
mutiara POV
Aku dan mama menuju perkampungan kumuh tempat dimana aku pernah tinggal. Ternyata mertuaku orang yang ramah dan hangat! Ia tidak pernah menyinggung status sosial ku selama ini baik itu secara tak langsung atau pun langsung. beliau benar-benar menyayangi aku sama seperti Alex menyayangiku. Mama mertua ku memegang kemudi mobil selain cantik ia juga pandai memasak Loch,,,karena kepandaian memasaknya itu ia membuka sebuah rumah makan di kawasan puncak.
Sepanjang perjalanan mama banyak sekali bercerita tentang kisah asmaranya dengan papa mertua ku yang bisa dibilang tidak lah mudah. Menikah dari hasil perjodohan,tidak memiliki rasa sama sekali hingga kisah cinta mama dengan mantan kekasih yang berakhir perpisahan. Mama menghentikan laju mobilnya ketika sepasang matanya melihat sosok gelandangan di ujung jalan menuju rumah ku.
" kenapa mah? " tanya ku seraya melirik kearah sumber yang mama tuju.
" tunggu sebentar,sepertinya mama mengenali pria itu? " jawab mama ketika melihat sosok pria dengan rambut gimbal duduk di pinggir jalan.
Mama memarkir mobil dan beranjak menghampiri pria tersebut. Mama setengah berjongkok mencoba mengamati baik-baik wajah pria gelandangan yang hanya diam terpaku menatap jalanan.
" Johan? Kau Johan kan? " tanya mama.aku merasa heran bagaimana bisa mama mertua ku mengenali pria itu? Sementara pria itu hanya diam terpaku tanpa kata.
" Mama mengenalnya?" tanya ku
"iya,dia papanya Willy sayang,,,! Sebentar mama akan menghubungi Willy." Mama mengambil ponselnya menekan nomor ponsel milik Willy.
ditempat lain
Sejak mutiara menikah,Willy yang membantu Riuka di toko sedikit banyak toko mengalami banyak perkembangan. Willy mengangkat ponsel nya
" halo Tante? " sapa Willy
" Willy kau harus segera kesini. Tante menemukan ayahmu?!" ucap Tante Erina di sebrang sana
__ADS_1
" ayah? " tanya Willy tak percaya
" iya cepatlah datang. Di perkampungan kumuh tempat mutiara dulu tinggal iya? " ucap Tante Erina
" baik,aku akan segera kesana." Willy menutup ponselnya. Bergegas pergi setelah memberikan sebuah kecupan kepada Erina
" kau mau kemana? " tanya riuka yang sedang menata pesanan sovenir di toko mereka.
tak lama kemudian Tante Erina mengirimkan aku sebuah foto. Dan benar itu memang ayahku!
" ini sayang,ayahku sudah ditemukan. Aku harus menjemputnya." ucap Willy menunjukan foto yang sudah Tante Erina kirim. Dengan segera ia berlari meninggalkan Riuka
" hati-hati,,!" teriak Riuka sementara Willy telah hilang dari pandangan mata Riuka
Willy membuka helm nya ketika ia melihat mereka (Tante Erina,mutiara,dan Johan) dengan langkah sedikit gontai Willy menghampiri pria yang sudah sangat tak terurus itu,Willy menyentuh tangan yang dulu pernah memberikannya sebuah kasih sayang,tangan yang dulu pernah menggendongnya dan tangan yang selalu menolongnya di saat ia terjatuh saat bermain sepeda kini terlihat kotor penuh debu.
"ayah?" ucap Willy dengan mata berkaca-kaca
Pria itu menoleh dan menatap wajah Willy,memandang secara bergantian ke arah mereka.
" aku ingin anak dan istriku? Hehehe,,," ucapnya dengan tatapan kosong.
" ayah ini aku? Aku Willy? " Willy berusaha menyadarkan pria tersebut dan meyakinkan jika dia adalah anaknya.
" Willy? " dia mengulangi kata-kata Willy. Ia menyentuh wajah Willy dengan tangan yang gemetar.
__ADS_1
" tidak, tidak,tidak kau bukan Willy! Willy ku masih kecil dia anak baik tapi,,,ibunya tiba-tiba pergi. Aku tak tau dimana letak salahku sebagai seorang suami? Hu hu hu" pria itu menangis membuat kepiluan yang berada dalam hati Willy bertambah sakit. Willy menatap wajah mama dan mutiara.
" Tante,apa aku boleh meminjam mobil untuk membawa ayahku kerumah sakit? " tanya Willy
" iya,tentu saja."
Mama membuka pintu mobilnya dan Willy mencoba untuk membujuk sang ayah agar mau ikut dengannya. Tidak ada perlawanan yang berarti,Johan masuk kedalam mobil tanpa paksaan.
" aku pinjam sebentar mobilnya ya Tan? nanti aku akan jemput Tante. " ucap Willy tergesa-gesa
" iya, hati-hati ya? " pesan mama menepuk bahu Willy sebagai tanda pemberi semangat. Willy menoleh kearah mutiara
" aku harus segera pergi. Tunggu sebentar ya? Atau aku akan menelpon Alex jika aku tak bisa segera menjemput kalian. " ucap Alex kepada mutiara
" sudah lah kak,yang terpenting kakak harus segera ke rumah sakit. Urusan kami pulang dengan cara apa nanti saja kita pikirkan ya? " jawab mutiara
" okeh. "
Willy masuk kedalam mobil milik mama. membawa ayahnya menuju rumah sakit jiwa.
Tidak semua orang mampu menerima takdirnya
kekecewaan dan kegagalan untuk sebagian orang hanya mampu membuat mereka sakit dan larut dalam kesedihan yang mendalam.
maaf updatenya agak lama ya,,,ada insiden yang membuat jari-jari ku sedikit sakit! Tetap selalu beri dukungan untuk aku ya 😘guys Hem,,,kita lanjut ya? 💪
__ADS_1