
Setelah kejadian yang tak terduga terjadi, membuat mama dan mutiara datang terlambat ke rumah. Mereka bisa melihat pemandangan yang sangat luar biasa,sudah banyak anak-anak di dalam rumah itu ada yang sedang membuka buku,menulis atau sekedar berlari-lari kecil. Mama dan mutiara tersenyum melihat tingkah mereka (anak-anak) mereka membalas tatapan keduanya dengan wajah sumringah dan penuh semangat.
" yeay,,,Kaka sudah datang! " sorak anisa kegirangan bersambut dengan sorak Sorai semuanya.
Mutiara mengangkat jari telunjuknya mendekatkan ke bibirnya sebagai tanda agar anak-anak bisa sedikit lebih tenang.
" kalau mau belajar,kita harus apa? " tanya mutiara dengan lembut
" tenang dan tertib,,!" jawab mereka bersamaan.
" bagus,kalau begitu kita berdoa dulu ya? Siapa yang amu memimpin doa? " tanya mutiara lagi
" saya!" Khairul mengangkat tinggi-tinggi tangannya
" okeh,irul pimpin doanya ya? Oh ya,hari ini kakak bawa mama nya kak Alex ya? Kalian bisa panggil Oma ya? Oke? " mutiara memperkenalkan mama mertuanya kepada anak-anak.
" okeh! selamat datang Oma,,,," sapa semuanya kompak
" terimakasih, belajar dengan baik ya? " jawab mama gembira.
Mereka memulai kegiatan belajar mengajar. Bagi mama ini adalah pengalaman pertama nya mengajar anak-anak ditempat seperti ini. Ternyata sangat menarik,mama senang kegiatan ini dan sepertinya ia akan kembali ke tempat ini di hari yang akan datang.
Di tempat lain
Willy POV
Akuvmerasa sedih sekaligus terharu karena pada akhirnya aku bisa menulan ayahku yang telah lama hilang. Aku paham dan mengerti keadaan jiwanya saat ini,mengalami berbagai macam masalah membuatnya tak mampu menopang kerasnya beban hidup. Dari mulai perusahaan yang bangkrut,hingga perselingkuhan istri yang ia sayangi. Setelah di bersihkan dan dimandikan oleh perawat,ayah mendapatkan pertolongan dari dokter. Ayahku hanya terdiam ketika dokter memeriksanya,setelah melakukan beberapa pemeriksaan dokter dan beberapa orang perawat membawa ayah ke sebuah ruangan. dokter memberikan sebuah suntikan kepada ayah karena beliau menolak untuk minum obat. Aku mendekat
" yah,ayah apa kau sudah mengenali aku? " tanya Willy
beliau menatapku masih dengan tatapan kosong.
" Willy? Bukan kau bukan Willy. " jawabnya menolak ku. Aku tau pasti ayah tidak mengenali aku,karena beliau hilang sejak aku masih kecil.
Aku menunduk lesu,mungkin butuh waktu dan banyak proses untuk mengembalikan semua kesadaran jiwanya. aku harus membesarkan hatiku dan mengubur rasa rinduku yang tak tersalurkan sampai ayahku benar-benar sembuh.
" baiklah aku pergi sebentar ya,besok aku akan kembali." Willy berpamitan kepada ayahnya,meninggalkan ayahnya yang masih diam menatap langit-langit ruang perawatan.
__ADS_1
Aku melangkah keluar ruangan dengan langkah gontai. Sesekali aku menengok dari jendela untuk memastikan jika ayah baik-baik saja hingga akhirnya aku melihat ia lelap tertidur.
sepertinya aku tak bisa menjemput mutiara dan Tante Erina akhirnya aku putuskan untuk menelpon Alex.
" Lex,gue butuh bantuan lu." ucap Willy
" iya katakanlah. " Alex menjawab telpon Willy
" ayah gue telah di temukan,sekarang gue ada di rumah sakit."
" benarkah? " Alex terkejut
" iya,mobil Tante Erina gue bawa ke rumah sakit jadi,Tante dan mutiara tidak ada yang menjemput. Bisa kah kau menjemput mereka? " tanya Willy
" okeh siap. Aku akan menjemput mereka." jawab Alex mantp
" oh ya satu lagi Lex,motor sport w ada disana. Sekalian bawa pulang ke rumah lu ya? Nanti gue ambil sekalian mengembaliin mobil. " Willy menambahkan. Huh,,,bukan Willy namanya jika tidak merepotkan!
