Mutiara

Mutiara
episode 51 menjadi nyonya Alex


__ADS_3

Hari pertama menjadi nyonya Alex. membuat ku harus terbiasa bangun pagi dan menyiapkan segala keperluannya (Alex) sebelum ia berangkat ke kantor. Kami memutuskan untuk tinggal di rumah sederhana tempat aku tinggal walaupun sebenarnya papa dan mama menyuruh kami untuk tinggal bersama mereka. Tak sulit menyediakan sarapan pagi untuknya cukup segelas susu hangat dan sepotong roti bakar.


Aku membuka tirai jendela kamarku,mencoba membangunkan suami ku yang masih tertidur pulas. Jangan ditanya ia lelah karena apa ya,karena kalian juga pasti sudah bisa menebak apa yang sudah terjadi dengan kami tadi malam ya kan? 🤭 aku enggan menceritakan dengan detail! Kita lanjut kebagian selanjutnya saja ya? 😁


Alex mengucek kedua matanya duduk diatas tempat tidur. Seraya ia melebarkan tangannya memberikan isyarat agar aku datang mendekat. Aku mendekat dan memeluknya,untuk saat ini dan selamanya ia adalah seseorang yang mampu membuatku nyaman dan selalu mengiyakan apa Yang aku mau. Alex mengecup keningku


" apa kau sudah mandi? " tanya Alex


" sudahlah,kakak tidak.melibat rambutku basah begini? " tanya ku menunjukan rambutku yang sudah basah.


" mengapa kau tak mengajakku mandi bersama?"


Aku mendorong dada bidangnya. Membuatnya jatuh kembali keatas bantal


" jangan melakukan aksimu kembali lagi ini,aku sangat lelah."

__ADS_1


" sebagai seorang istri kau tak boleh menolak ku." Alex mencoba menasehati ku


" tapi,sebagai seorang suami juga tak boleh memaksa." aku masih tak mau mengalah dengan ucapannya dan,


"CUP" Alex mencium bibirku. ditengah kebingunganku dia berlari kecil menuju kamar mandi. aku beranjak pergi,


" aku menunggu di meja makan ya?" teriakku karena suara kran air yang Alex nyalakan membuat suaraku nyaris tak terdengar.


" okeh." jawab Alex yang sudah memulai kegiatan mandi wajib sekaligus mandi paginya.


Aku menutup pintu kamar ku namun entah mengapa aku merasa pusing,mataku berkunang-kunang sampai aku tak sanggup menopang tubuhku sendiri. Aku mencoba duduk dengan tenang di sofa ruang tamu namun sial itu tak membuatku jauh lebih baik. Rasa muak dan pening membuatku benar-benar tak nyaman hingga aku tak sadarkan diri.


Dokter erwin yang menangani kesehatan mutiara datang kepadaku yang sejak tadi menunggu di luar ruangan. tak ada raut wajah serius di wajahnya justru ia tersenyum kepada ku dan mengulurkan tangannya


" selamat ya,mutiara akan menjadi seorang ibu."

__ADS_1


Mataku berbinar mendengar ucapannya. Tak hentinya aku berucap syukur.


" kamu harus menjaganya baik-baik karena usianya masih sangat muda dan riwayat penyakit yang pernah ia alami pasti sesekali akan membuatnya tak nyaman selama masa kehamilan." pesan dokter erwin


" iya dok,saya pasti akan menjaganya. "


" baik. kalau begitu saya permisi pamit dan silahkan menemui ibu dari calon anakmu." senyum dokter erwin menambah kebahagiaanku. Aku sesegera menemui mutiara, aku menghampiri tubuh yang masih ter aring dengan jarum infus di tangannya wajahnya sedikit pucat,namun ia masih bisa tersenyum menyambut kedatanganku dan aku menangis haru dalam peluknya. Dia sedikit kebingungan melihat tingkah lakuku yang tak biasa hingga akhirnya ia membuat suara,


" kenapa menangis? Apa aku baik-baik saja? " tanya mutiara heran


" kita akan menjadi orang tua sayang. "


Wajah mutiara pun berubah sedih ia pun merasakan haru mendengar berita baik ini. Ada sedikit genangan air mata ketika ia mengusap perutnya yang masih ramping itu,ternyata ia sedang mengandung anak dari Alex! Alex mengecup kening Mutiara lembut mencoba menunjukan segala rasa bahagia kepada istri tercintanya.


" aku berjanji akan menjaga mu dan calon bayi kita. "

__ADS_1


" iya kita berdua akan menjaganya." jawab mutiara


Kami berdua larut dalam suasana suka cita. Terimakasih tuhan,,, telah memberikan anugrah yang begitu besar kepada kami berdua. semoga benih ini tumbuh sempurna seperti yang kami inginkan (aamiin)


__ADS_2