
Sepulangnya dari kampus, Mutiara,Alfian,Oliv dan Amira berdiskusi.
"Kita jadi di traktir kan",ucap Amira.
"Iya iya." ucap Alfian.
"Jadi kita kemana?" tanya Oliv
"Terserah kalian aja",ucap Alfian.
"Oh iya, kamu mau ke suatu tempat nggak Ara?", tanya Alfian pada kekasihnya ea.
"Aku ngikut aja", ucap Mutiara.
"Yaudah Mall Golden yuk", ucap Amira.
"Kuyy",ucap Oliv bersemangat.
"Yaudah cuss", kata Alfian.
"Eh iya, aku bareng Amira ya, Alfian kamu sama Muti yah",ucap Oliv.
"Peka banget sih Liv", ucap Alfian.
"Yaiyalah siapa dulu, Oliv"
Mutiara hanya bungkam dan tidak dapat menahan senyumannya.
Mereka berjalan menuju parkiran dan masuk kedalam mobil sesuai rencana mereka tadi.
Di mobil Alfian~
"Ehemm",deheman Alfian.
Mutiara yang sedari tadi hanya menoleh ke arah kaca mobil disampingnya brebalik arah ke Alfian.
"Aku sayang kamu", kata Alfian.
Muyiara masih bungkam. kali ini pipinya merah merona sangat terlihat.
"Dari tadi aku di anggurin mulu",ucap Alfian.
"Eiya engga kok"
"Kamu ngga mau ngomong sesuatu sama aku atau nanya sesuatu gitu"
Mutiara bingung.
"Tuh kan aku dianggurin lagi"
"Eiya maaf Al, aku ga tau mau ngomong apa"
"Yaudah aku yang nanya ke kamu.
Sekarang apa ayah dan ibu tirimu masuh bersikap seenaknya sama kamu?"
"Tidak! Bahkan mereka sudah minta maaf sama aku, ibu sampai berlutut dan menangis. Aku juga heran entah ibu kesambet apa. tapi aku bahagiaaa sekali"
"Baguslah kalau begitu"
Mutiara tersenyum lagi.
"Ara, Senyum mu mengalihkan duniaku, manis banget.kamu hafus tanggung jawab kalau aku tergila-gila sama senyum kamu"
"iii apaan sih Al", ucap mutiara dengan pipinya yang sudsh merah kelewatan.
Setelah 30 menit perjalanan,mereka sudah tiba di Mall Golden.
"Aku terakhir kali ke sini waktu umur 12 tahun",ucap Mutiara saat melihat bangunan mewah di hadapannya.
"Becanda aja kamu", ucap Alfian tidak percaya.
"Aku seris Al"
Alfian semakin tidak tega meliahat nasib Mutiara.
"Yaudah hari ini kamu puasin diri kamu disini, silahkan beli apa aja yang kamu mau"
__ADS_1
"Emang kamu pikir harga barang disini sama dengan harga di warung mpok Siti apa"
"Apasih yang enggak buat Mutiaraku"
Senyuman Mutiara mendengar perkataan Alfian membuat Alfian semakin tergila-gila.
"Hei!"
"Berduaan aja terus, kita sampai dilupain", ucap Oliv.
"Kamu ngga dilupain kok, yuk masuk", ucap Mutiara mengalihkan pembiacaraan sambil menarik tangan Oliv dan Amira.
"Aku ditinggal nih",ucap Alfian.
"Sini,,,, nanti kalau kamu ga masuk yang bayar siapa hahaha" kata Amira.
"Gamau ah",kata Alfian.
"Kamu kok gitu sih, tkamu ga tepatin janji"ucap Oliv.
"Yaudah, kalau kalian mau kalian harus biarin aku sama Mutiara. kalian enak aja gandeng tangan pacar aku sementara aku ditinggal sendirian"
"Yaelah Alfian", ucap Oliv sambil menarik tangan mutiara ke arah Alfian.
"Nih gandeng tangan Muti, jangan sampai lepas"
"Gitu dong"
Mutiara hanya tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya ini.
Akhirnya mereka beremoat masuk kedalam Mall dengan Amira dan Oliv di depan dan dibelakang diikuyi pasangan baru jadian yang sedang dimabuk cinta.
"Makan dulu yuk", ucap Alfian.
"Pas banget, aku udah lapar juga",ucap Amira.
Setelah sampai di salahsatu tempat makan, mereka memesan pilihan masing-masing.
Setelah selesai makan mereka melanjutkan jalan-jalan menyusuri Mall mewah nan luas ini.
