Mutiara

Mutiara
Membujuk Maya


__ADS_3

Sepulangnya bertemu dengan Alfian, Danendra langsung menelpon istrinya dan memintanya untuk pulang kerumah.


Hari ini Mutiara sudah bisa pulang kerumah, ayahnya telah menjemputnya dan membawanya pulang. Sekarang Mutiara sedang beristirahat di kamarnya.


2 jam setelah Danendra menelpon Maya istrinua, iapun tiba di tempat kediaman meraka.


"Ada apa sih mas? kok aku tiba-tiba disuruh pulang", tanya Maya bingung.


"Bagini sayang, perusahaanku sudah di ujung tanduk, proyek besar-besaran yang dulu kuceritakan padamu gagal."


"Hah? Apa?, jadi gaman mas", Maya heran merengek takut ia jatuh miskin.


Alfian menceritakan tentang bantuan sahabat lamanya pada Maya.


"Apa? kenapa harus minta maaf sama Mutiara sih mas", kata Maya setelah mendengar penjelasan suaminya.


"Saya juga bingung, tapi bisakah kamu menurutinya, ini semua juga demi kebaikan persahaan, demi kebaikan kita, demi kebaikan kamu. Apa kamu mau jadi gelandangan? Ayolah sayang, minta maaf dan berbuat baik kepada Mutiara bukanlah persoalan sulit. Aku yakin kamu bisa." bujuk Danendra.


"Tapi mas... aku mau taro dimana harga diriku"


"Sekarang yang paling penting adalah bantuan dari Alfian sayang, ayolah. Katanya kita harus minta maaf dengan benar. Apa kamu tau cara minta maaf dengan benar sayang"


"Memang bagimana sih"


"Berlutut sambil menangis mengatakan kesalahan lalu memohon maaf"


"Apa! Tidak mungkin aku menjatuhkan harga diriku mas"


"Mau gimana lagi sayang, ini jalan satu-satunya".


"Tapi mas,..."


"Memangnya kamu udah siap jadi gelandangan? tinggal di jalan kelaparan tidak punya apa-apa"


"Tidak!!!", teriak Maya.


Maya berpikir keras, apakah ia sanggup menjatuhkan harga dirinya di depan Mutiara.


"Bagaimana sayang, kamu mau melakukannya? Ini semua juga demi kamu".


Akhirnya dengan berberat hati Maya mau meminta maaf dan mencoba merubah sikapnya pada Mutiara.

__ADS_1


"Yasudahlah mas, mau gimana lagi".


Akhirnya Maya luluh.


Maya mulai latihan akting minta maaf agar Mutiara tidak curiga bahwa yang dilakukannya itu tidak tulus. Bagaimana tidak, Maya bisa jadi gelandangan jika Mutiara tidak menerima maafnya.


***


Danendra berjalan menuju kamar Mutaira, berniat mengecek keadaan putrinya.


tok tok tok


"Mutiara, apa ayah boleh masuk"


"Masuk saja yah,," Mutiara menjawab dengan nada lemas.


Danendra masuk dengan senyum hangat dan mengecup lembut kening dania.


cup


Dania tersontak kaget dengan kelakuan ayahnya, tapi disisi lain ia sangat bahagia, ia merindukan moment-moment seperti ini.


"Bagaimana keadaanmu nak"


"Sudah makan obat?"


Mutiara menggelengkan kepala.


"Kamu harus minum obat supaya cepat pulih, memangnya kamu mau berbaring lemah terus terusan? kamu harus minum obat biar bisa kuliah lagi dan cepat lulus"


Mutiara terdiam mendengar ucapan ayahnya. Kepalanua dipenuhi tanda tanya.


"Kamu makan obat ini yah nak"


Mutiarapun mengangguk.


Danendra membantu Mutiara meminum obatnya.


Perasaan Mutiara menjadi lebih tenang denga kehangatan sikap ayahnya.Hingga tiba-tiba kristal bening keluar dari mata Mutiara. Kristal bening itu jatuh di tangan ayahnya.


"Kamu kenapa nak? ada yang sakit"

__ADS_1


Mutiara hanya menggelengkan kepala.


Danendrapun memeluk hangat Mutiara.Mutiara merasakan kehangatan pelukan ayahnya yang sudah sangat ia rindukan. Pelukan tersebut berlangsung cukup lama.


Ayah Mutiara juga ikut terbawa suasana sampai ia juga mengeluarkan air mata.


"Cepat sembuh ya nak", ucap Danendra sebelum neninggalkan kamar Mutiara.


Mutiara hanya tersenyum mendengar perkataan ayahnya.


Sesaat setelah Ayahnya keluar, ponsel mutiara berbunyi. Mutiara mengangkat teleponnya.


"Apa kabar Ara, bagaimna kabarmu"


"Baik kok Al"


"Syukurlah. Sudah minum obat"


"iya sudah"


"Baguslah kalau begitu"


"Makasih ya Al"


"Santai aja Ara, kamu tidak perlu banyak berterimakasih kepadaku. Aku yang berterimkasih padamu karena denganmu aku merasa lebih baik"


"Hmm"


"Yasudah cepat sembuh ya Mutiaraku"


Sambungan terputus.


Mutiara jadi salah tingkah mendengar ucapan Alfian.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Vote commentnya pleasseee~♥~


__ADS_2