Mutiara

Mutiara
episode 49 wali nikah dan sekolah gratis


__ADS_3

Hari berikutnya,Mutiara tiba pagi-pagi sekali untuk melaksanakan ujian persamaan tingkat SMA di sebuah lembaga pendidikan. Mutiara bahagia sekali karena akhirnya ia bisa merasakan ujian sekolah hari ini. bukan sesuatu yang sulit bagi mutiara mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh pihak penyelenggara,dengan mudahnya ia menjawab setiap pertanyaan . Mutiara memang memiliki otak diatas rata-rata orang normal dia pintar,cantik,dan juga mandiri. Sementara itu Alex menunggu mutiara di luar ruangan,tak sedikit Kaum hawa yang berdecak kagum melihat gayanya yang cool dan casual ketika menunggu Mutiara dengan sangat setia di ruang tunggu. Sesekali Alex melihat jam ditangannya,sudah hampir satu jam mutiara berada di ruangan itu, ia mulai jenuh sekaligus malu lantaran banyak orang yang menatapnya akhirnya,memutuskan untuk keluar dari ruang tunggu. Alex menyalakan suara music dari dalam mobilnya. Memilih untuk menunggu mutiara dari dalam mobil saja


" aku menunggu di mobil ya? " Alex mengirimkan pesan WA ke pada mutiara.


di tempat lain


Mutiara menyelesaikan tugasnya dengan baik. Ia bangun dari duduknya menuju kearah petugas untuk menyerahkan kertas hasil ujiannya. Dengan wajah sumringah ia keluar dari ruang ujian mencoba mencari sosok Alex yang tak kunjung ia temukan. Mutiara mengambil ponsel sari dalam tasnya mencoba mencari jejak Alex yang mungkin saja memberi kabar lewat ponsel. Dan benar saja,satu pesan singkat telah ia baca. Dengan langkah riang yang penuh semangat ia menuju tempat yang Alex maksud ( mobil). Alex menyapanya dengan senyuman ketika pintu mobil tersebut di buka.


" kok kaki pindah ke sini sih nunggunya? aku cari-cari di dalam Loch," ucapku sambil membuka blazer berwarna putih yang menempel di tubuhku.


" lebih nyaman di sini. " jawab Alex singkat


" oh ya kak,apa bisa kakak mengantar aku ke tempat dimana aku tinggal dulu? " tanya mutiara


" Hem,,,untuk apa kesana?" tanya Alex


" boleh ya? Nanti aku jelaskan disana." ucap.kitiara manja.


" baiklah aku antar kau kesana." Alex menjawab dengan mantap.


" terima kasih. " wajah mutiara terlihat manis sekali dengan ucapan itu,membuat Alex makin gemas melihatnya.


Alex dan mutiara menuju ke rumah ku yang dulu dengan santai. sepanjang perjalanan Alex dan mutiara bercerita tentang masa-masa mereka sewaktu masih kecil. menyusuri bantaran sungai hanya untuk mencari ikan kecil atau sekedar bermain air di bantaran sungai tersebut. Alex pun menceritakan bagaimana perjuangan nya untuk menemukan Mutiara kembali setelah sekian lama ia menetap di luar negri. Alex memberhentikan mobilnya di ujung jalan,kami berdua keluar dari mobil mewah tersebut. Terakhir aku kesini dengan sebuah luka yang begitu perih ketika harus menerima rasa pahit karena kehilangan ibu.


mutiara membuka pintu rumahnya,semuanya masih sama seperti dulu. bedanya dulu terlihat rapih dan bersih sekarang tidak seperti itu. debu sudah menempel dimana - dimana


" sebaiknya kakak jangan masuk,biar aku bersihkan dulu rumah ini ya?" punya mutiara mengambil sapu ijuk yang berada di dapur. Alex menuruti perintah mutiara karena hidungnya sudah merasa gatal akibat banyaknya debu yang berkeliaran. Mutiara membersihkan setiap sudut ruangan,ini semua memang salahnya karena sudah hampir 5 bulan ia tidak pernah datang ke rumah ini. Air dan kotoran sudah bercampur di dalam sebuah ember ketika mutiara mengelap perabotan rumah dan mengepel lantai. sementara di tengah kesibukan mutiara Alex menghubungi seseorang di sebrang sana.


Mutiara terkejut ketika 2 orang pria berbadan tegap datang menghampirinya mengambil alih pekerjaannya dengan sigap dan cepat mereka berdua menjalankan tugas dengan baik. Ya,mereka adalah para ajudan yang Alex miliki,ternyata diam-diam Alex menghubungi mereka berdua untuk.membqntu mutiara membereskan rumah.

