
Kilau mentari mulai mesuk kedam kamar Mutiara melawi celah celah dinding dan tampak terhalang oleh gorden.
Mutiara mulai bangun dari tempat tidurnya dan membersihkan diri untuk memulai hari.Berharap hari ini akan indah.
Setelah siap-siap, Mutiara turun ke lantai bawah dan dijumpainya ayah dan ibu tirinya.
"Sini sarapan dulu nak", ajak Maya.
Dengan senang hati Mutiara menuju ke meja makan. Mutiara sanagt jarang memdapatkan moment sperti ini, makan bersama dengan keluarga sendiri.
"Selamat pagi sayang", ucap Danendra.
"Pagi juga pah", disertai senyum hangat Mutiara.
Maya menyodorkan sebuah sandwich kepada Mutiara.
"Ini dimakan ya sayang", ucap Maya.
"Makasih bu"
Ya Allah terimakasih atas nikmatmu. Kuharap ayah dan ibu bersikap seperti ini selamanya.*Batin Mutiara*
"Habiskan ya nak"
(Awali pagimu dengan sarapan. Kalau hanya dengan senyuman, bafu jam 9 pastu lu udah lapar. Apalagi klw lu ngawalin hari dengan harapan yaa weladalah. Saran author awali hari dengan sarapan).
Mutiara mengangguk.
Setelah beberapa menit Mutiara melahap sandwich dan susu yang ada di meja makan, tiba tiba terdengar suara klakson dari luar.
"Siapa mas?", tanyaMaya
"Saya tidak merasa mengundang seseorang sepagi ini", jawab Danendra.
"Mutiara?",tanya Danendra, barangkali Muti yang mengundang somone.
Mutiara menggeleng pertanda dia tidak tahu.
Lalu muncullah sosok pria bak pangeran, tampan dan gagah plus ganteng hehe.
"Pagii", sapa orang tersebut.
"Nak Alfian", ucap Danendra.
Alfian membalas dengan senyuman.
"Duduk nak, udah sarapan belum?", tanya Danendra.
"Sudah kok om"
"Lu ngapain dimari?",tanya Mutiara.
"Jemput kamu", jawab Alfian singkat percaya diri bak manusia suci tanpa dosa.
Mutiara mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Om, saya pinjam Mutiara ya, ga kemana-mana kok, ke kampus aja"
Danendra mengannguk.
Alfian sekilah menatap Maya dengan senyuman tapi membuat sontak membuat Maya merasa bahwa senyum itu adalah senyum mematikan layaknya sebuah ancaman.
"Yuk", Alfian menarik tangan Mutiara dan Mutiara hanya ngikut pasrah.
"Deluan ya yah, bu,"
"Hati-hati nak", ucap Maya dan Danendra bersamaan".
Mereka keluar dan masuk kedalam mobil Alfian.
"Jadi itu yang namanya Alfian mas?",tanya Maya.
Danendra mengangguk. lalu pamit dengan sabuah kecupan di kening Maya.
"Take care mas", ucap Maya.
Danendra mengannguk lalu masuk kedalam mobilnya.
Sekarang tinggal Maya dan para pekerja yang ada dirumah keluarga Danendra, Maya juga memilih untuk keluar. Maya berencana untuk spa medikyur pedikyur:v.
***
Di dalam mobil Alfian~
Suasana tampak canggung. Alfian mencoba memcah suasana.
"Iya Al ada apa"
"Udah hari ketiga nih, aku nungguin jawaban kamu"
Sebenarnya Mutiara sudah memperisapkan jawabannya matang-matang semalam.
Mutiara tersenyum.
"Ara...", ucap Alfian.
Mutiara hanya tertawa kecil mendengar Alfian memanggilnya seperti anak kecil yang memanggil mamanya.
"Nanti ya Al, aku bakal jawab di"
Belum melanjutkan perkataannya Alfian memotong.
"Di Cafe Tropis"
"Kok disitu lagi?"
"Oh kamu ngga suka ya, atau di Aesthetic Cafe? King Cafe? Cafe XX?", Deratan cafe bingtang lima disebutkan Alfian.
"Di warung mpok Minah aja hehe"
Mereka berdua ketawa.
__ADS_1
setelah 25 menit perjalanan merak sudah tiba di parkiran kampus.
"Jangan turum dulu, biar aku yang bukain"
"Aku bisa sendiri kok Al"
"Pokoknya biar aku yang buka"
Mutiara pun pasrah, ia selalu kalah dengan Alfian.
Alfianpun berlari keluar mobil dan membuak pintu disamping Mutiara. Mutaiar merasa bak tuan puteri saat ini haha.
"Ara, jawab sekarang aja, aku udah penasaran banget".
Mutiarapun mendekati teliga Alfian berbisik.
"Iya aku mau"
"Apa? bisa diulang" ucap Alfian girang.
"Iya aku mauuuu", teriak Mutiara.
"Yess!"
Alfian spontan memeluk Ara, dan Ara hanya bisa pasrah karena body Alfian yang tinggi besar sudah pasti ia kalah jika mau menghidar atau melawan.Mutiara merasakan pelukan hangat Alfian.
"Makasih ya Mutiara", ucap Alfian didekat telinga Mutiara saat masih berpelukan.
Mutiara todak menjawab dan hanya tersenyum.
"ehem ehem", terdengar suara deheman membuat pasangan tersebut melepaskan pelukannya.
"Ini kampus woi", ucap Oliv.
"Ciee jadian..." ucap Amira.
Pasangan baru jadian tersebut hanya terenyum manis.
"PJ dong", ucap Oliv dan Amira bersamaan.
"Tenang aja, aku bakal teraktir kalian sepuasnya hari ini",ucap Alfian.
"Yeeeee", ucap Olic dan Amira.
.
.
.
.
.
Jgn lupa vote & comment♡
__ADS_1