
Sejak hari itu Alex makin gencar datang mengunjungi mutiara. Seakan ada semangat baru ketika ia mendengar perkataan Widuri. Pernah suatu ketika ia sengaja mengirimkan rangkaian bunga kepada mutiara dengan tulisan " I love you " namun mutiara menolaknya tanpa alasan.Hem,,,,seperti nya mereka sedang proses pedekate lagi ya? Hihihi
Alex tidak akan menyerah sampai pada akhirnya mutiara mau kembali pulang ke rumah. Hari ini sepulangnya dari kantor Alex datang mengunjungi mutiara. sepertinya mutiara tidak berjualan hari ini sehingga Alex memutuskan untuk pergi ke rumah mutiara.
Alex mengetuk pintu rumah tersebut tak berapa lama kemudian mutiara membukanya. ternyata benar dugaan Alex mutiara hari ini tidak berjualan,tapi sebentar Alex melihat wajah mutiara sangat pucat ia sangat khawatir melihat kondisi mutiara seperti itu.
" kamu sakit?" tanya Alex cemas masih berdiri di muka pintu
" bukan urusanmu." ketus mutiara seraya menutup kembali pintu tersebut namun,Alex mendorongnya sehingga pintu itu terbuka kembali.
" keras kepala." Mutiara menghela nafas sejenak dan meninggalkan Alex tanpa kata menuju kamar tidurnya membiarkan Alex berdiri di muka pintu tanpa mengizinkan nya untuk masuk. Mutiara masuk kembali ke dalam kamar dan kembali berbaring diatas tempat tidurnya.l,isi kepala serasa mau pecah ia tak ingin berdebat dengan Alex hari ini,mutiara pun memutuskan untuk mencoba memejamkan matanya.
Alex masuk kedalam rumah itu dan menutup kembali pintu tersebut. Perlahan ia menuju kamar mutiara dan benar saja mutiara sudah lelap tertidur,Alex datang menghampiri dan menyelimuti tubuh tersebut. Alex melihat beberapa,macam obat di meja rias mutiara
" apa yang terjadi pada dirinya? Sakit apa dia? " Alex mengambil beberapa obat yang ada di atas meja rias tersebut dan memasukkannya ke dalam saku celananya.
Alex memutuskan untuk menginap di sini (rumah mutiara) malam ini karena ia takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Alex berbaring di samping mutiara,tidak ada salahnya kan jika ia tidur bersama dengan istrinya? karena walaupun telah lama berpisah status mereka masih tetap suami istri. Ia memandang wajah cantik yang saat ini terlihat pucat,ingin mendekap dan memeluknya tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat.
" jangan mencoba macam-macam aku tau kau ada disebelah ku." ucap mutiara dengan mata terpejam. Mendengar suara itu Alex bisa sedikit bernafas dengan lega karena mutiara menyadari keberadaan nya
" iya,iya,,," jawab alex
Tiba-tiba saja tangan mutiara menyambar pergelangan tangan Alex membuat Alex terkejut dan mengikuti perintah mutiara. Mutiara meletakkan tangan tersebut diatas kepalanya
__ADS_1
" bisakah kakak pijat kepalaku ini sampai aku tertidur pulas." pinta mutiara yang masih memejamkan mata
" tentu saja sayang,akan aku lakukan dengan senang hati." jawab Alex bahagia karena pada akhirnya ia bisa sedekat ini lagi dengan mutiara. Semoga saja ini awal yang baik ya? Aamiin,,
Alex memijat kepala mutiara perlahan sepertinya mutiara sudah mulai tertidur pulas.
Pikiran Alex pun kembali pada peristiwa kecelakaan itu yang membuat mutiara hilang ingatan untuk sementara?
" apa,efek kecelakaan itu datang lagi? Sehingga ia menderita lagi seperti ini?" pikir Alex dalam hati.
" aku harus mencari tahu."
keesokan harinya
Alex memutuskan untuk kembali ketempat tidurnya,tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar yang mutiara lakukan. Alex membuka ponselnya mengirimkan gambar foto obat yang ia temukan di meja rias mutiara kepada dokter erwin. Beruntung ia masih menyimpan nomor dokter erwin setidaknya dokter erwin dapat menjawab semua pertanyaan dan menjelaskan apa yang terjadi dengan mutiara.
" semoga saja aku menemukan jawabnya."
Mutiara menghampiri Alex beberapa saat kemudian,setelah anak-anak pulang mutiara membawakan segelas susu hangat dan sepotong roti bakar. Alex sedikit terkejut walaupun 2tahun berlalu mutiara masih ingat menu sarapan untuknya
" untukku?" tanya Alex yang pura-pura bingung
" iya,anggap saja ini sebagai rasa terima kasih ku karena kau telah memijat kepalaku semalam." tutur mutiara acuh tak acuh
__ADS_1
" iya,aku makan ya?" Alex menyambar sepotong roti bakar tersebut.
" silahkan." jawab mutiara terpaksa dan meninggalkan Alex menuju dapur. Mutiara merasakan sakit kepala itu datang lagi,rasanya ia sudah tak kuat lagi harus berjuang melawan rasa sakit ini. Ia berjalan tertatih kembali ke kamarnya meraih obat dan segera menenggaknya dengan cepat. Alex lagi-lagi dibuat panik dengan keadaan ini,ia pun memapah tubuh mutiara dan membaringkannya diatas tempat tidur.
" jangan memaksakan diri untuk beranjak dari tempat tidur jika memang keadaanmu belum cukup pulih." ucap Alex
" aku baik-baik saja. Sebaiknya kakak pulang aku ingin sendiri." pinta mutiara
" tidak mau,aku akan tetap disini."
" keras kepala! Terserah lah." jawab mutiara sejadinya.
Alex sedikit menjauh dari mutiara ketika ponsel miliknya berdering,terdengar suara yang tak asing diseberang sana yang tak lain suara tersebut adalah suara dokter erwin.
" Alex bisakah kita bertemu?" ucap dokter erwin
" iya dok,bisa." jawab Alex cepat
" saya tunggu kedatangan mu sekarang ya?"
" siap dok." Alex mengakhiri percakapan nya dengan dokter erwin.
Alex bergegas untuk pergi sampai lupa berpamitan dengan mutiara. Ia ingin segera tau apa yang sedang terjadi dengan mutiara,semoga saja kabar yang akan ia ketahui adalah berita baik.
__ADS_1