
mutiara POV
Aku benar-benar tak ingat siapa diri ini sebenarnya. Pria yang ada di samping ku begitu baik nyaris tak sedetikpun dia pergi dari sisi ku. Aku menatap sekeliling rumah ini ada kenangan kecil yang aku ingat tapi,aku tak bisa mengingatnya lagi lebih jelas.wanita paruh baya menyapa ku dengan hangat seolah ada kedekatan antara aku dan dia yang sudah terjalin cukup lama. Ya,dia adalah Bi Titi! aku tak tau me gapa dia menangis ketika memelukku,mengelus kepalaku dan mencium kedua pipiku dengan mata yang penuh dengan linangan air mata. Aku bingung,benar bingung tak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi.
" sehat-sehat ya non? " ucapannya membuat hati ku ikut larut dalam kesedihannya. Aku mengangguk dan meraih jemarinya aku berusaha mengucapakan sesuatu yang ingin aku katakan.
" bibi,,,jangan pernah menangis lagi ya? Bisa kan bibi terus bersamaku? " tanyaku
" iya non,bibi akan menemani non disini." jawab bibi tulis.
Aku menatap wajah Alex yang memandang kami berdua sejak tadi. Dia membawaku menuju kamar tidurku . Ya,aku yakin itu kamar tidurku! Aku duduk di sofa yang terletak disudut kamar itu sementara Alex meletakkan tas yang berisi pakaian ku diatas meja belajarku. Alex mendekatiku dengan segelas air putih dia kini berada di sampingku. Ada rasa yang tak biasa ketika Alex berasa dekat denganku,getaran itu terkadang membuatku terasa sakit dan sedih. Aku menatap wajah Alex dan berkata
" apa ada hubungan spesial antara aku dan kamu?" tanya mutiara berharap ada jawaban dari pertanyaan nya yang keluar dari mulut Alex.
Alex merangkul tubuhku tanpa suara. entah apa yang terjadi dengan pria ini,setiap kali dia memelukku dia selalu menitik kan air mata.
" maaf kan aku sayang,maaf ku mohon maafkan aku." bisik nya
Aku makin merasa heran dengan ucapannya. sayang? Apa aku begitu berarti untuknya?
" aku tidak akan memaksamu untuk mengenali siapa aku untuk saat ini. Tapi,aku yakin hubungan kita di masa lalu bisa membawa mu kembali kepadaku. Ingatlah aku akan selalu ada seperti bayangan yang selalu ada sisi mu." dia mengecup hangat keningku,aku larut didalamnya membiarkan Alex mengecup bibir ku. Oh,,,, sudah-sudah ini tak pantas diteruskan!
__ADS_1
" kau mencium ku? " tanya ku dengan nada tak setuju.
" maaf,aku khilaf. " jawab Alex yang sepertinya masih berusaha mengendalikan hawa nafsunya. Seandainya berlanjut mungkin akan terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Oh tuhan,,,kuatkan imannya.
" maaf ya,aku terbawa suasana." Alex memohon sementara aku masih sedikit kecewa dengan tindakannya.
" iya,iya,,," jawab ku sejadinya. Alex menatap ku dan tersenyum
" kenapa kau tersenyum? " jawabnya ketus
"dalam keadaan apapun kau memang selalu menggemaskan dengan sifat acuh tak acuh mu,aku suka itu." jawab Alex sejadinya
" lebih dari menyebalkan! Tapi,,,kau suka itu kan??" tanya Alex setengah menggoda
" huh,,,semoga saja ingatanku tidak akan pernah kembali. " ucap ku sejadinya.
"jika itu yang terjadi,kau sama saja membunuhku secara perlahan. " jawab Alex
" sepenting itukah diriku untuk mu? jangan menipuku tuan muda,,," aku menjawab sejadinya seakan tak mau kalah dengan lawan bicaraku saat ini.
" iya kau memang terlalu penting,bahkan sangat penting." Alex mendekatkan wajahnya kembali kali ini ia berhasil mencuri sebuah kecupan yang mendarat di pipi kanan ku. Aku terkejut tapi entah mengapa aku suka akan hal itu. Alex pergi menjauh dariku ketika melihat reaksi wajahku yang menunjukan rasa tidak suka. Dia tersenyum penuh kemenangan ketika dia berdiri tepat di pintu kamarku.
__ADS_1
" aku keluar dulu ya,bahaya kalau dekat kamu terus. " ucap Alex yang kini sudah berada dibalik pintu
" iya sudah sana pergi. Aku juga jadi banyak merugi karena mu." jawabku ketus
mendengar ucapan ku Alex tertawa terbahak-bahak sepertinya dia puas telah mendapatkan apa yang dia ingin kan dari ku. semoga saja hanya ada satu pria seperti dia di dunia ini.
Sementara itu
Alex POV
aku senang melihat keadaannya sudah mulai membaik. Sifatnya yang kurus dan ceplas ceplos sudah mulai nampak kembali. Aku sengaja meninggal kan nya sendiri dikamar karena aku tak ingin hawa nafsuku memuncak ketika aku berada didekatnya. Aku memutuskan untuk duduk di teras membuka ponsel pintarku untuk sekedar mengecek pekerjaan ku hari ini. Mungkin beberapa hari ini aku belum bisa kembali ke kantor. semua pekerjaanku telah aku percayakan pada asisten ku . Aku cukup mengeceknya saja melalu ponsel pintarku.
" tuan,apa tuan mau makan? " tanya BI Titi yang tiba-tiba datang dari belakang
" nanti saja bi,aku masih kenyang." jawab ku ramah.
" baiklah klo begitu tuan,saya permisi kedalam." bi Titi mohon undur diri. Aku tersenyum mempersilahkan nya untuk masuk ke dalam dan melanjutkan pekerjaan ku melalui ponsel pintarku.
Hem,,,,
di tunggu kelanjutannya ya,,,,jangan lupa dukung aku 😁
__ADS_1