Mutiara

Mutiara
episode 63 berjumpa


__ADS_3

Mama POV


Ternyata menantuku sangat pandai memasak. Nasi uduk buatannya sangat enak! mengalahkan nasi uduk buatanku. pantas anakku begitu tergila-gila kepadanya karena dia memang wanita istimewa. 2 tahun aku tak berjumpa dengannya dan kini aku melihat dai lebih dewasa. Aku menemani mutiara berjualan nasi uduk hari ini,ternyata pembelinya banyak sekali! Tidak Memerlukan waktu yang lama untuk menghabiskan termos nasi yang berisi 5liter nasi uduk! Mutiara mengelap keringat yang sudah mulai membasahi dahinya ditengah rasa lelah ya ia masih sempat tersenyum pada ku.


" setiap hari kamu jualan seperti ini? " tanya mama seraya membantu mutiara membereskan wadah bekas lauk pelengkap nasi uduk.


" iya,mah. dari sinilah aku bisa bertahan hidup." jawabnya membuatku hatiku bergetar. Ya,selama 2 tahun ini alex tak memberikan nafkah lahir dan batin untuk mutiara. Aku tersenyum hampa dan mengelus punggung menantu ku itu


" mulai besok kau tak perlu berjualan lagi ya? Biar mama yang akan memenuhi kebutuhan mu." mendengar ucapanku mutiara sedikit terkejut.


" tidak perlu mah,aku tidak mau merepotkan mama." mutiara menolak tawaran ku dengan manis. dengan cepat ia memasukan peralatan yang ya gunakan untuk berjualan. Aku menghela nafas panjang,mungkin aku seharusnya aku tak perlu memaksakan kehendak ku sendiri.


Mutiara meminta ku u tuk tetap tinggal,membiarkan dirinya seorang diri mengembalikan peralatan makan ke rumahnya. Mama masih menunggu dengan sabar sementara mutiara datang dengan pakaian yang sederhana nya ( celana kulot dan blues).


" kamu semakin cantik nak," puji mama


" Mama bisa saja,mama mau pulang sekarang?" tanya mutiara


" iya. Tapi,mama sedang menunggu seseorang." ucap mama sambil mencari-cari seseorang yang belum juga ia temukan.


" siapa mah?" tanya mutiara yg ikut-ikutan celingukan


" nanti kamu juga akan tau." jawab mama


sedikit banyak mutiara berharap orang yang mama maksud adalah Alex! Namun,,,tak berselang berapa lama muncul pria paruh baya yang tak kalah tampannya dengan Alex! ya,dia adalah Guntoro papa Alex. papa menyapa hangat Mutiara seperti seorang ayah yang sudah lama tidak bertemu dengan anak kandung nya sendiri.

__ADS_1


" apa kau baik-baik saja nak? " tanya papa.


" iya,pah aku baik-baik saja. " jawab mutiara


" kita pulang sekarang?" tanya papa kepada dua wanita tersebut. mutiara beradu pandang kepada keduanya,rasanya ia belum siap untuk kembali ke rumah itu lagi.


" maaf,saya tetap tinggal disini saja," jawab mutiara


" kenapa? Sudah lama kamu tidak pulang,pulanglah nak? " papa memohon namun Mutiara tetap menolak. Mama bangkit dari duduknya dan membisikan sesuatu kepada papa. Entah apa Yan mama katakan sehingga papa mau menuruti kata-kata mama.


" baiklah,,,biar besok papa suruh orang untuk menjemput mu ya? Sudah cukup mutiara,kau harus pulang. Biar bagaimanapun kau masih tetap menantu kami." kata-kata papa membuat Mutiara sedikit terkejut. Menantu? Benarkah Alex belum menikah lagi? Lantas kemana dia saat ini? Ah,,,sudahlah semoga saja aku tidak bertemu dengannya.


Mutiara memeluk tubuh mama sebelum mama meninggalkan tempat ini. Papa memberikan senyuman hangat kepada mutiara seraya menepuk bahu mutiara. Mereka sangat baik,bahkan terlalu baik! itulah mengapa sebabnya Mutiara memilih untuk mundur karena sebagai wanita yang tidak sempurna lagi ia tak berhak hidup bersama mereka yang sangat sempurna.


Alex tiba di bandara internasional Soekarno Hatta. Sudah 2tahun ia berada di negara orang,selama itu pula ia tidak pernah mengirimkan kabar kepada istri yang memintanya untuk pergi (mutiara) hari ini Alex membulatkan tekad nya untuk bertemu dengannya. Apapun yang akan terjadi ia harus bertemu istri yang sangat ia cinta.


Alex POV


Mama menyambutnya dengan penuh suka cita. bagaimana tidak? Aku pergi dengan berbagai pikiran yang kalut pada waktu itu. Keputusan mutiara yang meminta aku untuk pergi,kehilangan sepasang bayi kembar itu membuatku sangat terpukul. Aku bisa melihat kerinduan di raut wajah wanita yang telah melahirkan aku tersebut. Ia memeluk ku erat dan mencium kedua pipiku,dimatanya aku masih saja seorang anak kecil yang selalu membutuhkan kasih sayang.


" kita pulang sayang," ajak mama seraya menggandeng tanganku. Sementara barang bawaan ku sudah berada ditangan salah satu ajudan papa


" ma, bagaimana keadaan Mutiara?" tanyaku ketika kami sudah berada di dalam mobil


" baik,kemarin mama berkunjung ke rumahnya. Taukah kau? Dia semakin cantik dan dewasa. " pujian mama untuk mutiara makin menambah rasa rinduku padanya.

__ADS_1


" kalau begitu,aku langsung ke sana saja ya? Aku ingin membawanya pulang. "


" tidak semudah itu sayang,,,," mama mencegahku


" tapi aku ingin dia kembali. "


" iya,mama paham tapi tidak perlu memaksa. "


" iya,baiklah. " jawabku terpaksa setuju dengan saran mama.


" tapi aku kesana sekarang ya mah? " aku berkata lagi. berharap mama mengizinkan aku untuk pergi menemui mutiara


" baiklah,,,"


Aku tersenyum bahagia mendengar ucapan mama. Mama menuju kan ku tepat di ujung jalan menuju rumah mutiara. aku perlahan menuju rumahnya walaupun langit sudah terlihat gelap aku tetap ingin bertemu dengannya.


Ingin sekali aku mengetuk pintu rumah itu tapi,sepertinya yang punya rumah (mutiara) sedang tidak ada di rumah. Aku memalingkan wajahku berharap menemukan sosok yang sedang aku cari-cari,sepertinya aku tau dimana ia berada? Aku menuju tempat itu,tempat yang sering aku datangi ketika aku dulu mencarinya. Ya,tempat yang mengawali perjumpaan kami setelah kami berpisah sejak kecil. Dan benar saja,aku menemukannya kembali di tempat ini! aku mendekati wanita itu,wanita yang sedang duduk seorang diri menatap langit si sudut perkampungan kumuh ini. Ia menolah ke arahku,ada tatapan terkejut ketika ia melihatku hingga akhirnya ia memalingkan wajahnya dariku. Aku mencegahnya untuk pergi ketika ia tiba-tiba bangkit hendak meninggalkan ku.


" jangan pernah pergi lagi." ucapku


Ada butiran air mata menetes diwajahnya. Aku menarik tubuhnya agar bisa menangis di dalam peluk kan ku.


" sudah cukup sampai disini mutiara,,,aku tak mau melepaskan mu lagi." ucap ku masih mendekap mutiara erat.


lanjuttttt,,,

__ADS_1


__ADS_2