__ADS_1


" terimakasih kalian mau datang ya? Terimakasih." ucap mutiara ketika mereka berdua selesai membantu nya. Rumahnya sudah terlihat bersih,wangi dan rapih! Ini semua hasil.ke5na kerasnya dan kedua ajudan pribadi Alex.


" sama-sama non." jawab salah satu dari mereka


" tuan,non kami permisi pulang." pamit Mereke


" iya,silahkan,,, terimakasih ya pak? " ucap mereka bergantian.


sepeninggalan kedua ajudan pribadi tersebut. Alex dan mutiara masuk kembali kedalam rumah,


" kau sudah janji akan menceritakan sesuatu kan? Apa itu? " ucap Alex penuh tanya


" kak,aku ingin membantu anak-anak jalanan yang tidak bersekolah untuk sekedar bisa membaca dan menulis di rumah ini."


Alex sedikit terkejut tapi ia suka dengan ide tersebut.


" bener kak? Jadi kaak tidak berkeberatan jika sesekali aku kesini? " tanya mutiara lagi


" iya sayang,selama itu baik aku selalu.mendukung rencana mu."


Mutiara memeluk tubuh Alex. Ia sangat senang Alex setuju akan rencananya.


" aku akan membelikan buku-buku bacaan untuk di baca anak - anak jalanan nantinya ya ? ":


" iya, terimakasih " jawabku dengan bahagia.


Mutiara POV


selama aku berada di tempat ini akummemamg selalu melihat pemandangan yang menyedihkan. Rak sedikit anak-anak kecil di tempat ini sengaja membantu kedua oang tuanya untuk mencari uang! Padahal mereka seharusnya duduk manis di bangku sekolah. kehidupan di jalanan memang sangat keras,terkadang seorang bayi pun harus berpanas-panasan di bawah teriknya matahari,menjadi alat untuk meminta-minta. Ya,mereka melakukan itu semata-mata hanya untuk bertahan hidup. Aku meminta izin kepada ketua RT setempat untuk membuka sekolah gratis di rumah ku dan mereka menyambutnya dengan gembira. pak RT yang sudah mengenalku dengan baik menyetujui rencana ku dan akan memberikan informasi kepada anak-anak yang ingin sekolah gratis untuk datang ke rumah besok hari. Aku paham,sebagian dari mereka bukannya tak ingin sekolah melainkan tidak punya biaya untuk itu.

__ADS_1


" terimakasih ya pak," ucap ku


" iya,mutiara. Bapak setuju akan hal itu,nanti bapak akan beritahukan kepada semua anak-anak disini untuk datang ke tempatmu ya? " ucapnya ramah


" iya pak. Dan satu hal lagi yang saya ingin katakan mau kah bapak menjadi wali nikah saya esok hari?" pak RT sedikit terkejut dengan kata-kata ku


" kau akan menikah? " tanya pak RT menatap ku penuh tanya


" iya pak,calon suami saya sedang berada di rumah. " aku memang sengaja meninggal kan Alex di rumah,karena dia sedang sibuk menata ruangan. Pak RT menepuk bahuku ketika aku menunduk tiba-tiba mencoba menahan air mata ku kembali agar tidak tumpah.


" insya Allah saya akan datang,karena bagaimana pun kita masih satu kerabat." ucap Pat RT


" terimakasih pak," Jawabku terharu mengingat aku memang sudah tidak punya siapa-siapa lagi sekarang.


Aku mengusap air mata kebahagiaan ini dengan cepat. Dan memutuskan kembali untuk pergi menuju rumah,pak RT memang masih terbilang kerabat jauh dari ayahku. Sewaktu ibu masih ada ia sering memberikan kami sembako gratis dan memberikan aku sedikit uang saku untuk sekolah.


" sudah selesai,,,," ucap Alex memperlihatkan hasil karyanya ketika akuembula pintu rumahku.


" wah,,,bagus sekali penantaanya." pujiku melihat hasil karya indah yang telah Alex buat. Ia meletakkan sebuah papan tulis milikku yang aku beli ketika aku duduk di sekolah dasar sudah cukup lama,namun masih layak untuk digunakan. ia meletakkan papan tulis tersebut di tengah ruangan,meletakkan beberapa rak buku di sudut ruangan dan,,,memberikan sentuhan asri dengan menaro beberapa tanaman hias plastik di Atas rak buku.


" kau pandai sekali." puji ku lagi


Alex memelukku dari belakang ketika aku masih terpana akan semua ini.


" besok kita akan menikah sayang,"


" terus kenapa? " tanyaku


" berarti besok kita akan bercinta lagi! " jawab Alex dengan gembira. Aku memukul bahunya sebagai hadiah atas perkataanya sementara ia tertawa riang melihat wajah ku yang mulai memerah.

__ADS_1


__ADS_2