
Mutiara memasuki gerbang utama rumahnya dan disambut oleh penjaga rumah.Para penjaga hormat terhadap Mutiara dengan sidikit menundukkan kepalanya.
"Siang pak", sapa Mutiara.
"Siang non", jawab penjaga yang bertugas di depan rumah Mutiara.
"Pak Wan, apa ayag saya sudah pulang?", tanya tiara basa basi. Padahal ia sudah tau jawabannya, Ayahnya tidak mungkin pukang sesiang ini dan biasanya Danendra pulang larut malam saat Mutiara sudah berada di alam mimpi.
"Belum non",jawab petugas keamanan.
"Oo..", ucap tiara.
"Yaudah Muti kekamar ya pak", ucap Tiara.
"Baik non",jawab petugas.
"Assalamualaikum", salam tiara saat memasuki rumah namun tidak ada yang menjawab, Mutiarapun bergegas ke kamarnya untuk istirahat dan membersihkan diri.
Di kamar Mutiara~
Ting
Terdengar suara dari tote bag tiara, ponselnya berbunyin pertanda ada sebuah notigikasi. Mutiara mengecek ponselnya dan mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenal.
WhatsApp~
p
p
p
Ara
(siapa)
Alfian
(Ooh kamu toh)
Lagi apa
(Duduk aja, mau mandi hehe)
Yaudah mandi gih, baunya sampai sini hehe
(ih apaan sih)
*Tiara mulai senyum senyum sendiri*
hehe justkidding^o^
(Iya iya, aku mandi dulu ya)
Okesipp
__ADS_1
*read*
Mutiara bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, tak lupa keramas agar rambutnya wangi. Mutiara keramas rutin 2 hari sekali karena menganggap keramas setiao hari dapat membuat rambut lepek.
Beberapa menit kemudian Mutiara keluar dari kamar mandi, ia langsung memakai baju santai dan tak lupa skincare an.
Mutiara membuang durinya ke ranjang sambil menatap langit langit kamar.Pikirannya kosong.
ting
ponsel Mutiara kembali berbunyi, Muti spontan mengambil ponselnya yang ia taruh di meja belajar.
WhatsApp~
Alfian kembali mengirimkan pesan pada Mutiara
Udah selesai mandinya buk?
(Apaan sih ibu ibu, memangnya aku ibu kamu)
Tiara tersenyum tipis sambil mengetik pesan balasan untuk Alfian.
Sensi banget si buk, lagi PMS ya? wkwk
(Engga kok)
Ara udah makan belom?
(blm)
*singkat banget sih*,batin Alfian
Mau aku bawain sesua tu gak, atau enggak kita keluar makan bareng, gimana mau gak?
(Aku ga bisa, lagi sibuk)
Alfian membaca pesan dari Mutiara dengan perasaan sedikit kecewa. Tapi Alfian tidak mau memaksa Tiara.
Yaudah, gpp deh kalau kamu gak mau, aku gak bakal maksain kehendak aku sama Mutiara emas intan permata, *goda Alfian*
(Hahah makasih ya, kamu udah ngertiin aku)
*Alfian merasa aneh dengan Mutiara. Ia merasa Mutiara memiliki banyak beban hidup. Mulai dari saat ia mengantarnya tapi tidak sampai ke rumahnya karena takut pada ibu tirinya*, batin Alfian
Yaudah kalau gitu, udah dulu ya Ara
(Iya)
*read*
WhastApp off
Tiba tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar.
tok tok tok
__ADS_1
"iya tunggu", ucap Mutiara
Mutiara bergegas membuka pintu dan ia menjumpai ibu tirinya.
"Enak banget kamu ya, pulang pulang cuma santi di kamar", celoteh Maya ibu tiri Mutiara.
"Maaf bu",ucap Mutiara.
"Maaf maaf, maaf aja terus.", ucap Maya.
Maya menarik telinga Mutiara turun ke lantai 1 dengan keras.
"Bu sakit bu..", ucap Mutiara.
"Diam kamu", jawab Maya.
Maya dan Mutiara sampai di ruang tamu mendapati suana yang berantakan usai arisan Maya dengan teman teman sosialitanya.
"Bersihkan ini! Masih baik saya ngijinin kamu tinggal di rumah ini", ucap Maya dengan nada tinggi pertanda ia marah.
"bb baik bu", ucap Mutiara patuh.
Mutiara mulai membereskan sisa sisa makanan yang berserakan.
Dari arah dapur Maya melihat Mbak Dewi berjalan menuju ruang tamu. Spertinya Mbak Dewi si pembantu rumah tangga mau membantu Mutiara.
"Stop", ucap Maya pada Mbak Dewi sambil mengangkat tangan dengan 5 jarinya.
"Mbak Dewi di dapur aja, tidak boleh ada seorangpun yang membantu Mutiara. Paham", tegas Maya.
"bb baik nyonya", ucap mbak Dewi
Mbak Dewi berbalik arah kembali ke dapur.Di sisi lain tampak mata Mutiara sedang berkaca kaca.
"Kerja sampai bersih", ujar maya.
Mutiara hanya mengangguk paham.
Maya meninggalkan Mutiara dan pergi ke kamarnya.
Tak terasa kristal bening kembali keluar dari mata Mutiara, Muti tidak bisa menahannya dan air mata itu tumpah begitu saja.
Sabar Mutiara, sabar. Kamu gak boleh cengeng,*batin Mutiara*
Mutiara kembali melanjutkan pekerjaannya sampai selesai. Kini ruang tamu tersebut sudang bersing cling.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa vote and commentnya beb♡