Mutiara

Mutiara
episode 54 kunjungan mama


__ADS_3

Alex POV


Aku benar-benar khawatir dengan keadaan istriku (mutiara),ingin rasanya aku berputar arah dan kembali ke rumah tapi dia menyuruhku untuk pergi. Akhirnya aku memutuskan untuk menemui mama,mungkin mama lebih mengetahui bagaimana cara mengatasi morning sick saat sedang hamil. Aku tiba di garasi rumah ku,papa sepertinya belum berangkat menuju kantor karena aku bisa melihat mobil papa masih terparkir di garasi. Aku memasuki rumah mewah berlantai 2 tersebut,mencari mama untuk memberitahukan keadaan mutiara. ternyata benar dugaanku papa dan mama sedang sarapan pagi bersama di ruang makan. Mama menyapaku dengan hangat ketika aku Datang menghampirinya,


" halo sayang,,,," mama menyapaku,memberikan aku kecupan hangat di pipi kanan dan kiriku. Meskipun aku sudah memiliki seorang istri tapi beliau masih saja memperlakukan aku seperti anak kecil ( memanjakan dan menyayangi aku) aku mencium tangan papa dan duduk bersama mereka.


" kau sudah makan? " tanya papa sambil menyantap nasi goreng dengan telor ceplok buatan mama.


" belum. " jawabku tak bersemangat


" ada apa denganmu nak? semuanya baik-baik saja kan? " tanya mama seraya mengambilkan aku sepotong roti bakar ( mama tau kalau aku tidak suka makan pagi dengan nasi). Aku diam sejenak


" istriku yang sedang tidak baik ma," jawabku lirih. Mereka berdua saling pandang menghentikan kegiatan mengunyah makanan mereka berdua (papa dan mama) dengan tiba-tiba.


" mutiara kenapa? " tanya mama ingin tau


" entahlah tadi dia menggigil kedinginan,wajahnya pucat,aku takut mah?" aku hanya memegang roti bakar buatan mama tidak berniat untuk memakannya karena aku masih mengkhawatirkan keadaan mutiara.


" itu wajah bagi wanita yang sedang hamil sayang,,,,sudahlah jangan terlalu khawatir. Mutiara pasti akan baik-baik saja." Mama berusaha menenangkan hati ku


" iya,sekarang makan dulu roti bakar mu itu ya? Jika kau sakit lantas siapa yang akan menjaga istrimu? " sepertinya ucapan papa memang benar dan akupun memutuskan untuk melahap roti bakar yang sedari tadi hanya aku pegang-pegang saja.

__ADS_1


" sudahlah kau tak perlu khawatir,nanti mama akan datang berkunjung ke rumah mu ya? Untuk menjaga istri dan calon cucu mama." aku sedikit merasa lega mendengar ucapan mama.


" benar ma? " tanyaku gembira


" iya sayang." jawab mama seraya melemparkan senyuman manisnya yang khas.


" oh,,,mamaku memang yang terbaik." puji Alex


" sudahlah,,,kamu jangan terlalu banyak memuji istriku? Karena papa akan sangat cemburu." ucapan papa membuat kami tertawa riang diatas meja makan.


beberapa menit kemudian,


Aku dan papa memutuskan untuk.pergi.kekantor bersama. sedangkan mama memutuskan untuk.menemani mutiara yang saat ini dalam keadaan yang tidak baik.


Aku mengemudikan laju kendaraan ku menuju rumah Alex. Sebenarnya aku pun takut akan keadaan menantuku (mutiara) hingga akhirnya aku memutuskan untuk menjaganya selama Alex berada di kantor. Setibanya di rumah Alex aku mendapati menantu ku sedang menyiram kembang di Tan rumahnya. Meski demikian,aku bisa melihat raut wajahnya terlihat lelah dan pucat. sedikit banyak aku mengagumi semua sifat yang dimiliki mutiara selain cantik dia juga wanita yang mandiri dan pintar! Wajar jika anak semata wayang ku mencintai dan menyayangi nya. Aku menghampirinya, sepertinya ia sedikit terkejut melihat kedatanganku.


" Mama? Kok mama nggak bilang akan datang kesini?" tanya mutiara seraya mencium tanganku. Aku membelai rambut indahnya,perutnya yang ramping sudah terlihat sedikit membesar dan aku tau calon cucuku sedang menatapku disitu.


" Alex menceritakan tentang keadaanmu. Dan karena itulah mama memutuskan untuk datang kesini."


" Aku tidak apa-apa ma,kaka terlalu mencemaskan aku. " jawabku santai

__ADS_1


" lagi pula mama sudah lama kan tidak datang kesini,bolehkan mama masuk? " tanya mama


" tentu ma,tentu saja ini kan rumah mama juga." jawabku seraya mempersilahkan mama untuk masuk ke dalam rumah.


" terimakasih sayang," mama memelukku erat.


aku melihat sedikit bendungan air mata di pelupuk mata menantuku.


" kau sedih?"


" terima kasih untuk semuanya ma,mama sudah mau menganggap aku sebagai anak mama sendiri." aku menatap wajahnya ketika aku mendengar isak nya dalam pelukan ku.


" sudahlah,jangan menangis. Mama tidak mau melihatmu lemah seperti ini ya? Kau harus kuat sayang,,," aku berusaha menenangkannya.


aku masuki rumah sederhana ini,aku menyukai setiap detail sudut ruangan ini semuanya tertata rapih dan bersih. hanya ada 2 kamar tidur di lantai bawah dan satu kamar tidur untuk tamu di lantai atas. Mutiara menyuguhkan aku secangkir teh, sementara di dapur aku bisa melihat kegiatan memasak berlangsung (bi Titi yang sedang memasak).


"ma,hari ini aku ingin ke rumah ku untuk mengajarkan anak-anak jalanan membaca.ama mau ikut atau tetap tinggal disini? " tanya mutiara


" ikut dong." jawab mama mantap


" baiklah,mama tunggu sebentar iyaa? Aku ganti baju dulu."

__ADS_1


Aku mengacungkan dua jempol kepada mutiara,Mutiara tersenyum dan pergi menuju kamarnya. Semoga tuhan menjaga dan selalu memberikan dirinya kesehatan untuk dirinya dan juga calon cucuku (aamiin) bisikku dalam hati.


Tak berselang lama mereka pun melangkah pergi menuju perkampungan kumuh.


__ADS_2