
Alex POV
aku membawa mutiara ke rumah ku. aku ingin segera mungkin menyelesaikan masalah yang terjadi antara aku dan dia. Aku mengerti jika mutiara saat ini membenci ku dan aku juga memahami jika dia kecewa terhadapku. Aku terima semua itu karena semua ini memang mutlak karena kesalahan ku.
Sudah mendekati waktu malam. Mutiara duduk dengan santai di sofa ruang tengah. Dengan ramah dan hangat mama mengajak calon menantunya itu berbincang. sedangkan aku masih menunggu kedatangan papa untuk memulai pembicaraan yang serius ini, tanpa di duga Riuka dan Willy pun datang. Mereka membawa Naomi,ternyata mereka hendak mengundang kami semua untuk menyaksikan ijab kabul
mereka berdua yang akan segera dilaksanakan. Uh,,,betapa senangnya aku mendengar berita ini!
tak lama berapa lama kemudian papa datang beliau pun berbaur bersama kami tertawa sejenak dan bercerita tentang kejadian hari ini yang lumayan melelahkan. Bertemu dengan klien yang lumayan kritis membuatnya banyak menguras tenaga dan pikiran.
" jadi kalian akan rujuk? " tanya papa yang sudah duduk santai di atas sofa ruang tengah.
" iya om. " jawab Willy sumringah
" itu memang lebih baik Willy. " ucap mama
" aku ingin menebus semua kesalahan ku om,doakan kami selalu baik-baik saja ya? " ucap Willy lirih seraya menatap wajah Riuka dengan penuh harap.
" doa kami selalu bersamamu Willy,jangan pernah melukai hati istri mu lagi ya? " pesan mama
" iya Tante." jawab Willy mantap
Hening sejenak. Aku dan memulai pembicaraan yang sejak tadi sudah berada di ujung lidah ku.
" pa,ma apa aku boleh bicara sesuatu?" tanya ku yang sudah mulai serius
__ADS_1
" bicaralah,,," jawab papa
" aku ingin menikahi mutiara." semua yang berada di ruangan ini terkejut,tidak terkecuali dengan mutiara!
" kau yakin itu nak? " tanya mama dengan raut wajah tak percaya karena yang ia tau aku akan menikah dengan mutiara setelah mutiara menyelesaikan sekolahnya.
" iya ma," jawab ku mantap
Willy menepuk bahuku
" itu ide yang bagus,mungkin kita bisa melangsungkan pernikahan ini secara bersamaan." ide Willy tiba-tiba muncul ditengah kebingungan kedua orang tua ku. Aku bisa melihat raut wajah papa yang mendadak serius beliau menyeruput secangkir teh manis buatan mama.
" apakah ada sesuatu yang terjadi,sehingga kau memutuskan untuk menikahi mutiara dengan sangat terburu-buru? " tanya papa penuh tanya
" ya, pa ku rasa kalian mengerti apa yang sudah terjadi diantara kami berdua. " jawab ku singkat
Papa dan mama beradu pandang mereka bisa menebak apa yang dimaksud oleh ku.
" hebat Lex,,,sebentar lagi pasti akan ada Alex junior? Wah,,,pasti seru sekali." mendengar ucapan Willy, Riuka spontan menginjak kaki Willy,membuat Willy berteriak karena kesakitan. Terkadang kata-kata Willy memang di luar dugaan
" sakit sayang." ucap Willy
" diam,dan jaga mulutmu itu!" gertak Riuka
" aku kan hanya bergurau."
__ADS_1
" tapi,ini bukan waktu yang tepat." jawab Riuka ketus
" baiklah papa dan mama merestui pernikahan kalian. Biar orang suruhan papa yang akan mengurus acara pernikahan kalian ber-4. " ucap papa diiringi senyuman di wajahnya.
" ber-4 om? Kami akan menikah bersama? Wah,,,serunya. " ucap Willy
Papa mengangguk dengan cepat. mutiara mengangkat wajahnya yang sejak tadi hanya diam mendengarkan percakapan kami mungkin terlalu dini,tapi setidaknya akan aku buktikan padanya jika yang ia pikirkan terhadap diriku tidak seperti itu.
" kalau begitu,sekarang kita makan malam bersama ya? " Mama mengajak kami semua menuju ruang makan untuk menikmati makan malam bersama.
" dari tadi kamu diam saja muti? apa kau tidak senang akan menikah dengan alex? " tanya riuka kepada mutiara
Mutiara tersenyum getir,ia menarik nafas panjang mencoba menguatkan dirinya untuk memulai pembicaraan.
" aku senang,sangat senang. terimakasih papa dan mama sudah menerima aku sebagai bagian dari keluarga ini. Aku merasa terharu sekaligus sedih." mutiara menyeka air mata yang sudah mulai jatuh dari pelupuk matanya
" maaf jika aku pernah membuat kalian kecewa,aku sedih karena tidak akan ada wali nikah di acara pernikahan ku nanti. Aku sedih akan hal itu, aku tidak mempunyai kerabat ataupun orang tua di dunia ini." mutiara bangkit dari tempatnya duduk ia tak ingin merusak suasana makan malam karena kesedihannya
" maaf,aku harus pergi. " mutiara berpamitan namun Alex yang berada disampingnya menahan kepergiannya dan memeluk Mutiara. mencoba menenangkan suasana hatinya yang saat ini sedang sangat sedih. Mutiara menangis sedih dalam pelukan Alex. Mama datang menghampiri mencoba menggantikan pelukan Alex
" menangis lah nak,jika itu memang busa membuatmu sedikit tenang. Dan satu hal yang harus kamu ingat kau bukan sekedar calon menantu ku tapi,kau sudah aku anggap seperti anak perempuan ku sendiri. " ucap mama dengan tulus.
" terimakasih. " ucapku dengan linangan air mata.
kita tidak akan pernah tau apa itu yang namanya sakit karena kehilangan seseorang yang kita sayangi,sebelum kita merasakan hal tersebut. Rindu yang tak berujung itu memang sakit,sangat teramat sakit😔
__ADS_1