
Mutiara melepaskan pelukan Alex dan cukup lama mereka terdiam seakan mereka tak saling mengenal. Alex melirik cincin belah rotan yang masih tersemat di jari manis mutiara,setidaknya itu pertanda jika dirinya masih ada di dalam hati mutiara.
" kau masih memakai nya?" tanya Alex menunjuk ke arah cincin belah rotan tersebut. Mutiara menatap cincin tersebut dan berkata
" apa kau ingin aku melepasnya?"
Alex tak menjawab ia menatap sekeliling seolah mencari sesuatu,yang sebenarnya ia sendiri tak tau apa yang sedang ia cari. Hingga akhirnya Alex menatap kembali wajah istrinya tersebut,wajah istri yang sudah ia tinggalkan selama 2 tahun. Mutiara sepertinya tidak begitu menyukai tatapan itu hingga akhirnya ia memutuskan untuk bangun dari tempatnya duduk. Alex lagi-lagi mencegahnya
" beberapa tahun yang lalu aku pernah mencari mu di tempat ini,dan aku menemukanmu. sekarang aku pun kembali hanya untuk mencari mu,lantas apa kau akan membuatku mencari mu kembali ditempat ini untuk yang kesekian kalinya? " tanya Alex pilu. mutiara masih memunggungi Alex ingin rasanya berlari untuk menghindar tapi rasanya kedua kaki ini enggan untuk melangkah. Mutiara menunduk dan mengangkat kembali wajahnya mencoba menatap wajah Alex dengan segala ketegaran hati. Mutiara mengangkat tangannya dan menyentuh cincin belah rotan tersebut di hadapan Alex
" aku sudah berjanji kepada pemilik nama di dalam cincin ini,aku tidak akan melepaskan cincin ini dari tanganku sebelum ia memberiku surat perceraian."
" apa kau masih mengharapkan surat perceraian itu?" ucap Alex penuh tanya.
" iya." jawab mutiara singkat
Alex mencoba menahan air mata yang hendak membasahi pipinya.
" kau membenciku? sehingga kau selalu memintaku untuk pergi darimu? " kali ini suara Alex mulai berubah ada rasa yang benar-benar membuat suaranya terdengar begitu berat.
" iya aku membenci mu karena kau terlalu baik padaku,dan aku membencimu karena aku tidak bisa sempurna seperti wanita diluar sana?!." kali ini mutiara bersimpuh,menutup wajahnya dengan kedua tangannya menangis sejadi-jadinya. Mungkin ini adalah luapan segala rasa yang sudah ia tahan beberapa tahun terakhir. Linangan air mata sudah membasahi pipinya dan Alex mencoba mendekat namun,
" lebih baik kau pergi,biarkan aku sendiri dengan kehidupan ku." ucap mutiara
__ADS_1
" kau sudah menyuruhku pergi 2 tahun yang lalu dan itu aku ikuti. Sekarang,kau meminta ku untuk pergi lagi? Itu tidak akan pernah terjadi lagi. Aku akan kembali itu janjiku. " ucap Alex dan berlalu menembus dinginnya malam.
Hari-hari berikutnya. sepertinya Alex masih belum menyerah untuk bisa kembali membawa mutiara kembali pulang. setiap hari ia datang berkunjung membawakan mutiara makanan atau sekedar membantu membawakan peralatan makan untuk dia berdagang. Meski sesekali yang Alex dapat hanya kebisuan dan sikap acuh tak acuh mutiara ia senang akan hal itu.
" jangan menghalangi langkahku." ketus mutiara ketika Alex tanpa sengaja menghalangi langkah mutiara yang hendak keluar dari rumah.
" galak banget." jawab Alex setengah bergurau. mutiara meliriknya dengan tatapan sinis dan melanjutkan perjalanan nya membawa termos nasi ke ujung jalan. Alex mengikutinya dari belakang sembari membawa mangkuk besar berisi sambal. Alex menyerahkan mangkuk sambal tersebut kepada istri tercintanya. "sambutan yang tak bersahabat!" Alex menggerutu
" memangnya aku menyuruhmu untuk membantuku? Kan tidak. Lebih baik kau pergi kekantor saja sana. " lagi-lagi mutiara mengusirku tapi Alex tak juga menyerah. Ia justru makin bersemangat untuk terus me dekati Mutiara. Huh,,,,seperti abege saja ya? Hihihi
mutiara menata meja dagangan dan,,,
"MUTIARA,,,,,!!" teriak suara dari sebrang sana dan benar saja itu adalah suara nyaring Widuri dengan sepeda motornya.
" widih,,,,ada kak Alex?! Kapan Dateng? Kemana aja sih dia kangen banget Loch sama kakak. " ucap Widuri bertubi-tubi membuat wajah mutiara sedikit memerah karena ucapannya
" dia kangen aku? " tanya Alex mencoba mengulang kata-kata Widuri
" iya,,,,nggak percaya banget sih. Boong deh pokoknya klo dia bilang benci sama kakak. " Widuri kembali meyakinkan Alex dengan kata-katanya.
" udah jangan ngomong lagi. Ini nasi uduknya dan sebaiknya lu pergi!" mutiara menyodorkan 2 bungkus nasi uduk kearah Widuri
" ih,,,,ngusir? mentang-mentang sang pujaan hati sudah kembali. gue di lupain deh. " ucap Widuri sembari menyambar 2 bungkus nasi uduk tersebut dengan cepat.
__ADS_1
" kan gue ngomong jujur mutiara,,,,,kok lu malah marah sih? " bisik Widuri menghampiri mutiara
" tapi kan nggak perlu langsung ngomong di hadapan dia." balas mutiara yang tidak suka Widuri berkata seperti itu.
" iya deh gue pergi. tapi,ingat ya jangan pernah membuatnya pergi lagi." bisik widuri kembali di telinga mutiara
Alex yang sedari tadi mencoba menguping pembicaraan mereka hanya tersenyum melihat Widuri mendapatkan Omelan dari mutiara.
" aku pergi ya kak,sepertinya ia hilang ingatan lagi tuh. sampe lupa bagaimana caranya mencintai orang lain. " ucap Widuri melirik penuh canda ke arah Mutiara.
" ya sudah aku permisi ya,,,mutiara besok ya bayarnya???" Widuri pergi dengan sepeda motor matic kesayangannya. Sepeninggalan Widuri Alex mendekat dan mencoba menggoda mutiara kembali
" ternyata ada yang rindu aku? Hem,,,sama dong." gurau Alex
Mutiara menatap sinis dan menjawab ketus Pertanyaan Alex
" jangan geer,itu hanya lelucon Widuri!"
" ehm,,,tapi aku suka lelucon itu." jawab Alex tak mau kalah
" terserah kau saja." mutiara meninggalkan Alex yang saat ini merasa sedikit lega karena ia tau jika mutiara juga merindukannya.
Widuri,,,,emang paling-paling ya? Sekalinya datang selalu membuat kejutan! Ckckck seperti apa kelanjutannya ya? Ups,,,jangan lupa dukungan nya ya guys,,,,😘
__ADS_1