" Hem,,,iya,ya apalagi? Udah segitu doang? " tanya Alex sedikit kesal
" jangan marah dong,,,kan gue minta tolong." jawab Willy cengengesan
" okeh siap." Willy mengakhiri percakapan mereka.
Alex pun membereskan meja kerjanya,meninggalkan pesan untuk sekretaris nya dan beranjak pergi menjemput mama dan mutiara.
Kembali ke mama dan mutiara ya?
Mama sibuk memberikan nilai untuk mereka yang telah selesai mengisi soal matematika. Ternyata mereka semua pandai Loch?! Buktinya hampir semuanya mendapat nilai seratus! Mama sesekali menatap Mutiara yang sedang mengajarkan membaca pada anak-anak yang lainnya. Tawa riang anak-anak merupakan hal yang mampu membahagiakan hati mama yang terkadang di Landa kesepian.
" selesai,,,uh,kalian pintar. " puji mama. Mutiara merasa bahagia sekali mendengar ucapan mama ternyata tidak sia-sia ia mengajak mama ke tempat ini. Karena mama terlihat sangat senang dan gembira bersama anak-anak. Tadinya mutiara pikir mama akan merasa tak nyaman dengan kondisi rumahnya yang hanya berbentuk semi permanen.
3 jam kemudian pelajaran selesai mama dan mutiara mengizinkan anak-anak untuk Pulang. Ada pemandangan yang menarik,tak sedikit diantara mereka yang sudah siap membawa karung untuk langsung mencari barang bekas,ada juga yang sudah dijemput orang tuanya dengan gerobak sampah dan,,,ada pula yang berpura-pura cacat untuk pergi mengemis.
" apa mereka selalu seperti itu? " tanya mama
" iya,mah. Itu mereka lakukan hanya untuk bertahan hidup. Seandainya ada pilihan mungkin mereka.juga tidak ingin seperti itu." mutiara menjelaskan kepada mama.
__ADS_1
Mama menatap pilu setiap langkah riang anak-anak itu. Mereka punya semangat belajar yang tinggi,mereka juga pandai dan mereka juga mampu menghargai siapa orang yang lebih tua,tapi sayang nasib mereka tidak beruntung.
Mama menghela nafas panjang dan berkata pada mutiara
" nanti klo kita kesini lagi,kita bawa makanan u tuk mereka ya? Mama bisa Loch membuat masakan yang enak. " ucap mama membanggakan dirinya sendiri
"siap ma,apapun yang mama masak pasti enak." puji Mutiara dengan senyum manisnya
" ah,,,kamu seperti Alex saja pintar memuji. " jawab mama ramah.
Tak lama kemudian sosok Alex datang. dengan penuh hangat ia menyapa keduanya (mama dan mutiara)
" sudah selesai? " tanya Alex pada keduanya,mama menjawab dengan cepat tanpa memberikan mutiara kesempatan untuk bicara.
" sudah,,,Alex mama sangat hepi di tempat ini. Mama besok akan kesini lagi,membawakan makanan untuk anak-anak." ucap mama bersemangat
" syukurlah,,,mama jadi ada kegiatan."
Mutiara tersenyum melihat tingkah laku mama
" Mama jadi guru matematika Loch hari ini? " ucap mutiara
" emang mama bisa? " ucap Alex setengah bergurau
" ih,,,,bisa dong." jawab mama membela diri.
" oke kita pulang sekarang ya? "
Mama jalan mendahului mereka berdua. Alex mengecup kening Mutiara dan mengelus perut mutiara yang sudah mulai membesar.
" kau sudah sehat? "
" iya,seperti yang kakak lihat,aku sangat sehat!" jawab mutiara bersemangat
" aku senang mendengarnya."
Keadaan mutiara memang terlihat membaik. Wajahnya sudah mulai terlihat segar dan ceria. mutiara menutup pintu rumahnya,menggandeng tangan Alex berjalan menuju mobil untuk menemui mama yang sudah berada di dalam mobil.
__ADS_1
sepanjang perjalanan mama menceritakan pertemuannya dengan Johan (ayah willy) Alex pun mendengarkan dengan penuh antusias.
Lanjutttt