
satu bulan kemudian
Mutiara POV
Pesta pernikahan pun di langsung kan. Di hari ulang tahunku tuhan telah memberikan aku banyak kebahagiaan. Hem,,aku terpana melihat dekorasi yang mewah dan elegan ketika aku memasuki ruangan mereka ( tim W.O) mampu menyulap semuanya begitu indah! memanjakan dan menghipnotis siapapun yang datang melihatnya,aku senang sekali ini adalah hadiah ulang tahun terindah yang Alex berikan kepadaku.Dengan kondisiku yang sedang berbadan dua aku sedikit merasa kelelahan, tapi semua itu terbayar dengan meriahnya pesta dan kehadiran para tamu undangan yang memberikan doa restunya kepada kami berdua (Alex dan mutiara).
Aku memutuskan untuk tidak lagi bekerja di toko sovenir milik Riuka. Aku lebih memilih mengisi waktu luang ku menjadi pengajar untuk anak-anak jalanan di lingkungan tempat tinggal ku dulu.
Aku masih berada di sini ( rumah lama ku) membereskan buku-buku yang masih berserakan di lantai,mengembalikan semuanya kembali ke tempatnya. Sesekali aku melirik jarum jam tanganku,menunggu kedatangan Alex yang berjanji akan menjemput ku hari ini.
" permisi,,," aku mendengar suara seseorang datang,aku datang menghampiri untuk memastikan siapa yang berada di luar sana
" hai,aku datang!" ucap Dani yang sedang berdiri dimuka pintu.dani yang aku kenal dulu kini jauh berbeda,entah mengapa Dani yang sekarang terlihat seperti anak berandalan.
" oh lu,kenapa?" tanya ku
" suruh gue masuk Dong?" ucapnya
" lu disitu aja,nggak ada orang di dalem." jawab ku. Aku sedikit takut menerima kedatangan Dani,sepertinya dia sedang mabuk! Dani menyelonong masuk ke dalam rumah. dengan santainya ia duduk dengan sebatang rokok yang ada ditangannya.
Aku masih diam terpaku di depan pintu. Berharap ada seseorang yang segera datang untuk mengusir Dani yang sedang mabuk!
" ngapain lu disitu? Sini duduk sama gue,kita kan teman." ucapnya
" disini aja,gue nunggu Alex." jawabku singkat. Aku merasa terganggu dengan asap rokok yang Dani bawa. Sesekali aku mengibaskan kepulan asap itu agar tidak masuk kedalam rongga hidungku.
" gue kan tamu,masa lu nggak sediain gue apa-apa?"
__ADS_1
" itu ada air putih disana,ambil aja klo lu mau." ucapku seraya menunjuk kearah dispenser yang sengaja aku sediakan untuk anak-anak yang belajar disini. Dani datang menghampiriku,aku bersiap mendorongnya jika ia berniat kurang ajar padaku. Dani meletakkan salah satu tangannya ke tembok mencoba menghalangi aku agar tidak pergi kemanapun,
" lu tiba-tiba menghilang, tiba-tiba datang ketempat ini. Apa lu tau selama ini gue juga suka sama lu?" bau alkohol tercium di rongga hidungku. Sebegitu terlukanya kah dia kepadaku? hingga keadaan nya seperti ini?
" gue begini,karena lu! Lu lebih memilih pergi dari tempat ini hanya karena dia kaya? Iya? " aku tak menjawab pertanyaannya,aku mendorong tubuh Dani membuatnya jatuh. Dani tak juga menyerah ia meraih tanganku,membuatku berasa dalam dekapannya. Aku takut,ingin berteriak tapi,ia menutup mulutku hingga aku tak bisa mengeluarkan suara sedikit pun.
" buk" seseorang memukul Dani dari belakang membuat Dani jatuh tersungkur untuk kedua kalinya.
" apa yang kau lakukan disini? Pergi sekarang atau aku akan membuatmu hancur berantakan!" Alex menghampiri Dani,meremas baju Dani dengan penuh amarah.
" gue cuma mau bersenang-senang dengan teman kecil gue. Kenapa lu marah? " ucapan Dani makin memancing emosi Alex. Alex mengepal kencang-kencang tangannya hendak memberikan sebuah bogem mentah ke wajah Dani. Dani menghindar,mencoba menyingkir dari hadapan Alex
" maaf jika gue sudah kurang ajar,setidaknya hari ini gue yakin kalau lu emang pria yang cocok untuk mutiara." Dani tersenyum ternyata ini hanya sebuah prank! Ani menghampiri Alex dan mengulurkan tangan kanannya. Alex yang masih dalam keadaan penuh emosi menyambutnya dengan wajah ketus! sepertinya ia benar-benar tak rela satu orang pria pun menyentuh mutiara.
" bercanda lu nggak lucu,w takut tau." aku menggerutu
" tapi kok lu bau alkohol? " tanya mutiara lagi
" oh,,,iya minum dikit tadi. biar keliatan beneran gitu akting gue,"
Aku menatap wajah Alex yang masih terlihat kesal. Ia menatap Dani dari atas hingga ujung kakinya,sepertinya ia masih ingin menghajar Dani!
" ya udah,gue permisi. Maaf ya? " Dani melemparkan pandangan kearah Alex yang masih diam membisu.
" gue pergi dulu ya? " Dani berlalu meninggalkan aku dan Alex. Dia melangkah pergi menjauh dari kami tanpa pernah menoleh lagi,
" seandainya kau tau,aku juga ingin memiliki mu. dan seandainya juga kau tau aku juga melakukan apapun untukmu? Namun,takdir tuhan memang tak selamanya baik menurut ku. Semoga kau bahagia." bisik Dani dalam hati meninggalkan Alex dan mutiara
__ADS_1
aku membawakan Alex segelas air putih,mencoba menenangkan jiwa,dan meredakan amarahnya yang masih berkecamuk. Ia menggulung lengan kemejanya dan meneguk segelas air yang aku berikan tanpa sepatah katapun.
" kakak marah?" tanya ku menatap wajahnya yang masih terlihat memerah karena emosi.
" marah? kalau iya kenapa?" jawab Alex ketus
Aku memasang muka cemberut. bukan jawaban ini yang aku inginkan!
" sudahlah aku mau pulang saja. males juga ngeliat muka Kaka yang seperti ini." aku meninggalkan nya,meraih tas ku memasukan apa saja yang tergeletak diatas meja ( ponsel,pulpen dan beberapa stik note).Alex datang mendekatiku ia memelukku dari belakang dan membisikan sesuatu yang membuat bulu kudukku berdiri
" aku sangat tidak rela satu orang pria pun yang menyentuh mu. Aku akan sangat marah jika hal itu terjadi lagi."
Aku membalikkan tubuhku. kami berdua pandang,dengan tatapan tajam kearah ku ia mengecup bibirku lembut mencoba merambah ketempat yang lain . Dan,,,,,
" please deh,,jangan disini!" ucapku menghentikan aksi yang hendak Alex lakukan.
" yah,,,sudah di puncak nya ini say," Alex memprotes ucapanku
" Hem,,,kakak ini selalu saja seperti itu jika dekat denganku." jawabku sejadinya
" cup " lagi-lagi ia mencium bibirku
" karena kau sudah menjadi candu dalam hidupku." Alex mengelus perut ramping ku,meletakan telinganya disana untuk sekedar menyapa calon bayi kami
" halo sayang," ucap Alex seraya mencium perutku.
tak berselang berapa lama,aku dan Alex meninggalkan tempat ini. Menuju rumah sederhana yang selalu menghadirkan banyak cerita dan kebahagiaan didalamnya.
__ADS_1