Mutiara

Mutiara
episode 41 ulang tahun Naomi


__ADS_3

Mutiara POV


Pagi ini aku keluar dari rumah sakit. Kondisiku saat ini sudah mulai membaik dan karena itu pula aku memutuskan untuk datang ke rumah kak Riuka. Karena kabarnya Naomi akan mengadakan pesta ulang tahun yang ke-7 nanti sore.


Setelah pulang dari rumah sakit Alex langsung membawaku ke rumah Riuka. sepertinya hari ini Alex tak bisa menemaniku karena ia harus menghadiri meeting di kantor. Ya,sudah cukup lama Alex absen dari kantornya hanya untuk merawat dan menjagaku. pasti banyak pekerjaan kantornya yang terbengkalai karena ku. Hem,,,setibanya di rumah Riuka Alex langsung pamit meninggalkan kami (Willy,Riuka dan seorang pengasuh)


Aku bisa melihat pancaran kebahagiaan dari raut wajah Naomi. Ia sedari tadi menemani Daddy nya meniup balon tawa riang mereka pun sesekali terdengar ketika Willy dengan konyol menggoda putri kecilnya tersebut. Sementara itu aku


membantu Riuka membuat sovenir kecil untuk para tamu undangan. Ya,ya,,,ini memang tugasku! Hehehe jadi aku sangat bersemangat mengerjakannya.


sudah hampir 70% persiapan acaranya selesai dekorasi ruangan dengan nuansa little pony menambah kesan feminim acara ulang tahun ini.


" sepertinya ada yang kurang dad," ucap Naomi kepada Willy seraya berpikir sejenak.


" apa sayang? Katakan." jawab Willy penuh tanya


" balon kuda poninya! Dad,lupa meniup balonnya ya? " ucap Naomi lantang

__ADS_1


" oh iya,Daddy sampe lupa. Sebentar Daddy tiup ya balonnya." Willy mengambil sebuah balon berbentuk kuda pony dan meniupnya dengan alat pompa balon. Dalam hitungan menit balon kuda pony pun siap untuk diletakkan sebagai penambah kemeriahan pesta ulang tahun Naomi.


Aku melihat sesekali kak Riuka tersenyum dan mengusap air matanya. Mungkin, moment pertemuan anak dan ayah membuatnya terbaru sekaligus sedih. Terharu karena mereka dapet berkumpul kembali dan sedih lantaran diantara mereka.memang sudah bukan suami istri lagi.


Tepat pukul 17.00 WIB para tamu undangan datang. Mama (Erina ) datang bersama papa (Guntoro) dan yang pastinya Alex mereka bertiga memang cerminan keluarga harmonis yang membuat orang iri.


mutiara menggunakan gaun berwarna pink berdandan ala-ala putri di negri dongeng. dan tak kalah cantiknya Riuka dengan wajah oriental nya dia mengenakan pakaian kimono! Mutiara menemui Alex di taman.


sepertinya Alex juga menunggu kedatangannya. Alex yang tampan maximal mengenakan setelan jas tuxedo lengkap dengan dasi kupu-kupu nya. Alex tak dapat mengalihkan pandangannya ketika ia melihat penampilan mutiara yang sangat cantik bak putri di negri dongeng. mutiara sedikit malu melihat tatapan Alex yang begitu tajam kearahnya namun ia tetap mendekati Alex dengan langkah pasti. Papa dan mama tak kalah kagumnya melihat kecantikan mutiara hari ini,memang tidak salah jika Alex sampai tergila-gila pada gadis cantik itu.


