
Mutiara POV
Aku dan Alex membereskan sisa kebakaran yang terjadi secara mendadak di pesta ulang tahun Naomi. Tidak ada satupun yang menginginkan ini semua terjadi Mama dan papa menelpon beberapa.para ajudannya untuk membantu membereskan semuanya. Naomi masih terlihat takut dan syok akan peristiwa yang baru saja terjadi . Ia memeluk tubuhku erat sekali saat aku menggendongnya, aku bisa merasakan denyut jantungnya berdetak begitu kencang. Jangankan dia aku saja yang sudah dewasa di buat panik akan peristiwa tersebut. Alex menghampiri ku,
" biar aku saja yang menggendong nya? " ucap Alex
" biar aku saja kak," jawabku masih menggendong Naomi
" bagaimana dengan keadaan Willy ya? semoga dia baik-baik saja." ucap Alex dengan tatapan hampa
" dad,terluka om,,,kasihan,aku tidak mau dia pergi lagi." ucapan Naomi membuat bulu kuduk mutiara mendadak berdiri dia paham betul kekhawatiran anak ini karena dia pun pernah merasakan kehilangan seorang ayah di usia yang masih sangat belia.
Alex mengelus rambut Naomi,dia tersenyum mencoba menenangkan hati Naomi dan berkata kepada anak kecil itu
" semua akan baik-baik saja sayang." ucap Alex dan pergi sejenak ketika tiba-tiba papa memanggilnya.
"iya om," jawab Naomi dengan tatapan hampa menatap kepergiaan Alex menuju ke arah papa. Entahlah Alex mendengarkan atau tidak jawaban dari mulut Naomi. tak berselang lama seorang wanita paruh baya mendekat ke arah Mutiara dan Naomi. dengan pakaian biru pupus ia mendekati mereka berdua menyapa ramah kepada mutiara dan membujuk Naomi agar ikut dengannya. Ya,
Pengasuh Naomi datang! Sepertinya pengasuh Naomi tidak ada saat kejadian berlangsung dengan segera ia membawa Naomi untuk beristirahat di kamar nya.
" maaf non,biar saya yang menjaganya. " ucap pengasuh tersebut memohon izin kepada ku
__ADS_1
" oh iya,silahkan." jawabku.menyerahkan Naomi kepadanya.
Aku merasakan tubuhku terasa remuk redam meskipun aku tidak terkena kobaran api itu. Tapi,aku merasakan lelah yang teramat sangat. Mungkin karena kondisiku yang belum sepenuhnya pulih dari sakit. Aku duduk di sudut taman mencoba duduk dengan tenang di bangku taman ini. sementara para ajudan papa masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Alex menghampiriku
" wajahmu terlihat pucat,apa kau sakit? " tanya Alex khawatir. Aku mengangguk lemah,mengiyakan pertanyaan Alex.
" kita pulang saja ya? Biar semua di urus orang suruhan papa." ucap Alex
" nanti saja. Kak aku sudah berdandan cantik Loch,,,bisakah kita Selfi sebentar?." pintaku dengan manja. Alex tersenyum dan mengeluarkan kamera ponselnya. nyaris tanpa suara kamera itu merekam foto kami berdua.
" cantik." pujinya membuatku malu akan kata-kata nya.
Alex terlihat panik ia membawa tubuh Mutiara masuk kedalam rumah. Meletakkan tubuh ku di atas sofa mencoba menyadarkan aku dengan segala kemampuannya.
" ada apa Lex? " tanya mama
" nggak tau ma, tiba-tiba ia pingsan." jawab Alex panik.
Mama mengambil alih posisi Alex. Ia meminta Alex untuk mencari minyak kayu putih di kamar Naomi. Dengan hitungan menit Alex datang dengan minyak kayu putih ditangannya. Mama mencoba memberikan pertolongan kepada mutiara. Dan akhirnya,,, ia tersadar dan mulai membuka matanya
"Alhamdulillah,,," ucap Alex dan mama bersamaan.
__ADS_1
" kepalaku pusing,,,aku mau tidur. Kita pulang yuk kak? " ucap mutiara meraya meremas kepalanya.
Alex mengiyakan ucapan mutiara. Hem,,,jika sudah pusing begini Alex sangat takut mutiara hila Ng ingatan lagi! Ups,itu tidak tejadi dalam bab ini.
Alex membawa pulang Mutiara meninggalkan papa dan mama di rumah Riuka sepanjang perjalanan tak ada percakapan apapun karena mutiara tidur terlelap.
" sepertinya ia memang sangat lelah." pikir Alex yang masih dengan kemudinya.
" tertidur saja ia masih terlihat cantik." Alex berbisik dalam hati.
Alex tiba di rumah Mutiara. Ia menggendong Mutiara yang masih lelap tertidur. Uh,,,ternyata meskipun bertubuh mungil,ia lumayan berat juga. Bi Titi yang berada di rumah tengah segera membukakan pintu kamar pribadi mutiara. Alex membaringkan nya diatas tempat tidur membiarkan Mutiara terbuai mimpi indahnya.
Alex POV
aku membiarkan nya tidur diatas tempat tidurnya. Aku pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di sudut ruangan kamar ini. Ya,tepatnya diatas sebuah sofa! Aku membuka jas tuxedo ku,melepaskan dasi kupu-kupu dan meletakkan nya diatas meja belajar. Aku memandang langit kamar nya dan sesekali mencuri pandang menatap kearahnya (mutiara) hari ini ia sangat cantik! Membuatku makin mengagumi ciptaan tuhan yang sempurna ini. Sampai detik ini aku masih mengkhawatirkan keadaanya aku takut dia kembali merasa kesakitan seperti waktu itu. Perlahan mataku pun terpejam, sebenarnya aku pun merasa lelah dan capek. Karena seharian tadi aku harus membereskan pekerjaan kantor yang sudah lama aku tinggalkan. malam ini aku tidur bersamanya lagi sajalah,,semoga tidak terjadi apa-apa malam ini. Hehehe
Mereka pun tidur dengan posisi mereka masing-masing,tenggelam dalam mimpi yang membuat mereka berdua makin terbuai dalam larutnya malam ini.
Hoam,,,,aku jadi ikutan ngantuk guys
masih mau dilanjut nggak ceritanya? Klo mau dilanjutkan,tetap selalu setia dan dukung aku ya??? Biar aku tambah semangat😉
__ADS_1