
Mutiara POV
Aku duduk di tepian tempat tidurku. Widuri sudah pulang beberapa jam yang lalu setelah kepergian Alex tanpa pamit kepada kami. Aku membuka sebuah kotak berwarna hitam yang terletak diatas meja belajarku. Sebenarnya aku ingin sekali kembali sekolah tapi,keadaanku yang tidak memungkinkan memaksaku untuk belajar di rumah saja. Aku membuka kotak tersebut berharap ada sesuatu yang bisa membantuku untuk kembali mengingat masa laluku. Aku melihat sebuah foto didalam kotak tersebut,aku mengamati gambar yanga da didalamnya. Seorang wanita dewasa dengan wajah yang sangat teduh membuat hatiku tiba-tiba terasa pilu. Dia menggendong seorang anak kecil dengan penuh kasih sayang. Aku membalik foto tersebut 'ibu dan mutiara' tulisan dibalik foto tersebut.
" ibu?" ucapku lirih entah mengapa air mataku tiba-tiba saja menetes. Ada rasa sedih yang mendalam tapi aku tak tau mengapa aku sedih! Aku meletakkan foto tersebut dan membuka sebuah amplop coklat,aku buka amplop tersebut dan aku lagi-lagi terkejut melihat lembaran uang pecahan seratus ribuan ada di dalamnya. 'pemberian alex' begitu kata-kata yang tertulis dalam amplop coklat tersebut.
" Alex? Ini uang Alex? untuk apa dia memberikan aku uang sebanyak ini? siapa dia? " aku bertanya-tanya dalam hati.
Aku mengembalikan amplop coklat tersebut kedalam kotak tersebut kembali. aku mencoba membaringkan diriku,menutup kedua mataku walau sejenak seketika itu muncul sebuah bayangan kecil yang mampu membuat aku tersenyum. Kejadian malam hari,keranjang tempat sampah dan pria yang memberikan aku amplop tersebut. Ya,itu adalah Alex! aku meremas kepala ku terasa sakit menusuk ketika ingatan itu perlahan kembali. Aku mencoba untuk kembali terpejam tapi rasa sakit itu benar-benar menyiksaku.
" bibi,,,,tolong aku!" teriakku seraya meremas kepalaku yang rasanya mau pecah. Tak berapa.lama kemudian pintu kamar terbuka Bi titi terlihat sangat panik ketika melihatku mengerang kesakitan. Aku bisa melihat samar BI Titi menghubungi seseorang dari ponsel nya dan aku bisa menduga jika orang yang dia hubungi adalah Alex.
Di tempat lain
Alex,Willy dan mama (Erina) terlibat percakapan yang cukup di meja makan. Willy menceritakan kisahnya selama berada di dalam penjara ia pun sempat mena yakan keberadaan ibunya kepada mam tapi,mama pun tidak tau kabar ibu kandung Willy. Alex mengangkat ponselnya dengan mulut yang masih berisi makanan ia menjawab Sura di sebrang sana
" iya Bi,ada apa? " tanya Alex
__ADS_1
" tuan,,,non mutiara kesakitan. Bibi bingung harus bagaimana? Bisakah tuan kesini?" ucap BI Titi dengan suara panik . Alex menelan paksa makanan yang masih berada di mulutnya menenggak segelas air dan berkata
" Iya bi,saya kesana sekarang." jawab Alex yang tak kalah panik.
Alex bangkit dari duduknya,mengecup pipi mama dan bergegas pergi.
" mau kemana Lex? " tanya mama heran
" mutiara sakit ma,aku harus ke rumahnya lagi" jawab Alex dengan langkah tergesa-gesa menuju garasi mobil.
" iya ma. " jawab Alex seraya berlalu meninggalkan Willy dan mama
" mutiara? " tanya Willy berpikir sejenak
" kau pasti mengenalnya,dia kekasih Alex." jawab mama yang sepertinya tak kalah panik. beliau takut kalau terjadi sesuatu terhadap Mutiara
" ada apa dengannya? " tanya Willy penasaran dan sudah mulai tidak tertarik dengan hidangan yang ia lahap.
__ADS_1
" mutiara hilang ingatan Willy,,," mama mencoba menjelaskan.
" hilang ingatan? Ada yang terjadi Tante? "
" sebulan yang lalu Alex dan Mutiara mengalami kecelakaan. Dan mutiara mengalami pendarahan otak sehingga membuatnya hilang ingatan pasca operasi. " mama menerangkan peristiwa yang Alex telah alami kepada Willy. Willy menyandarkan tubuhnya di kursi makan,merasa kasihan dan tak percaya atas apa yang telah terjadi. Antara percaya atau tidak tapi,ini memang benar-benar nyata! Willy tau benar seberapa sayang dan cintanya Alex terhadap Mutiara. Willy yakin Alex akan melakukan apapun untuk mutiara ya, apapun.
Alex POV
Aku mengendarai mobilku dengan cepat. aku panik dan tak bisa berpikir sehat saat ini. Aku takut gadisku (mutiara) terluka kembali. entah apa yang membuatnya menjerit kesakitan seperti itu? Yang pasti saat ini aku ingin segera tiba disana memeluknya dan segera membawanya ke rumah sakit. Setibanya di rumah aku langsung masuk menerobos kamar tidur mutiara..dia masih mengerang kesakitan sedangkan BI Titi masih dengan setia menjaganya. tanpa pikir panjang aku menggendongnya,membawa tubuh itu ke dalam mobilku. Wajahnya sudah terlihat pucat karena menahan rasa sakit
" kakak tolong aku,,," rintihnya.
Aku sedikit tak percaya jika dia memanggilku dengan sebutan 'kakak' apakah ingatannya sudah mulai kembali pulih? Ah,,,sudahlah aku tak mau membahas itu yang terpenting bagiku saat ini membawanya segera ke rumah sakit.
Semoga saja ini adalah awal yang baik mutiaraku terlahir kembali sedia kala.
Huh,,,masih setia kan membaca ceritaku? Maaf ya kalau masih ba yak kekurangan? tetap dukung dan memberi semangat aku ya,,,😘
__ADS_1