" kamu cantik sekali." puji Alex


" bertahanlah,," jawab Alex memberi semangat


Sementara di depan sana. Willy dan Riuka menjadi pusat perhatian mereka tampil kompak dengan pakaian khas jepang. Naomi bersemangat sekali menyambut kedatangan tamu undangan. rangkaian acara pun dimulai dari bernyanyi bersama,meniup lilin,dan pembagian door prize sudah dilakukan dengan sangat menarik dan meriah. hingga di puncak acara tiba yaitu acara barbeque bersama di taman kejadian yang tak diinginkan terjadi. Seorang pelayan secara tak sengaja menjatuhkan alat pemantik api ke atas lantai yang telah hiasi oleh rumput sintetis dan soalnya disamping alat pemanggang itu terdapat sekaleng gas butane! Api menyambar dengan cepat karena bahan rumput yang terbuat dari plastik! Kegaduhan pun terjadi api terus merambat membuat semua tamu undangan panik atas kejadian ini. Naomi menangis,takut dan panik Willy menggendongnya namun sial kakinya tersandung sebuah tali pengikat dekorasi! membuatnya jatuh tersungkur,membuat Naomi menjerit histeris. Naomi berlari kecil menuju tempat yang lebih aman sementara Riuka terjebak dalam kobaran api karena sebelum kejadian terjadi Riuka hendak menyiapkan daging barbeque yang membuatnya tak bisa menghindari ketika kebakaran terjadi.


" momi,,,,!" teriakan Naomi bercampur Isak tangis. Willy berusaha menenangkan Naomi. Willy mencoba menyelamatkan Riuka namun sial tangannya terkena sulutan api. Alex datang dengan alat pemadam kebakaran,mencoba mencegah api agar tidak merambat kedalam rumah.Saking paniknya Alex sampai lupa dimana Mutiara berada,ia pun semakin Panik karena tak melihat keberadaan mutiara. Ia mencoba mencari mutiara ke segala arah hingga akhirnya,

__ADS_1


" kakak,,,aku disini." teriak mutiara disudut taman berdiri bersama Naomi yang masih menangis histeris. Alex mendekat dan membawa mereka berdua ketempat yang lebih aman. Tak berselang lama sebuah mobil pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api.


Beberapa jam kemudian pemadam kebakaran berhasil memadamkan api. Semuanya menepi mencoba menenangkan diri sejenak,Naomi masih menangis se se guk kan melihat pesta ulang tahunnya pirak poranda. Para tamu undangan pun terpaksa dipulangkan karena acara nya tidak mungkin dilanjukan kembali. Willy membuka paksa pakaiannya yang terasa panas dan perih diam sekitar tangan kanannya. Ada luka bakar yang lumayan parah disana,yang membuatnya meringis kesakitan lantaran sebagian kulitnya terkelupas ketika ia membuka pakaiannya.


" kamu harus ke rumah sakit." ucap Riuka mendekati Willy


" tak apa,hanya luka kecil." jawab Willy


"'nggak bisa. kamu harus dapat pertolongan medis." Riuka memapah tubuh Willy yang lumayan berat itu untuk berjalan menuju mobilnya. Alex datang membantu memapah Willy. ya,di dalam peristiwa ini memang hanya Willy yang mengalami luka yang cukup serius. Riuka membawa Willy seorang diri menuju rumah sakit sementara yang lain menunggu di rumah.


Riuka POV


Aku mengendarai mobilku dengan cepat. berharap pertolongan ku untuk Willy tidak terlambat,bagaimana pun juga dia adalah ayah dari dari anakku. Aku tak menyangka dia bisa berbuat senekat itu menyelamatkan aku dan anak ku di tengah kepungan api. Air mataku menetes melihat keadaanya seperti ini,di balik kesalahan masa lalunya ternyata dia adalah seorang pria


yang pemberani.


Setibanya di rumah sakit,Willy sesegera mungkin mendapatkan penanganan medis. Dokter tidak mengizinkan aku untuk masuk ada rintihan yang aku dengar ketika perawat memberikan salep luka bakar kepada Willy. Aku bisa merasakan luka itu sangat perih dan sakit! beberapa menit kemudian ruangan itu terbuka dan aku bisa melihat Willy jalan menghampiriku dengan langkah tertatih dan lengan tangan kanannya yang berbalut perban. Aku benar-benar Iba melihatnya sekalipun aku pernah kecewa padanya tapi pada akhirnya aku tak bisa berbohong jika aku masih menyayangi nya.

__ADS_1


Hem,,,cinta datang memang karena terbiasa hadir ya? Ups,,,masih mau dilanjutkan atau tidak ya??? Jangan lupa terus memberi dukungan padaku ya,,,😘


__ADS_2