
Mutiara dan Alfian menyantap hidangan du depannya.Alfian mulai berfikir tentang kalimat yang akan diucapkannya mengenai kepenasarannya akan cerita hidup Mutiara.
"Ara",ucap Alfian.
"Iya ada apa",jawab Mutiara.
"Aku mau tanya seseatu, boleh gak?", ucap Alfian.
"Boleh, memangnya kamu mau tanya apa", ucap Mutiara.
Alfianpun melontarkan pertanyaannya.
"Aku boleh tau cerita hidup kamu gak?, tanya Alfian.
"Kok tiba tiba kamu bahas itu Al?", tanya balik Mutiara.
"Aku pnasaran aja sama kamu Ara, aku mau tau lebih dalam tentang hidup kamu, aku peduli sama kamu, aku lihat sepertinya kamu banyak menyembunyikan kesedihan kamu, aku pengen tau Ara, cerita sama aku, aku akan mendengarkan ceritamu, orang bilang kalau kita punya masalah dan kita pendam sendiri itu akan jauh lebih berat dibanding jika kita mencerikannya pada seseorang", jelas Alfian.
"Hmmm...",gumam Mutiara.
Ya Allah terimakasih engkau telah mengirimkan seseorang yang peduli dengangku, mungkin memang lebih baik jika aku menceritakannya pada sesorang, Alfian juga aku lihat adalah orang baik.*gumam Mutiara*
Mutiarapun menceritakannya pada Alfian.
"Aku ditinggal ibuku saat usiaku 8 tahun. Srjak itu, aku kehikangan kasih sayang ibuku, bukan hanya dari ibu, ayahku juga tidak terlalu memperdulikanku sejak ia menikah lagi.Ayahku tunduk pada ibuku sampai sampai ayah luoa kalau aku ini anaknya. Sebenarnya ayahku tidak jahat, hanya karena pengaruh ibuku ia jadi kurang perhatian sama aku, ayah lebih mencintai ibu tiriku. Ibu tiriku memperlakukan aku dengan perlakuan yang beda dengan Devano adik tiriku. Sejak saat itu aku kehilangan kasih sayang ibu dan membuatku selalu rindu dengan ibu kandungku.Semasa hidup beliau sangat menyayangiku, aku sangat dekat dengan ibuku tapi takdir memisahkan kita, Allah lebih menyayaginya", ucap Mutiara dengan air mata yang mulai berlinang di pipinya.
Alfian menghapus air mata Mutiara dengan tissue.Mutiara merasakan kelembutan Alfian.
__ADS_1
Ara menatap mata Al hangat.Dan Alfian mencoba memeluk Mutiara hingga Mutiara jatuh di pelukannya.
Tak perlu kamu lanjutkan ceritamu aku sudah paham Ara, kamu sangat malang, kamu harus mendapatkan kebahagiaan.*batin Alfian*
Setelah beberapa menit Mutiara melepaskan pelukannya.
"Kamu harus kuat Ara, aku yakin kamu busa bahagia.", kata Alfian.
"Makasih Al", jawab Mutiara dengan mata yang masih berkaca kaca.
"Aku akan buat kamu bahagia Ara, penderitaanmu cukup sampai disini.", ucap Alfian.
Mutiara hanya tersenyum dan bingun dengan perkataan Alfian.
"Ara",ucap Alfian.
Mutiara masih bingung dengan kata kata Alfian dan iya memilih untuk ke toilet.
"Al aku ke toilet sebentar", acap Mutiara.
Alfian hanya mengagguk.
Mutiara berjalan menuju toilet wanita yang ada dibagian belakang cafe.
Mutiara menatap wajahnya di depan cermin didalam Toilet, ia kembali menangis mengingat ibunya. Mutiara rindu sosok ibu yang sayang padanya.Mutiara juga memikirkan perkataan Alfian yang katanya akan membahagiakkannya.
Mutiarapun menghentikan lamunannya dan mencuci tangan lalu keluar dari toilet.
__ADS_1
Mutiara sampai di kursi yang tadi ditempatinya bersama Alfian dan memberikan senyum hangatnya. Ia merasa sedikit lega karena telah menceritakan perasaannya seperti yang dikatakan Alfian.
"Lanjutkan makannya, nanti mereka nangis karena tidak dimakan", ucap Alfian memecah suasana hening.
"hehe iye", Mutaiara tersenyum dan melanjutkan makannya.
Setelah beberapa menit, Alfian kembali berbicara.
"Ara", panggil Alfian.
Mutiara hanya menatap Alfian pertanda ia mengatakan ada apa.
"Aku mau ngomong serius", ucap Alfian.
.
.
.
.
.
Pesaran apa yang akan terjadi?
stay toon♡
__ADS_1
vote coment plesee hargai karya author♡