
Mutiara POV
Aku terbangun dari tidurku. rasanya rasa lelah di kepala ku sudah mulai berkurang,aku membalikkan tubuhku dan,,,betapa terkejutnya aku melihat Alex terlelap di sofa kamarku. Huh,,, lagi-lagi dia tidur bersamaku. Aku merasa kurang nyaman dengan pakaian pesta yang sedari tadi melekat di tubuhku. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk bangun,menarik resleting pakaian ku dan seketika itu pula pakaian itu meluncur jatuh ke lantai. Aku sedikit takut,takut jika Alex terbangun dan melihatku tanpa pakaian! Aku mendekatkan wajahku kearahnya memastikan jika ia masih terlelap. setelah memastikan ia masih lelap dalam tidurnya,aku Segera mungkin membuka lemari pakaian ku dan menarik baju tidurku dari tempatnya bersemayam.
 uh,,,tidak,Dia bergerak! Terbangun dan duduk di tepian sofa! Aku menutup bagian buah dadaku dengan kedua tanganku. Memastikan dia tidak melihat apapun
" kau sudah bangun?" ucap Alex yang masih setengah mengantuk. Kedua matanya pun masih separuh terbuka dan semoga saja dia tidak aku yang hanya memakai pakaian dalam saja.
" iya,kau tidur saja lagi." jawabku gugup
Alex kembali merebahkan dirinya diatas sofa. Sesegera mungkin aku mengenakan pakaian ku dan melangkah menuju meja belajarku yang berada tepat disamping sofa,tempat dimana Alex tertidur untuk membersihkan riasan di wajahku. Aku membersihkan sisa make up di wajah ku,setelah ku pastikan bersih aku beranjak menuju tempat tidurku dan,,,, tiba-tiba saja Alex menarik tanganku menjatuhkan aku ke dalam pelukannya. Ia membuka matanya,
" kau pikir aku tidak melihat pemandangan yang barusan terjadi?" ucapnya setengah menggoda
wajahku memerah. Antara malu dan kesal! ternyata ia berpura-pura tidur! Aku mencoba melepaskan pelukan Alex tapi,kali ini pelukan nya begitu kuat membuatku sedikit sulit untuk bernafas
" jangan mencoba pergi dariku,karena malam ini aku ingin tidur bersamamu." ucapan Alex terdengar mengerikan! Denyut jantungku berdetak kencang,aliran darahku terasa mengalir begitu deras. sepertinya ia tidak main-main kali ini
" pikiranmu sedang kotor ya?" tanyaku sejadinya. Mencoba mencairkan suasana yang sepertinya sudah mulai membeku. Alex tidak menjawab,dia masih menatap tajam kearah ku. Biasanya dia selalu membalas dengan candaan tapi tidak dengan malam ini.
__ADS_1
Alex mencium bibirku,jemarinya merambah kebawah dan membuka kancing baju tidurku,meremas kedua gunung kembarku dengan penuh gairah ia ******* bibirku seperti baru saja menemukan sebuah permen malam ini. Sepertinya aku mulai mengikuti dan menikmati permainan nya hingga tak tersisa satu helai benang pun diantara kami dan kejadian yang tak diinginkan pun terjadi. Alex telah merenggut kesucian ku sebagai seorang gadis. Entah setan apa yang membuat Alex menjadi seperti ini aku benar-benar menyesali kebodohan ku malam ini, benar-benar menyesal.
Aku meneteskan air mata,sebagai seorang gadis aku sudah tidak mempunyai sesuatu yang harus ku banggakan lagi malam ini. Aku pun tak dapat mengangkat wajahku dengan percaya diri lagi karena aku bukan seorang gadis yang memiliki kesucian. Aku dan Alex kembali mengenakan pakaian kami masing-masing tak ada kata diantara kami berdua yang jelas aku merasa dia telah puas dan menang telah mendapatkan apa dia mau selama ini.
" kau marah padaku? " ucapnya mendekatiku ketika aku duduk terdiam di sudut ruangan. Merasa marah dan kecewa pada pria yang ada di hadapanku.
Aku meneteskan air mata,sepertinya Alex pun menyesali kejadian malam ini ia memelukku dan mencoba menenangkan ku
" menikahlah dengan ku,maaf sekali maafkan aku yang tidak bisa menahan hawa nafsuku." ucap Alex tulus.
" aku tidak bermaksud menyakiti mu, sungguh aku sangat menyayangimu." Alex mengecup keningku mencoba meyakinkan aku dengan kata-katanya.
Alex POV
pagi hari
Aku masih menatap gadis di samping ku ini,seorang gadis yang telah aku renggut kesuciannya tadi malam. Aku memejamkan mata sejenak entah mengapa aku tidak bisa mengontrol hawa nafsuku malam itu. Ya,karena aku memang benar-benar ingin memilikinya selamanya. Sepertinya aku harus segera menikahinya aku takut kejadian kedua akan terulang lagi dengan status kami yang belum resmi menikah. Aku pun takut jika dia tiba-tiba hamil karena perbuatan ku semalam. mutiara membuka matanya dan kembali terpejam setelah melihat ku masih berada disampingnya. Aku mengecup keningnya
" aku izin pamit ya,"
__ADS_1
mutiara mengangguk dengan mata terpejam. sepertinya ia malas menatap ku
" apa kau baik-baik saja?" tanya Alex memastikan kondisi mutiara baik.
" sedikit sakit karena perbuatan mu. Sudahlah aku mau tidur saja." jawabnya masih dengan kedua mata yang terpejam.
" kau tak ingin melihatku?" tanya Alex membuat mutiara membuka matanya dan menatap wajah tampan Alex. Mutiara mengalungkan kedua tangannya ke leher Alex
" aku selalu ingin melihatmu." mendengar ucapan mutiara Alex tersenyum bahagia. Dia pun mencium bibir itu lagi dan,,,,
" jangan mencoba bercinta denganku lagi pagi ini." ucap mutiara
" ya,ya baiklah. Istirahat lah sayang,,,aku mau kantor dulu ya?" ucap Alex
Mutiara mengangguk pelan,ia melanjutkan tidurnya ketika Alex menghilang dari balik pintu kamarnya.
'semoga saja apa yang aku katakan benar kak,dan sampai kapan pun kau tidak akan pernah meninggalkan aku ' bisik mutiara dalam hati
Hem,,,,bagi yang belum cukup umur jangan coba-coba mencontoh adegan ini ya,,,,salam hangat. Tetap berpikir positif ya? 😉
__ADS_1