Mutiara

Mutiara
episode 37 terimakasih alex


__ADS_3

Willy POV


Aku keluar dari penjara seminggu yang lalu. Selama itu aku berusaha untuk mencari anak dan istriku. Aku tak pernah tau dimana keberadaan mereka selama ku berada di penjara karena mereka tidak pernah mengunjungi ku. Ini semua memang salah ku seandainya saja aku tidak terlibat kasus pencucian uang yang dilakukan oleh bos ku dan tidak juga mempromosikan situs judi online di sosial media mungkin aku tidak akan masuk bui.


Sudah cukup lama aku tidak bertemu dengan sepupu ku ini. Aku merasa tidak pantas saja berada ditengah-tengah mereka. Mereka berasal dari keluarga terpandang,harmonis dan hangat. Berbeda dengan aku yang terlahir dari keluarga bermasalah. Ibuku terlibat perselingkuhan dan ayahku entah tak tau dimana keberadaannya karena depresi berat yang dialami.


Aku bersyukur bertemu Riuka dia wanita yang bisa menerima ku apa adanya ternyata masalah memang ada padaku,aku yang tidak layak untuk nya karena kelakuan ku yang kerap membuatnya kecewa. Seperti halnya hari ini aku tidak sengaja merampok toko miliknya. iya,,,itu aku lakukan karena ku memang sudah tidak punya uang untuk makan,hingga akhirnya aku dan 2 rekan ku memutuskan untuk merampok. Dan soalnya itu adalah toko mantan istriku!


Alex membawaku kerumah nya. Rumah yang mewah dan sangat megah. Tante Erina menyambut ku dengan hangat beliau mempersilahkan aku masuk


" kamu terlihat tak terurus willy." ucapnya penuh perhatian. Oh,,,seandainya saja ibu ku berkata seperti itu


" iya Tante. " jawabku singkat


" ma,biarkan Willy mandi dulu." ucap Alex


" oh iya benar,kamu memang harusnya mandi dulu ." ucap mama setuju akan saran Alex


" ayo ikut aku. mandi dikamar ku saja." ajak Alex dengan langkah mengikuti anak tangga yang berjajar rapih di bawah kakinya. Willy mengangguk dan mengikuti Alex dari belakang

__ADS_1


setibanya dikamar Alex


sudah lama aku tidak merasakan kamar yang nyaman seperti ini. aku berdiri di depan jendela kamar Alex menatap pemandangan Yang indah di luar sana. lamunanku melayang ke masa lalu ku,masa indah bersama keluarga kecilku. Lamunanku berhamburan ketika Alex memberikan aku handuk dan pakaian ganti.


" mandi dulu sana." ucapnya ramah dan aku pun mengangguk.


Alex memang selalu baik terhadapku dia dan aku memang sama-sama seorang anak tunggal dari keluarga berada tapi,nasibnya lebih bagus dari aku.


aku melihat Alex sibuk dengan laptop dimeja kerjanya. dia nampak serius mengerjakan tugas-tugas kantor meskipun malam sudah tiba. Aku duduk disampingnya dan dia tersenyum.


" kau bisa bantu aku?" tanyanya


" tapi ilmunya nggak lupa kan? " tanya Alex yang masih sibuk menatap layar laptopnya


" sedikit." jawab ku sejadinya.sebenarnya aku ingin membantu tapi,aku sedang tidak bersemangat.


Aku dan Alex sama-sama lulusan manajemen bisnis. Sebenarnya aku lebih pintar dari dia sewaktu kamu masih kuliah. Tapi,,,nasibku tidak secemerlang pikiranku. Hehehe


Tante Erina membuka pintu kamar Alex. Dari dulu ia memang selalu ramah dan baik hati dia adalah adik tiri ibuku dan karena itulah sifat dan kelakuan mereka sangat berbeda jauh. Yang aku tau om Guntoro dan Tante Erina menikah dari hasil perjodohan tapi rumah tangga mereka bisa bertahan hingga hari ini itu merupakan hal yg luar biasa. sedangkan ayah dan ibuku yang menikah karena cinta tidak bisa mempertahankan hubungan mereka.

__ADS_1


" kita makan dulu ya? " ajak tante Erina ketika membuka pintu kamar Alex


" iya ma,kami segera turun." jawab Alex


" oke. Mama tunggu ya?" jawab mama sembari menutup pintu kamar Alex kembali


" ayolah kita makan." ajak Alex


" iya." jawab ku tak bersemangat


" kenapa lemes begitu?, ayo semangat!" ucap Alex


" terimakasih banyak ya Lex,sudah bawa aku ke rumahmu." ucap Willy tulus


" sudahlah,,,kita kan bersaudara. Setiap manusia pasti punya salah. Jangan merendah seperti itu." Alex menjawab perkataan ku dengan sangat bijak


kami bangkit dari tempat kami duduk melangkah keluar dari kamar tidur untuk menyantap makan malam yang sudah disediakan Tante Erina.


Tante Erina tersenyum melihat kami berdua tiba di ruang makan,wangi masakannya membuat selera makanku meningkat tajam. Ya,,,maklum selama berada di bui aku tidak pernah menikmati makanan selezat ini! Tante Erina memang selalu juara dalam urusan masak memasak. Seandainya saja ibuku seperti Tante Erina mungkin aku tidak akan sebejat ini! Hm,,,,semoga tuhan selalu menjaga dan melindungi keluarga ini. Aku iri ya,,,tentu saja tapi,aku selalu berterima kasih kepada Alex karena dia memang seorang pria yang baik dan tulus membantu siapapun.

__ADS_1


__ADS_2