
Pagi hari di akhir pekan. Matahari masih malu malu untuk menampakkan dirinya.Segarnya udara di pagi hari menyejukka insan yang memilih untuk keluar dari mimpinya untuk mewujudkan mimpi tersebut.
Tampak seorang gadis yang sedang merapikan tempat tidurnya.
tittt tittt tittt
Mutiara mengambil ponselnya menjawab panggilan yang ternyata tak lain dan tak bukan adalah Alfian.
Kurang kerjaan banget sih, masih pagi udah nelfon aja lu*batin Mutiara
"Halo", sapa Mutiara.
"Pagi Araaa", sapa Alfian dengan bersemangat.
"Ada apa pagi pagi udah nelfon?", ucap Mutiara to the point.
"Ara, hari ini kan weekand, so aku mau ngajak kamu buat jalan jalan, kamu ada waktu gak?", ucap Alfian.
"hmmm",gumam Mutiara.
"Gimana Ara?, bisa gak? aku gak paham kalau kamu cuma bilang hmm hmm", jelasa Alfian.
"Hehe maaf, maaf, sensi amat sih,,, lagi PMs ya?", ledek Mutiara.
"Aku kaum adam Ara",ucap Alfian.
"Yaudah deh, aku terima tawaran kamu.", ucap Mutiara.
"Yess", Alfian spontan mengatakannya dengan nada riang bahagia.
Mutiara senyum senyum sendiri mendengar perkataan Alfian yang terdengar menggemaskan.
"Nanti aku jemput yah, jam 10 pagi oke", ucap Alfian.
"Eh,,,",ucap Mutiara tapi belum selesai biacara Alfian sudah menutup panggilannya.
Flashback on•
Hari ini kan hari libur, aku mau tau lebih jelas hidup Ara, sepertinya dia punya banyak masalah. Today aku harus ketemu sama dia dan menemukan jawaban dari rasa penasaranku ini.
Aku juga tidak tahu kenapa aku merasa khuatir sama Ara, aku ga mau liat dia sedih. Aku harua buat Ara bahagia. Dia wanita baik baik, jadi ia harus mendapatkan yang terbaik.
Alfian pun berinisiatif untuk mengajak Mutiara ke sebuah cafe, cafe tersebut tak lain dan tak bukan adalah cafe keluarga ayahnya.
Flashback off~
Sekarang jam sudah menujukkan pukul 09.00. Mutiara mulai sibuk memilih pakaian untuk bertemua dengan Alfian nanti.
Mutiara terus mencoba baju yang ada didalam lemarinya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau yang peach ini", ucap tiara sambil memegang baju dengan nuansa peach kalem.
"Ah tidak," ucapnya lagi.
"Atau bagaimana kalau aku pake baju navi ini saja," kata tiara memegang pita kecil diujung kiri atas baju tersebut.
"Ah tidaaakkk!, bagaimana bisa aku sepusing ini hanya untuk memilih baju?", Mutiara bertanya pada dirinya sendiri.
Mutiara adalah tipe orang yang tidak terlalu memikirkan apa yang dipakainya.Yang penting nyam aja udah itu pilihannya. Hinggaa Mutiara menatal sebuah baju diujung lemarinya.
Mutiara mengambil baju tersebut.
"Ya, biar aku pakai baju ini", Mutiara pun berlabuh pada baju berwarna cream dengan kombinasi garis putih di ujung lengan baju tersebut.
Tidak terasa jam sudah menujukkan pukul 09.40.
"Hah apa? aku menghabiskan waktu selama ini hanya untuk memilih baju?", gumam Mutiara sambil menepuk jidatnya.
Mutiara bergegas memakai baju yang dipilihnya. Mutiara juga sudah merias wajahnya setipis mungkin.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 teng.
"Aku sudah ada di depan", pesan dari Alfian.
Mutiara bingung, memangnya Alfian tau kalau rumahku yang mana? ah sudahlah tidak penting juga.
Mutiara pun beranjak ke depan rumahnya menemui Alfian.
Hari ini ibu tirinya liburan ke Bali tanpa mengajak Mutiara. Maya pergi berdua bersama Danendra.
"Ayo masuk", ucap Alfian sambil membuka pintu untuk Mutiara.
Mutiara hanya mengannguk dan masuk kedalam mobil.
"Kita mau kemana?", tanya Mutiara.
"Adadeh", ucap Alfian.
"Intinya aku ga bakalan culik kamu kok, hehe", ucap Alfian.
Mutiara hanya tersenyum tipis
Mobil berhenti di depan sebuah cafe bintang 5. Alfianpun memarkir mobilnya.Kemudian Alfian melepas sabuk pengamannya dan membukakan pintu mobil disebelah Mutiara.
"Silahkan tuan putri", ucap Alfian.
"Apaan sih", jawab Mutiara yang tidak sadar kalau pipinya sudah merah merona menahan malu.
Merak bedlrdua berjalan beriringan masuk kedalam cafe tersebut.Alfian tak lupa menarik sebuah kursi untuk Mutiara duduk.
__ADS_1
"Aku bisa sendiri kok Al", ucap Mutiara.
"Gapapa Ara, santai aja", ucap Alfian.
Mutiara hanya menuruti pria yang ada didepannya tersebut.
"Kamu mau pesan apa?", tanya Alfian.
"Greentea aja", ujar Mutiara.
"Kok minum doang, makanannya apa?", tanya Alfian lagi.
"Ehm ga usah Al", ucap Mutiara.
*Inikan cafe elite, aku gaenak kalau pesan banyak bayak*,barin Mutiara.
"Yaudah kalau gitu biar aku yang pesan",ucap Alfian.
"Saya pesan bla bla bla bla", ucap Alfian kepada pelayan.
"Baik tuan", ucap Pelayan.
Pelayan tadi pun pergi meninggalkan dua insan yang sedang duduk manis.
"Kok kamu pesan banyak banget sih Al", aku ga rakus rakus amat kok, lagipula disinikan hidangannya mahal mahal.
"Apasih yang enggak untuk Mutiara emas intan permata yang cantik ini", goda Alfian.
"Aku malu kalau kamu berlebihan begitu Al, oramg mukaku pas pasan kok", ucap Mutiara.
"Aku ga becanda kok Ara, Kamu memang cantik, lagipula ini cafe bokap.
"Apa?", ucap Mutiara heran.
"Ini cafe milik keluarga Mubarak bapak aku", jelas Alfian.
Mutiara hanya mengangguk.
.
.
.
.
.
Tak bosan bosannya aku ngingatin jangan lupa vote and coment nya bebbb♡
__ADS_1
Tunggu kelanjutan cerita Mutiara. Stay toon~♥~