sebentar lagi anak-anak akan datang dengan keceriaan dan semangat yang membara. Setidaknya dengan kehadiran mereka aku bisa melupakan kesedihanku. Tak lama kemudian aku melihat sekelompok anak datang dengan wajah riang


" assalamualaikum,,,," mereka memberikan salam dengan penuh semangat.


" waalaikum salam. Ayo masuk? " aku mengajak mereka untuk masuk. mereka duduk dengan tertib pada posisi yang mereka anggap nyaman.


Di tempat lain


Alex POV


Tak terasa sudah 2 tahun aku berada ditempat ini,melakukan segala aktivitas yang bisa membuatku lupa akan kejadian di Sana. Semakin aku mencoba untuk melupakannya,semakin sakit dadaku ini. Aku menghela nafas panjang di tengah musim semi, aku pernah berada di tempat ini tahun lalu dan berdoa semoga suatu saat aku bisa membawa istriku tempat ini,menikmati musim semi sambil melihat indahnya Bunga sakura yang sedang bermekaran,namun sayang semua itu belum terjadi. ponselku berdering,aku menatap layar ponsel ku "mama" beliau tidak pernah lupa untuk menelpon ku.

__ADS_1


" halo sayang?" tanya mama di sebrang sana


" iya mah," jawabku cepat


" sayang,mama ingin bertemu denganmu. Bisakah kau kembali ke sini? " tanya mama lagi


Aku terdiam sejenak. sepertinya aku memang harus pulang ke Jakarta karena paspor ku sebentar lagi akan habis waktu berlakunya.


" iya,aku kan pulang mah." jawabku


" benarkah? " mama gembira mendengarnya


" iya mamaku sayang,,," jawabku


Alex mempersiapkan diri untuk kembali ke Indonesia. Satu hal yang ingin ia lakukan ketika tiba disana adalah mencari keberadaan istrinya,mutiara. Tak peduli apa yang akan terjadi nanti yang pasti ia hanya ingin memastikan jika mutiara baik-baik saja.


Mama menatap foto pernikahan kahan Alex dan mutiara. Sepertinya ia harus berbuat sesuatu untuk menyatukan mereka kembali,mutiara bukan hanya seorang menantu tapi sudah seperti anak sendiri. Sudah seharusnya mereka kembali bersama,sudah cukup mereka menyiksa diri masing-masing.


Ditempat lain


Mutiara membereskan kembali seisi rumahnya setelah anak-anak pulang. Mutiara bergegas menuju dapur mempersiapkan dagangan yang akan ia jual sore ini. ya,aku memutuskan untuk berjualan nasi uduk di sore hari! dengan berbekal ilmu memasak dari ibuku jadi aku bisa berjualan nasi uduk yang sangat enak (menurutku ya??? Hihihi). Beruntung aku masih mempunyai sedikit sisa tabungan dari uang belanja yang Alex berikan,dengan uang itu pula aku mempunyai modal untuk berjualan nasi uduk. Aku membawa nasi dan lauk pelengkap tepat di ujung jalan, karena ditempat itu banyak orang yang berlalu lalang mencari makanan. Alhamdulillah hasil jualan ku bisa untuk menyambung hidupku.

__ADS_1


sore itu aku masih menunggu pbelu.perta yang akan membeli daganganku, tiba-tiba saja berhenti sebuah mobil Pajero sport tepat di Sabrang jalan.


" sore," sapa nya dengan pakaian lengkap dengan jas dan kacamata hitam sepertinya ia orang yang sangat penting.


" iya,mau beli berapa bungkus pak nasi uduknya? " aku bertanya.


" tidak,tidak ada seseorang yang ingin bertemu nona." ucapnya seraya menunjuk kearah mobil tersebut. Aku bisa melihat seorang wanita paruh baya turun dari mobil itu dan,,


" Mama,,,?!" ucapku terkejut


" iya nona mutiara " jawab pria itu. Mutiara? Dia mengenalku? Oh,tidak mungkin ternyata pria ini ajudan ayah mertuaku. Iya benar,dia seorang ajudan!


Mama menghampiriku melebarkan kedua tangannya dan memelukku erat. Ada linangan air mata kerinduan kami berdua yang jatuh di pipi kami. Sudah 2 tahun aku tidak bertemu mama mertua ku,aku rindu sekali padanya.


" sayang,,,kita pulang ke rumah ya? Sudah cukup sampai disi saja ya marahnya?" pinta mama tulus


" ini tempatku mah,biarkan aku disini." jawabku terisak


" maaf kan mama yang tidak menemui mu selama ini,karena ini permintaan Alex agar mama tidak menggangu mu."


" iya ma,itu memang permintaan ku."

__ADS_1


Aku ingin bertanya dimana suami ku itu? Tapi rasanya mulutku ini berat untuk mengatakannya. Semoga saja ia baik-baik saja dan dia bahagia dengan keluarga barunya. Aku mempersilahkan mama untuk duduk dan berbincang menikmati suasana sore ditengah pemukiman kumuh.


__ADS_2