Mutiara

Mutiara
episode 68 kebersamaan


__ADS_3

udara kota jakarta memang jauh dari kata sejuk untuk itu hari ini Alex memutuskan untuk membawa mutiara ke kebun teh. Selain tempatnya asri Alex juga ingin mengurangi sedikit penat yang ada di kepalanya dan tentu saja bersama istrinya,mutiara. Alex memandang wajah yang masih terpejam diatas ranjang tempat tidur dengan belaian lembut ia mengucap kening mutiara hingga membuatnya sedikit membuka mata.


" sudah pagi ya? " tanya mutiara dengan suara malas


" iya,tapi kamu tidur saja kalau masih lelah."


" bolehkah? "


" tentu saja. " jawab Alex


mutiara melanjutkan tidurnya. Membiarkan Alex bangun untuk membuat jendela kamar hotel ini,sepertinya Alex harus memikirkan untuk membangun sebuah rumah di tengah-tengah perkebunan teh. Agar dia tidak perlu lagi menyewa penginapan jika ingin menginap di perkebunan teh ini.


Sesekali Alex memandang wajah yang masih terlelap itu entah berapa lama lagi tuhan mengizinkan nya untuk tetap bersama mutiara. Rasanya belum siap jika hal yang buruk terjadi,Alex pun tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya tanpa hadirnya mutiara kelak.


Alex memandang hamparan hijau yang ada di depan mata nya tanpa menyadari tiba-tiba mutiara memeluknya dari belakang. mutiara memeluk tubuh Alex dengan manja seakan tidak ingin melepaskannya begitu saja.


" kangen ya? " ucap Alex setengah bergurau


" iya. "


" akhirnya ngaku juga." ucap Alex diiringi tawanya yang lepas. mutiara hendak melepas pelukannya karena candaan Alex namun,Alex dengan cepat mencegahnya.


" jangan dilepas. Aku pun merindukan mu. " cegah alex


entah berapa lama lagi mereka akan bersama dan entah di kehidupan yang mana lagi mereka akan bertemu yang 0asti untuk saat ini yang mereka ingin hanya ingin bersama sampai maut memudahkan mereka walaupun keduanya tak ingin berpisah.


Ditempat lain


Willy mengunjungi RSJ untuk menjenguk ayahnya. Selama 2 tahun berada di di rumah sakit ayah mengalami banyak perubahan sedikit-sedikit ia mulai mengingat Willy dan sudah mulai bisa diajak bicara. selain itu Willy juga mendapat kabar bahagia jika Riuka hamil anak keduanya yang di prediksi berjenis kelamin laki-laki.


langkah Willy terhenti di taman rumah sakit, bersama Naomi ia menghampiri ayahnya yang sedang duduk santai sambil membaca sebuah buku. Ya,ayah memang senang membaca!


" kakek,,," sapa Naomi

__ADS_1


ayah menoleh dan tersenyum ke arah Naomi.


" kakek sedang apa? Ini buat kakek." ucap Naomi menyodorkan sekotak sushi kepada Johan (ayah). Johan mengambil sushi tersebut dan membelai wajah cantik cucunya


" ini buat ku? "


" iya,mami yang buatin Loch kek."


" benarkah? Iya kek," jawab Naomi mantap


Ayah menatap ku penuh tanya,mungkin ia ingin bertanya kemana istriku dan aku segera menjawab pertanyaan yang belum sempat ia ucapkan


" Riuka sedang tidak enak badan. Sebentar lagi Naomi akan punya adik. " Willy memberikan kabar gembira itu kepada ayahnya.


" adik? " tanya ayah dengan nada tak percaya


" iya,kek aku akan punya adik nanti klo kakek sudah sembuh,kakek pulang nya ke rumah aku ya?" ucapan Naomi membuat ayah tersenyum hampa. Apa mungkin gadis cantik ini bisa menerima keadaan kakeknya yang pernah mengalami gangguan jiwa? Lalu apakah menantunya mau tinggal bersamanya? Ayah menghela nafas panjang, seandainya saja ia bisa sedikit tegas mungkin ia tidak akan kehilangan istri.


" ayah,jangan memikirkan apapun pintu rumah kami selalu terbuka untuk ayah." Willy memeluk tubuh ayahnya yang sudah mulai menua itu. Seperti apapun kondisinya saat ini dimana Willy ia tetap saja sosok ayah yang penyabar dan penyayang.


" kakek aku pulang dulu ya? Jangan lupa dimakan sushi nya ya? Klo tidak dimakan nanti Momi marah."


" iya nanti kakek makan."


Willy dan Naomi pun pergi meninggalkan Johan seorang diri.


setelah beberapa langkah meninggalkan ayahnya tiba-tiba saja Willy teringat Alex. Menurut Tante Erina dia sudah tiba sebulan yang lalu tapi mengapa manusia itu belum menghubungi ya? Willy mengambil ponsel yang berada di sakunya mencoba untuk menghubungi Alex


" iya," jawab Alex malas ketika menerima telpon Willy


" sombong banget Loch,dimana sekarang? " tanya Alex sambil membuka pintu mobilnya


" di kebun teh."

__ADS_1


" seh,,,,panen lu? udah ketemu mutiara belom lu? " tanya nya lagi


" ada yang perlu gue bicarakan sama lu deh." ucap Alex


" tentang apa? " Willy semakin penasaran dengan kata-kata Alex


" sayang,,," tiba-tiba saja Willy mendengar suara wanita dari ponselnya.


" suara siapa tuh? Selingkuh lu ya? Awas ya nanti gue bilangin bini lu,tau rasa lu di cere lu?! " tutur Willy gemas sekaligus kesal


" Daddy kenapa marah-marah? " tanya Naomi heran willy mengacungkan jari telunjuk nya ke depan bibirnya ke arah Naomi. Naomi menutup mulutnya sendiri agar tidak bersuara


" ngaco aja lu." jawab Alex


" terus itu suara siapa? jangan bilang sama gue klo lu lagi cek in sama wanita lain?" cetus Willy


" nih denger nih,,,," Alex menyodorkan ponselnya kepada mutiara


" ayo ngomong,ini Willy. " ucap Alex kepada mutiara


" halo kak," sapa mutiara


" oh iya,ya halo juga cantik. " balas Willy


Alex mengambil alih kembali ponselnya.


" cantik,cantik gue bilangin riuka nih? " Alex mengancam


" iya maaf,ngambek Mulu. Ya udah klo.lu udah di jakarta kabarin gue ya? Kita ngopi bareng. " ajak Willy


" oke,siap." jawab Alex


Willy menutup percakapan dengan Alex.

__ADS_1


Willy sebenarnya prihatin dengan keadaan rumah tangga Alex. Bagaimana tidak,rumah tangga yang terlihat harmonis nyaris tanpa cela tersebut,harus mengalami masalah yang cukup pelik. apalagi mendengar kondisi mutiara yang sudah tidak bisa lagi memberikan nya keturunan makin membuat Alex ikut larut dalam kesedihan yang Alex rasakan.


__ADS_2