
mutiara POV
sudah satu bulan ini aku tinggal di rumah orang tua Alex. semua ini dilakukan karena kondisi kesehatanku yang sering kali berubah-ubah. terkadang sakit,terkadang sehat dan terkadang tiba-tiba males melakukan hal apapun. Aku menyiapkan pakaian yang akan Alex bawa besok,memasukan segala keperluan yang dia butuhkan selama berada di jepang. Ingin rasanya aku serta tapi,itu semua tak mungkin karena aku tak bisa melakukan perjalanan jauh (mabok)
pintu kamarku tiba-tiba terbuka,sosok yang sedang aku nantikan datang dengan senyum dan wangi tubuhnya yang khas. Ia menyapa dan mencium keningku setelah itu ia juga tak lupa mengelus perut ramping ku yang kini sudah mulai membesar
" sedang apa ya kalian disana?" tanya Alex
" sedang apa ya? " aku balik bertanya
Alex mencium pipiku tiba-tiba.
" tidak usah pura-pura ikut berpikir." ucap Alex cengengesan
Alex membawaku duduk ditepian tempat tidur.
" mau apa lihat aku seperti itu?" tanya ku penuh tanya ketika memperhatikan aku dari atas sampai bawah
" sudah makan?" tanya Alex
" belom." jawab ku dengan wajah polos
Alex melengos dan melirik ke arah perutku
" tapi kenapa perutmu membuncit?!" ucapan Alex membuatku sedikit kesal! Aku memukul bahu kirinya membuatnya tertawa karena ucapannya sendiri.
" ini hasil perbuatan mu tuan Alex, bisa-bisa nya kau berkata seperti itu padaku hah? " aku menggerutu seraya menghentikan aksiku memukulnya. Aku berbalik arah memunggungi nya dan melipat kedua tanganku dengan kesal
" huh,kau menyebalkan!"
__ADS_1
Aku bisa melihat tawa Alex terhenti dan memeluk tubuhku dari belakang. Aku bisa merasakan hembusan nafas dan detak jantungnya.
" seperti apapun kondisimu,aku selalu mencintaimu." ucap Alex membisikan sesuatu di telingaku. Aku melirik sinis kearahnya
" tidak usah merayuku ya? Aku tau kau sedang memberikan kode?" aku mencoba menebak apa yang ia mau. Pasti ia sedang ingin bercinta dengan ku ( seperti judul lagu. Hihihi)
Alex menekan dahiku dengan ujung jari telunjuk jarinya.
" dasar otak kotor!"
" Alhamdulillah,,,,hari ini aku terbebas dari tugas ku. Yes!" jawabku bahagia mendengar ucapannya
" eits,,,tidak bisa begitu. Aku kan hanya bergurau," wajah Alex tiba-tiba lesu mendengar ucapanku
" nggak mau. Aku sedang datang bulan! " ucapku melepaskan pelukan Alex,dan bangkit menuju pintu kamar
" yah,,,,," aku tertawa melihat ia tampak lesu mendengar ucapanku. Apa ia sudah terkena amnesia jika aku sedang hamil? Dan,mana bisa ibu hamil datang bulan? Hahaha
aku berlari kecil menghindari kejaran Alex tanpa aku sadari aku terpeleset dan terjatuh dari tangga!
"argh,,,!" teriakku. Membuat Alex panik melihatku,ia berusaha menolongku dengan cepat. Sementara mama yang sedang berada di dapur datang menghampiri dengan wajah yang tak kalah terkejut mendengar teriakanku.
" ada apa ini? " tanya mama panik seraya mencoba memberikan pertolongan padaku.
Alex tak bisa menjawab pertanyaan mama,aku merintih kesakitan punggung ku serasa terbakar, perut ku benar-benar merasa sakit aku merintih kesakitan ketika aliran darah segar keluar membasahi kedua kakiku.
" cepat Lex,bawa mutiara ke rumah sakit." ucap mama. tanpa pikir panjang Alex menggendong tubuh mutiara menuju mobil,diikuti mama yang menyusulnya di belakang.
Alex POV
__ADS_1
Aku tak dapat berpikir jernih ketika aku melihat mutiara merintih kesakitan! Ini kesalahan kedua ku yang membuat mutiara harus kembali merasakan sakit. Aku benar-benar merasa bodoh,mengapa karena ulahku mutiara harus berkali-kali mengalami kesialan?!. Setibanya di rumah sakit dokter erwin segera memberikan pertolongan kepada mutiara. Mutiara masih dalam keadaan sadar ketika ia memasuki ruang ICU namun wajahnya mulai memucat karena darah segar terus mengalir.
" ini semua salahku ma," aku menyalakan diriku sendiri ketika aku berada di luar ruang ICU bersama mama.
" tidak ada yang menginginkan kejadian ini sayang," Mama berusaha menenangkan ku. hingga akhirnya dokter erwin keluar dari ruang ICU
" Lex dengan berat hati saya harus menyampaikan jika kau harus memilih satu diantara mereka berdua. "
betapa hancur hati Alex mendengar kata-kata dr Erwin. Aku dan mama saling menatap,aku tak bisa memilih satu diantara mereka berdua.
" jika kita bersikeras menyelamatkan keduanya itu sangat tidak mungkin," dr.erwin berusaha menjelaskan
Mimpi itu seketika itu hancur berkeping-keping harapannya untukemiliki bayi kembar sirna hari ini karena kesalahannya.
" selamat kan istri saya dok," ucap ku dengan nada sedih
" baiklah. Silahkan tanda tangani ini,dan kami akan segera melakukan tindakan selanjutnya. " tanganku bergetar ketika aku harus menyetujui perpisahan dengan kedua bayi kembarku. Aku berusaha untuk tidak menangis tapi sepertinya aku tidak bisa. Apa yang harus aku katakan padanya (mutiara) ketika ia tersadar nanti? Mama mengusap bahuku,mencoba memberikan semangat dan dukungan moril kepadaku.
" Maaf kan aku ma,mama harus kehilangan dua orang cucu." Isak ku dalam pelukan mama. Mama pun tak bisa menjawab ucapanku,aku bisa melihat wajah mama berubah sedih mendengar ucapanku.
2 jam kemudian
Tubuh Mutiara keluar dari ruang operasi dengan kondisi yang sangat pucat. Aku bisa melihat seorang perawat mendorong keranjang bayi ,aku mendekati perawat tersebut
" apa saya boleh melihat nya?" tanya Alex dengan suara gemetar
" iya ,silahkan." aku membuka penutup wajah bayiku perlahan. Aku terluka dan kecewa melihat mereka hadir ke dunia ini dengan tubuh tak bernyawa! Ternyata mereka sepanjang bayi kembar. Aku sudah membayangkan tawa riang mereka akan menghiasi seisi rumah tapi semua itu kuini tidak akan terjadi. Mama tak kalah sedihnya dengan ku ketika melihat kedua tubuh mungil itu yang sudah berujud sempurna
" cucuku,ini nenek." ucapnya lirih kami berdua berpelukan dan saling menguatkan ketika perawat tersebut menutup kembali penutup kepalanya.
__ADS_1
setiap manusia punya rencana tapi hanya rencana tuhan yang mampu untuk berbicara di masa yang akan datang.