
Willy dan Riuka tiba di rumah sakit. Mereka berdua ikut larut dalam peristiwa yang mengharukan. Mereka melihat dua insan itu sedang duduk bersama,bercerita dan sesekali melemparkan tatapan rindu. Mama (Tante Erina) juga ada disana,tersenyum bahagia melihat anak semata wayangnya bisa kembali tertawa karena kesembuhan Mutiara.
Riuka mendekati mama. Ia memberikan salam dan mencium tangan mama sebelum akhirnya mendekati Mutiara untuk sekedar memeluknya. Ada tangis haru disana,Riuka sangat bersyukur ingatan mutiara telah pulih kembali.
Willy pun mendekati Alex. Menepuk bahu Alex sebagai tanda pemberi semangat dan memeluknya
" gue nggak Nyangka rasa cinta itu berlanjut sampai sekarang? Lu emang pria yang hebat! Gue bangga punya sodara seperti lu," ucap Willy Yang kagum akan kesetiaan Alex
" semuanya karena hati dan aku memang terlalu menyayangi nya." jawab Alex sembari menatap mutiara yang saat ini sedang berbincang-bincang dengan Riuka dan mama.
Ponsel Riuka berdering ketika mereka larut dalam kebahagiaan malam ini. ia mengangkat ponsel tersebut dan,,,percakapan ini pun terjadi.
" momi,,,,apakah momi lupa ini adalah hari ulang tahun ku? " ucap Suara manja di sebrang sana
" momi ingat sayang,,,sebentar momi pulang ya? " jawab Riuka
"beneran ya,jangan bohong." tutur suara manja itu lagi
" siap anak manis,,," jawab Riuka mengakhiri ucapannya. Willy yang tak sengaja menguping pembicaraan mereka berdua ikut bertanya
" apakah itu Naomi? " tanyanya
" iya,dia menyuruhku pulang. " jawab Riuka ketus seraya memasukan ponselnya kedalam tas miliknya.
" ya sudah,aku antar ya? " Willy menawarkan jasanya untuk mengantarkan Riuka.
" nggak perlu!" Riuka berlalu meninggalkan Willy untuk sekedar berpamitan kepada mama dan Mutiara.
__ADS_1
" biarkan Willy yang mengantarkan mu riu," ucap mama ramah
" aku pulang sendiri saja Tante. " jawab Riuka dengan tatapan tidak suka kearah Willy
" ini sudah larut,,,sudah jangan menolak." Alex menambahkan ucapan mama
Setelah berpikir sejenak,Riuka sebenarnya sedikit takut pulang sendiri malam-malam begini dan akhirnya ia pun menerima tawaran Willy untuk mengantarkannya pulang. Ada senyum kemenangan di raut wajah Willy karena akhirnya Riuka mau menerima tawarannya. Sementara itu,Riuka memasang wajah cemberut yang justru membuat Willy makin gemas melihatnya.
tak berapa lama berselang mereka tiba di rumah sederhana berlantai 2. Tidak cukup besar dan juga tidak kecil,disinilah tempat Riuka dan Naomi tinggal selama ini. Yah,,,meskipun masih mencicil tapi setidaknya Riuka mempunyai tempat tinggal tetap.
Willy POV
Aku tiba di rumah milik Riuka. Ya,aku tau ia memulai semuanya dari awal karena setelah aku dipenjara rumah dan seluruh aset di sita oleh negara. Aku tau berapa sulitnya hidup yang telah dilalui Riuka dan karena itu pula aku memahami jika sampai hari ini ia masih membenciku. aku melihat gadis kecil menghampiri Riuka dengan bersemangat,Riuka memeluknya dan memberikan sesuatu dari dalam tasnya. Aku kenal betul apa yang Riuka berikan padanya. Ya,,,itu ada lah hadiah yang aku berikan tadi sore di toko. Gadis itu membukanya dan melompat kegirangan. Aku tersenyum melihatnya dia anakku Naomi. entah apa yang Riuka katakan kepada gadis cilik itu perlahan ia menghampiri ku,tersenyum kepada ku,dan memelukku. ku pikir dia tidak akan mengenaliku karena sewaktu aku masuk penjara ia baru berusia satu tahun.
" Daddy," ucapnya. Aku terbaru mendengar dia memanggil ku Daddy! Aku mengecup.keningnya dan memeluknya erat. Tahukah kalian sepanjang hari didalam penjara aku selalu memikirkan dan merindukannya. Aku terharu,dengan mata yang berkaca-kaca aku mengucapkan sesuatu kepadanya
" selamat ulang tahun ya? " ucapku tulus.
" momi,,,,aku senang Daddy ada disini." ucapnya bahagia
" iya sayang," jawab Riuka
" besok dia cara ulang tahunku Daddy akan datang kan mom? " tanya Naomi
" nanti kita tanya Daddy ya? " jawab Riuka sembari melirik kearah Willy. Aku menjawab dengan cepat setelah melihat kode yang di tunjukkan Riuka kepadaku
" iya. Daddy pasti akan datang." jawabku
__ADS_1
Naomi melompat kegirangan,tanda bahwa ia amat bahagia mendengar ucapan kedua orang tuanya.
" sekarang tidur dulu ya,ini sudah malam sayang." ucap Riuka
" okeh." Naomi mengacungkan jempol kearah Riuka kemudian mencium kedua pipinya dan tak lupa mengucapkan selamat malam kepadaku. Naomi memelukku sebelum akhirnya dia pergi ke kamar tidurnya bersama seorang pengasuh.
" dia sudah besar ya? " ucap ku
" iya,dia selalu bertanya tentang mu." ucap Riuka lirih.
" dia tau aku mantan narapidana? " tanya ku perlahan
Riuka spontan memukul kepalaku. Aku sedikit terkejut dengan kelakuannya!
" kau pikir aku tega melukai hatinya? Kau sudah tak waras ya? " ucap Riuka ketus
aku tertawa cengengesan melihat raut wajah yang menggemaskan itu. ingin rasanya aku merekamnya tapi,ku rasa ini bukan waktu yang tepat.
" kau akan menginap atau pulang? " tanya riuka sembari meletakkan tas diatas meja.
Aku sedikit terkejut mendengar tawaran Riuka. Tanpa pikir panjang aku pun menjawabnya dengan cepat.
" nginep ya? " tanya ku lagi
" oke. kebetulan besok acara ulang tahun Naomi,akan ada banyak balon di rumah ini dan kau yang bertugas meniupnya!"
Aku menepuk jidatku sendiri. Oh,,ternyata ini tujuan dia menyuruhku untuk tetap tinggal. Huft,,,,ya sudahlah aku terima menjadi badut pun rasanya aku mau saja asal kan aku dapat melihat senyum manis Naomi di hari yang spesial baginya.
__ADS_1
seperti apa ya keseruan acara ulang tahun Naomi?? Ehm,,,kita lihat kelanjutan ya? Geserrrrr😁
Oh iya,Jangan lupa dukungan dan like dari kalian ya,,,,love love sekebon😁😘😘😘