Mutiara

Mutiara
Masalah Danendra


__ADS_3

Hari ini adalah hari kedua Mutiara dirawat dirumah sakit tapi tak seorangpun dari keluarganya yang mengunjunginya sehingga membuat Mutiara sedih.


Ayah mutiara sedang sibuk di kantornya, nampakmya ada masalah besar pada perusahaannya. Danendra pusing dengan perusahaannya. Ia tidak tahu harus pinjam uang kemana untuk membayar hutang perusahaan akibat proyek besar-besarannya yang gagal.


Ayah Mutiara mencoba menghubungi beberapa kerabat bisnisnya tapi tak satupun yang mau mmbantunya. Hingga Danendra mengingat salah seorang sahabat lamanya. Ia berharap kawannya yang satu Uni mau membantunya.


Danendra menghubungi Mubarak sahabat lamanya.


"Halo", sapa Mubarak.


"Halo Barak", balas Danendra.


"Ada apa nih? tumben lo nelpon?"


"Gini bro, aku ada masalah di perusahaan. blablabla...", Danedra menceritakan masalahnya.


"Lu bisa bantu gak? cuman lo satu-satunya harapan gue Barak", ucap Danendra penuh harap.


"Gini Ndra, bukannya gue ga mau bantuin lo, tapi sekarang keputusan ada ditangan Anak gua Alfian. Kalau gue sih oke oke aja tapi aku harus punya persetujuan puta gue untuk bantuin lo.", jelas Mubarak.


"Kalau gitu gw boleh minta nomor hp anak lu ga, help me bro", pinta Danendra.


"082365******"


"Makasih bro, lu emang sahabat terbaik"


"Haha santai aja"


"Yaudah ya, aku mau hubungi anak lu dulu, doain aku."


"Good luck bro, sekedar info untuk menghadapi Alfian itu harus dengan kepala dingin."


"Baik makasih Barak."


Sambungan terputus.

__ADS_1


Danendra menghubungi Alfian segera.


"Halo", ucap Alfian.


"Iya halo"


"Ini siapa dan ada urusan apa anda menghubungi saya"


"Maaf, saya Danendra, sahabat lama bapak kamu"


"Oh, ada apa pak?"


"Boleh kita ketemu nak? ada urusan penting yang perlu saya bicarakan"


Alfian berpikir, kebetulan hari ini dia ga ngampus dan tidak ada urusan mendesak di kantor. Alfian yang baik hati pun menerima permintaan Danendra.


"Baik, kita ketemu di cafe tropis"


"Baik, terimakasih sebelumnya."


Alfian dan Danendra menuju ku cafe tropis, cafe milik keluarga Mubarak.


Setelah 5 menit menunggu, sosok pria tinggi besar dan tampan itu masuk kedalam cafe.


"Alfian", kata Danendra.


Alfian hanya mengangguk.


Mereka berdua berbincang tentang masalah yang dialami perusahaan Danedra dan permohonan Danendra pada Alfian untuk membantunya.


Setelah Danendra menjelaskan dengan rinci, iapun melontarkan tujuan utamanya.


"Apa kamu bisa membantu perusahaan saya?",tanya Danendra.


Alfian sedang berpikir, mendengar nama Danedra ia tiba-tiba mengingat Mutiara karena di akhir nama Mutiara ada kata Danedra.

__ADS_1


Apa bapak ini ayah Mutiara.*batin Alfian*. Untuk menjawab rasa penasarannya, iapun bertanya pada Danendra.


"Apa bapak punya anak yang bernama Mutiara", pertanyaan Alfian sontak membuat Danedra heran karena keluar dari pembahasan.


"Iya, memang kamu kenal dengan Mutiara"


"Dia teman sekampus saya"


Alfian kembali berpikir. Ia mendapat rencana untuk memanfaatkan situasi ini.


"Baik, saya akab membantu bapak tapi dengan suatu sayarat" ucap Alfian.


Danendra yang sangat butuh bantuan l langsung meng iyakan


"Ia, saya mau, memangnya apa syaratnya"


"Bapak harus minta maaf sama Muitara. Bapak juga harus meminta istri bapak untuk minta maaf dengar benar pada Mutiara. Setelah minta maaf, kalian harus memgubah sikap kalian pada Mutiara, berbuat baik pada Mutiara layaknya orangtua yang sayang pada Anaknya. Jangan pernah menyakiti hati Mutiara. Bagaimana? apa bapak setuju?"


Danendra benar benar kaget mendengar persyaratan Alfian.Syarat tersebut tidaklah sulot baginya, tapi pasti akan sulit bagi istrinya.


"Saya akan memenuhi syarat tersebut"


"Baik. Saya akan mencairkan dananya saat bapak sudah menyelesaikan persyaratan saya, sebelum bapak melaksanakannya, jangan harap saya mau membantu bapak.", nada Alfian sedikit mengancam.


"Minta maaflah dengan benar pak" lanjut Alfian sebelum meninggalkan area cafe.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa vote dan commennta kak♡


stay toon~♥~


__ADS_2