Amira dan Oliv sudah meneteng beberapa belanjaan mereka yang semuanya adalah hasil pajk jadian Alra.
Mutiara menggeleng.
"Yaelah Muti, masa lu ngga mau beli apa-apa sih. Coba Alfian nanya ke aku, aku bakal beli sepuasnya",ucap Amira.
Mutiara hanya tersenyum melihat Amira.
"Yaudah kalu kamu ga mau aku yang bakal pilihin buat kamu". Alfian manrik tangan mutiara ke salahsatu stand barang branded, kali ini Amira dan Oliv di belakang mengikut.
Alfian menyentuh beberapa baju dan tas.
"Mbak, bungkus semua yang saya sentuh tanpa terkecuali", titah Alfian.
"Baik tuan"
"Alfian ini terlalu berlebihan, aku ngga mau dikatain cewek matre. Aku masih punya kok dilemari.",ucap Mutiara.
"Memang siapa yang bilang kamu cewe mater Mutiara, inikan kemauan aku"
"Iya tapi"
"Nurut aja ngapa, dasar Mutiara ****.Lu itu ga matre tapi **** haha,masa pacar sendiri nawarin malah nolak.",ucap Amira.
"Hei jaga omonganmu. Beraninga kamu mengatakan Mutiaraku ****"
"Ah maaf, habis Muti sih"
"Udah udah, kok malah berantem si", ucap Mutiara.
"Ini tuan", wanita terebut menyodorkan beberapa bungkus belanjaan pada Alfian. Terlihat paperbag yang cukup banyak diteteng Alfian.
"Pulang yuk, aku udah capek", ucap Oliv.
"Iya, Al kita pulang yah".
"Yaudah, kalin berdua pulang aja deluan, aku sama Mutiada masih ada urusan"
__ADS_1
Mutiara menatap Alfian bingung.
"Yaudah thanks ya Al."ucap Oliv.
"Jangan macem-macem sama Mutiaraaa",teriak Amira saat sudah berjalan pulang"
"Dasar otak mesum", ucap Alfian.
Amira dan Olivpun keluar dari area Mall dan menuju rumah merka.
"Al kita mau ngapain lagi sih"
Alfian hanya diam.
Alfian menggandeng tangan Mutiara menuju ke lantai paling atas Mall Golden.
Tampak view yang sangat indah dari Mall ini, namun orang yang dapat masuk kedalam area ini adalah orang-orang tertentu.Tidak sembarang orang yang dapat menikmati pemandangan dari puncak Mall Golden.
Mata Mutiara tampak berbinar kagum dengan apa yang dilihatnya.
"Suka?", tanta Alfian.
Mutiara hanya menngguk dan tidak mengalihkan pandangannya. Alfian menatap Mutiara yang tampak sangat senang.
Mereka berdua menikmati langit yang mulai golden seperti nama Mall ini. Tampak matahari yang mulai pergi untuk istirahat dan akan kembali lagi esok.
"Ara"
"Iya ada apa Al"
"Kamu lihat matahari yang mulai tenggelam itu"
Mutiara mengangguk.
"Matahari itu akan pergi tapi ia akan selalu kembali.
Jangn pernah tinggalkan aku ya Mutiara. Tetaplah disampingku dikala suka dan dukaku."
Mutiara tersenyum hangat dan kini menatap Alfian.
"Aku tidak akan meninggalkanmu Al. Aku harap kamu juga demikian"
Mereka bersuapun berpelukan. Senja menjadi saksi mereka.
"Pulang yuk Al, takut dicariin ibu"
"Yaudah yuk"
Mereka berduapun turun dan meuju parkiran.
Alfian membuka pintu mobil mempersilahkan Mutiara masuk.
Mutiara tersenyum pada Alfian dan masuk mobil. Senyum Mutiara seketika membuat hati Alfian berbunga-bunga.
Didalam mobil, mutiara hanya menatap bangunan dengan lampu-lampu yang mulai menyala untuk menerangi malam akibat kepergian mentari.
"Lagi mikin apa Ra? Kamu tenang aja, ibu kamu ga bakal marah-marah nanti kok, aku jamin"
"Belum tentu Al, siapatau kemarin ibu hanya kesambet sesuatu"
"Percaya sama aku", ucap Alfian sambil tersenyum.
Mutiarpun membalas senyuman Alfian yang sontak membuat mood Alfian menjadi semakin baik.
.
.
.
.
.
Stay toon, stay home, stay save and stay with me♡
#dirumahaja sambil baca novel Mutiara.
__ADS_1
jgnlupa vote comment~♥~