
Alex mengajak mutiara untuk hadir ke acara 7 bulanan Riuka. hiasan bunga dan ornamen bak kerajaan keraton menghiasai acara 7 bulanan ini. Willy yang notabennya mempunyai darah keturunan Jawa tak luput dari tradisi turun temurun ini. sedangkan Riuka yang mempunyai darah asli jepang tak kalah bahagianya mengikuti prosesi 7 bulanan ini. Mutiara mengenakan kebaya modern berwarna coklat muda dipadukan dengan rok lilit yang menambah kesan cantik dan elegan. Alex menatap wajah mutiara untuk memastikan kondisi sang istri baik-baik saja selama prosesi acara ini berlangsung.
" aku baik-baik saja." ucap mutiara kepada
" katakan kepada ku jika kondisi mu tidak baik ya sayang? " tutur Alex
Mutiara memberikan senyuman manis kepada Alex sebagai tanda setuju akan perintah yang Alex katakan.
" iya." jawab mutiara mantap
Hingga acara dimulai,semua.mata menatap kagum kepada Riuka dan Willy. Riuka nampak cantik dengan baju Dodotan khas Jawa yang dihiasi bunga melati sementara Willy nampak.gagah dengan pakaian beskap berwarna hijau pupus. Mereka berdua tak henti-henti nya melepaskan senyuman kebahagiaan kepada para tamu undangan tidak terkecuali kepada Alex dan mutiara.
Mutiara terdiam ketika matanya menatap perut Riuka yang membesar tersebut apa yang ia lihat seolah kembali pada masa lalunya. seandainya kejadian itu tidak terjadi mungkin si kembar sedang ada disini? berada dalam pelukannya dan menyaksikan acara ini. kedua mata Mutiara berbinar,berusaha membendung air mata yang sebentar lagi akan menetes. Alex seakan tau apa yang sedang Mutiara rasakan ia mengusap punggung Mutiara perlahan dan sesekali Mutiara membasuh pipinya dengan sapu tangan yang ia pegang.
Riuka menghampiri Mutiara setelah acara selesai. Mutiara tersenyum.ketika Riuka memeluknya dengan erat. Ada raut kerinduan yang mendalam ketika mereka bersama. Riuka yang sudah tau keadaan Mutiara sepertinya enggan untuk bertanya 'apa kau baik-baik saja?'
Riuka mengajak Mutiara duduk bersamanya,meminta Willy untuk mengabadikan moment langka ini melalui kamera ponselnya.
" kamu sangat cantik," puji Riuka
" kakak,juga makin cantik. selamat ya kak? " balas mutiara
" kamu bisa aja,kita makan dulu yuk? Aku sudah pesan catering yang paling enak loch. " ucap Riuka bersemangat. Riuka berharap Mutiara menikmati hidangan yang telah ia sajikan tapi,sayangnya ada beberapa makanan yang harus Mutiara hindari.
__ADS_1
" beb,Naomi dimana? " tanya Riuka
" itu dengan ayah. " jawab Willy sambil menunjuk Naomi dan ayah yang sedang duduk di sudut ruangan. Ternyata ayah sudah keluar dari rumah sakit! Hem,,syukurlah.
" pak Johan sudah sembuh ya kak? " tanya Mutiara
" iya, Alhamdulillah sudah membaik. Dan sekarang aku kehilangan Naomi,karena ia lebih senang bermain dengan kakeknya,"
" iya mungkin,kakeknya lebih asyik ketimbang bermain dengan Daddy nya sendiri." Alex menimpali perkataan Willy
" bisa aja lu,ya udah makan dulu dong? Udah laper nih,,," ucap Willy memegang perut nya ya yang terlihat sispack itu
" iya beres,,,lu aja dulu nanti gue sama mutiara menyusul." jawab Alex
sepeninggalan Willy dan Riuka Mutiara menatap pemandangan cucu dan kakek yang sedang bersenda gurau di sudut ruangan. Pada akhirnya Willy bisa menemukan ayahnya dan kembali bersama. seandainya saja ayah dan ibuku masih ada mutiara pasti bisa merasakan kehangatan yang sama seperti Naomi saat ini.
" suatu hari nanti,mereka akan menjemput ku. Ya mereka pasti akan datang! Ayah,ibu dan kedua anak kembarku." bisik Mutiara dalam hati.
" ingin sesuatu? " tanya Alex membuyarkan semua lamunan mutiara.
" tidak. Kakak saja yang makan,aku ingin duduk disana ya? " ucap Mutiara menunjuk sebuah bangku kosong yang ada dihadapannya.
" okey. Aku akan bawakan makanan kecil untuk mu ya? " ucap Alex sebelum meninggalkan Mutiara yang lebih memilih duduk sendiri ketimbang mengikuti Alex untuk mengambil makanan.
__ADS_1
Mutiara membasuh hidungnya yang tiba-tiba terasa hangat. Dan benar saja hidungnya sudah mengeluarkan darah! Tak ingin membuat Alex panik ia segera mengelap nya dengan cepat namun,tetap saja aliran darah tersebut menetes. Alex terlihat panik melihat keadaan mutiara yang seperti itu,terlebih wajahnya pun mulai berubah pucat! pasti mutiara berbohong akan keadaannya. Alex meletakkan makanan kecil yang ia bawa ke sembarang tempat dan menhampiri mutiara dengan cemas.
" kita ke rumah sakit ya?"
" nggak apa-apa Kak,biarkan saja." jawab Mutiara
" kita harus ke rumah sakit."
" pergi kerumah sakit atau tidak keadaanku tidak akan lebih baik." Alex hanya terdiam mendengar ucapan Mutiara seperti itu. Ia pun memutuskan untuk mengambil sapu tangannya Mutiara untuk menghentikan aliran darah tersebut.
" kita pulang saja ya? "
" tunggu sebentar kak,aku masih mau disini. Boleh ya? aku jenuh di rumah." pinta mutiara
" baiklah." jawab Alex menyetujui permintaan Mutiara.
Alex memberikan sapu tangan miliknya kepada Mutiara untuk membersihkan sisa-sisa darah mimisan.
" sudah sedikit lebih baik, terima kasih kak," ucap mutiara kepada Alex
" iya sayang,"
Mutiara dan Alex pada akhirnya mengikuti acara tersebut hingga akhir. Setelahnya Alex memutuskan untuk membawa mutiara menemui dokter Erwin.
__ADS_1