
Alex POV
Aku langsung menuju rumah untuk mengambil tas kerja dan mengganti pakaianku. Aku mencium pipi kanan dan kiri mama yang sejak tadi sudah berada di dapur. Sepertinya papa sudah berangkat kekantor terlebih dulu karena aku tau hari ini ada salah satu klien penting yang akan menanda tangani kontrak kerja dengan perusahaan kami. Aku meraih sepotong roti bakar dan menenggak segelas susu yang sudah mama siapkan diatas meja makan.
" ma,maaf aku tak bisa menemani mama sarapan pagi ini." ucapku dengan tergesa-gesa
" iya,nggak apa-apa. Kamu hati-hati ya? " pesan mama.
" oh ya ma,aku ingin membicarakan sesuatu. Tapi,nanti saja setelah pekerjaanku selesai." ucap ku dengan raut wajah serius
"apa itu? Sebegitu pentingkah? " tanya mama
" iya,sangat penting. Ya,sudah aku pamit ya ma?" Aku mencium tangan mama sebelum aku memutuskan untuk pergi.
Mama terlihat heran dengan perkataan ku. Seandainya saja dia tau aku sudah tidak perjaka lagi! Dan,,, seandainya saja dia juga tau mutiara telah aku nodai pasti ia akan kecewa padaku. Huft,,,aku memang bodoh!
Mobil ku memasuki gerbang Utama perusahaan. aku memarkirkan mobil ku dan melangkah dengan pasti menuju ruang meeting. Semoga saja tugas ku selesai lebih awal sehingga aku bisa membicarakan rencana pernikahan ku dengan mutiara.
di tempat lain
Mutiara POV
aku memutuskan untuk menyibukkan diriku kembali dengan kegiatan yang positif.kembali bekerja di toko sovenir milik Riuka. Aku masih merasa sedih karena kejadian semalam tapi, bagaimana pun hidup harus terus berputar. bedanya saat ini aku bekerja dari pagi hingga sore hari karena Aku melakukan kegiatan home schooling pasca kecelakaan waktu itu ,jadi aku tak perlu lagi pergi kesekolah.
Aku turut merasakan kebahagiaan ketika Willy dan Riuka kembali bersama. rencananya mereka akan rujuk! Dan akan melaksanakan pernikahan ke dua mereka secepatnya. aku masih sibuk dengan pekerjaan ku tepat di pukul jam 3 sore. Sedikit banyak kesibukan ini membuat ku sedikit melupakan peristiwa yang sudah terjadi. Aku menghela nafas panjang ketika pekerjaanku selesai beberapa menit kemudian. aku memasukan ponsel dan beberapa alat make up kedalam tas ku. membersihkan diriku yang sebentar lagi akan mendekati waktu untuk pulang.
" mutiara,kamu pulang dengan siapa? " tanya riuka
__ADS_1
" sendiri kak," jawabku singkat
" kamu sakit ya? Kok sejak tadi kelihatan murung?" tanya Riuka lagi
"apa Alex telah menyakitimu? " Willy menyela pembicaraan kami.
" nggak apa-apa kak,aku pulang ya? " pamit mutiara yang sudah siap dengan tas gendongnya.
" iya, hati-hati ya? " ucap Riuka
Aku mengacungkan kedua jempolku melangkahkan kaki meninggalkan mereka berdua. Aku melangkah menuju loby utama sepertinya aku akan naik ojek online saja untuk mengantarkan aku pulang. Karena sepeda lipatku sudah hilang entah kemana setelah kejadian malam itu (kecelakaan) aku mengambil ponselku mencoba mencari driver yang menerima pesanan ku. dan beberapa menit kemudian datang sebuah sepeda motor di hadapanku
" mutiara ya? " tanya pengemudi ojek online tersebut
" iya pak." jawabku seraya mengambil helm yang ia berikan kepadaku. Aku menaiki sepeda motor tersebut tapi,,,belum sempat pengemudi ojek online itu menyalakan mesin motornya seseorang menepuk bahuku dari belakang dan aku hafal betul suaranya
aku melirik ke arah suara tersebut dan benar saja dia adalah Alex! Aku turun dari motor itu dengan terpaksa. Setelah melakukan negosiasi Alex memberikan selembar uang ratusan ribu kepada pengemudi ojek online tersebut.
Aku masih terdiam ketika aku memasuki mobil mewah milik Alex.
" mengapa kau pergi tanpa memberitahu ku? " tanya Alex dengan kemudi ditangannya
" apa harus? " tanya ku ketus
sepertinya Alex tak suka dengan ucapan ku kali ini,ia menghentikan laju mobilnya dan menatap ke arahku tajam.
" kau bilang harus? Iya harus. " jawab Alex dengan nada meninggi
__ADS_1
" lantas aku harus diam di rumah menunggu mu? Tanpa kegiatan apapun? Atau jangan-jangan kau hanya menganggap aku sebagai pemuas nafsu mu? " ucapku penuh emosi. Sepertinya kekesalanku tadi malam hari ini tumpah juga.
" pemuas nafsu? Kau bilang kau pemuas nafsu ku? " Alex bertanya dan menggelengkan kepalanya seakan tak percaya jika aku berpikir seperti itu
" lantas selama ini kau menganggap aku apa? Pria hidung belang? " tanyanya berbalik kepadaku.
" sudahlah aku mau turun saja." ucapku hendak membuka pintu mobil itu tapi sial pintu mobil itu terkunci otomatis.
Aku menyandarkan kan tubuh ku di antara bangku mobil tersebut. Alex sepertinya masih sangat kesal dengan ucapanku tak ada lagi raut wajah teduh yang sering aku lihat diwajahnya. Yang aku lihat hari ini raut wajah Alex yang penuh dengan kekesalan dan emosi karena ucapanku. Hening sejenak hingga akhirnya ia membuka suaranya
" aku minta maaf atas kejadian semalam. Maaf,sekali lagi maaf. " ucapnya parau. Mendengar ucapan maaf nya aku menunduk dengan mata berkaca-kaca aku hanya terdiam tak berkata. memaafkan atau tidak toh semua yang hilang tidak akan pernah kembali! kata-kata itu Yang menari-nari dalam pikiranku. Alex menggenggam jemariku,membuat ku mulai membuka suara
" tolong jangan pernah bahas kejadian semalam lagi,aku tak mau mengingatnya dan tak mau melakukannya lagi. " ucapku lantang dengan mata berbinar.
" tapi aku mau melakukan nya lagi." jawab Alex
" kau sudah gila? jadi benar kan Yang aku katakan,jika aku hanya pemuas nafsu saja? "
" sebagai seorang suami. " Alex memotong pembicaraan ku.
" suami? Tapi usia ku belum 18 tahun? " tanyaku tak setuju
" sebulan lagi kau akan ulang tahun kan,Bagaimana jika di hari itu kita melangsungkan pernikahan?" tanya Alex kepadaku
aku hanya terdiam. Menikah? Di usia muda? Sungguh tidak pernah aku bayangkan!
Wah,wah menikah diusia muda sepertinya akan seru ya guys,,,😁 masih banyak kejutan di cerita ini Loch,,,terus setia menemani ku ya? jangan lupa dukungan nya? Biar aku tetap semangat berkarya,,,🥳
__ADS_1