
Mutiara POV
aku tidak tau apa yang terjadi pada Alex mengapa ia tiba-tiba pergi meninggalkan ku begitu saja. mungkin aku terkesan jual mahal ya? Merasa acuh dan tak peduli pada Alex tapi biarkan sajalah. Kondisi ku terakhir ini memang tidak baik tubuhku sering merasa lelah dan kepalaku pusing. Pusing yang sangat hebat sehingga aku merasa seluruh isi kepalaku ini mau pecah! karena hal itu pula aku harus selalu meminum obat tepat waktu setiap saat. Aku seakan tidak peduli dengan kondisiku sendiri yang kian memburuk,apapun akan aku lakukan selama aku masih bisa berdiri tegak dan yang aku mau saat ini hanyalah menikmati hidup hanya itu.
Kehadiran anak-anak saat mengajar mereka dan bertemu dengan orang banyak saat berjualan merupakan kebahagiaan tersendiri bagiku. karena hanya dengan itu aku bisa merasakan sakit di tubuh ini.
Alex POV
Aku mempercepat langkahku ketika aku tiba di rumah saki. Seakan tak mau membuang waktu aku berlari kecil menuju ruangan dokter erwin. aku mengetuk pintu ruangan dokter erwin tak lama kemudian pintu ruangan tersebut terbuka. Aku melihat dokter erwin dan seorang perawat di dalam ruangan itu sebelum akhirnya perawat tersebut meninggalkan kami berdua.
" apa kabar Alex? " sapa dokter erwin ramah dia me jabat tangan ku dan mempersilahkan aku duduk.
" baik dok. " jawab ku dokter Erwin membuka kaca matanya dan menatap wajahku
Perasaanku sungguh berdebar kencang menunggu kata-kata dokter erwin selanjutnya.
" begini Lex,foto obat yang kamu kirim tadi itu adalah resep yang saya berikan untuk mutiara." dokter erwin menjelaskan
__ADS_1
" jadi dokter tau mutiara sakit apa?" tanya ku dengan suara gemetar.
" iya. Saya sangat tau apa yang sedang diderita oleh mutiara."
Aku menyandarkan tubuh ku di kursi itu ( kursi males di ruang dokter) aku merasa ada sesuatu yang dokter Erwin sembunyikan
" mutiara sakit apa dok? Kenapa dokter tidak memberi tahu saya? Dokter kan tau dia masih istri sah saya? Mengapa dokter menyembunyikan sesuatu dari saya?!" ucapku menggebu-gebu.
" tenang Lex,saya sudah terlanjur berjanji pada mutiara untuk tidak menceritakan hal ini pada siapapun."
" termasuk saya? " tanya Alex tak percaya
" dokter tolonglah beri tahu saya apa yang sedang terjadi? " aku mendesak dokter Erwin untuk mengatakan yang sebenarnya. Namun,dokter Erwin tetap mengunci rapat-rapat mulutnya karena janjinya pada Mutiara.
" baik saya akan selidiki sendiri." aku bangkit dari tempat ku duduk. Berjalan menuju apotik yang masih berada di dalam rumah sakit ternyata tak mudah mencari informasi jenis obat Yang aku bawa butuh waktu beberapa jam dan akhirnya aku tau apa yang sedang terjadi.
" ini obat untuk pasien penyakit kanker pak. "
__ADS_1
" kanker? " tanyaku tak percaya
" iya,kanker. Jika dilihat dari jenis obatnya sepertinya pasien sudah berada di stadium akhir." apoteker itu menjelaskan. hatiku benar-benar hancur dan tak percaya atas apa yang sudah aku dengar. Aku memutuskan untuk kembali menemui dokter Erwin di ruangannya,beliau menatapku dengan mata yang berbinar. Aku menghampirinya dan berkata dengan suara melemah
" kanker dok? " tanyaku
dokter Erwin mengangguk seraya menepuk bahuku.
" ketahuilah Lex, penyakit ini sudah lama ia derita. Sejak awal kehamilan pun saya sudah memberitahu kehamilan itu sangat beresiko selain usia yang masih muda,teryata ada sel kanker yang mulai tumbuh di kepalanya,tapi dia bersikeras untuk mempertahankan kandungannya walaupun pada akhirnya kalian harus kehilangan bayi kembar kalian." mendengar kata-kata dokter Erwin hati ku hancur berkeping-keping seharusnya aku tidak menuruti permintaan nya untuk pergi,seharusnya aku menjaganya selama 2 tahun ini,dan seharusnya pula aku tidak membiarkan istriku berjuang seorang diri.
" buatlah ia bahagia di sisa usia nya Lex,jangan pernah meninggalkan nya. karena saya tau dia pun tak pernah ingin jauh darimu."
ternyata bukan hanya Widuri saja yang berkata seperti itu,dokter Erwin pun berkata demikian.
" terimakasih telah membantu istri saya dok?" ucap ku
" iya. Maaf jika selama ini saya harus menutupi kebenaran yang sesungguhnya. Ini semata karena janji saya terhadap Mutiara."
__ADS_1
" iya dok,saya mengerti.'" ucap ku dengan tatapan hampa. Aku berpamitan dan meninggalkan dokter Erwin,langkahku semakin berat setelah mengetahui kalau keadaan istriku sangat tidak baik. semoga saja tuhan masih mengizinkan mutiara untuk sembuh. Aku akan berjuang demi cintaku hingga ajal memisahkan kami.