My Bad Husband

My Bad Husband
eps. 12


__ADS_3

Adara berjalan menuruni tangga rumahnya, di ruang keluarga sudah terlihat ayah, bunda dan Kak Andra berkumpul


"Ayah yakin? tanya Andra pada ayah Derry, pertanyaan yang sudah di lontarkan untuk ke sekian kali nya sampai ayah Derry lelah untuk menjawabnya


"iya Andra ayah sangat yakin" jawab ayah Derry penuh kesabaran


"Ada apa sih ayah sama kak Andra? apa yang yakin? lagi bahas apa? dara juga mau ikutan dong"


"Sini sayang duduk dulu" ajak bunda Laura pada Adara


Adara mendudukkan pantatnya di sofa samping bunda nya "oke Bun, ada apa?"


ayah mulai membuka topik pembicaraan "begini, sekarang putri ayah sudah akan beranjak dewasa dan sudah menjadi remaja putri"


"iya dong, tapi kenapa ayah?" tanya Adara heran tiba-tiba saja ayah nya bicara seperti ini"


"iyaa udah gede tapi kelakuan masih kaya bocil" Andra ikutan berujar walaupun yang dikatakan sangat unfaedah


"Andra diam dulu ini bukan waktu nya untuk bercanda!" tegas ayah


Andra yang sedang terkekeh langsung terdiam

__ADS_1


"itu tadi om Aryo, rekan bisnis ayah" bunda Laura melirik ke arah ayah Derry


"Ooh Om Aryo, kenapa dengan om Aryo? Adara semakin was was dengan arah pembicaraan ayah nya


"itu anaknya om Aryo mau nikah sama kamu" kali ini bukan ayah atau bunda yang berkata tapi Andra


ayah dan bunda kompak langsung melotot pada Andra sedangkan yang di pelototi malah melihat kelain arah alias pura-pura engga liat


Adara malah ber ohh ria karena otak nya sedang not responding dengan perkataan Abang nya


"ehh wait waitt, dara? menikah?" Adara menunjuk diri nya sendiri karena otaknya baru saja terkoneksi dengan pembicaraan Andra


"iya benar dara akan menikah sayang" kata ayah Derry


"engga sayang, dara engga lagi mimpi kok"


"tapi ayah kenapa harus dara?"


"ya terus? masa kak Andra yang dinikahkan gitu? laki-laki sama laki-laki?" ayah Derry terkekeh mencoba mencairkan suasana


"maksud dara bukan gitu ayah, kan dara masih kuliah" kata Adara serius

__ADS_1


"itu bisa diatur, dara masih tetap bisa kuliah kok walaupun udah nikah"


"tapi dara belum siap ayah, bunda, dara ga sanggup kalo dara nikah sambil kuliah. dara kuliah seharian dikampus pulang kuliah ngerjakan tugas belum nanti buat skripsi kalo dara nikah jadi harus ditambah ngurus rumah tangga haduhh bisa hancur tubuh dara engga sanggup Nerima tanggungan terlalu besar" Adara bergidik membayangkan kehidupan ia menikah saat masih kuliah


"kan ada bibi pembantu sayang, dara bisa menyewa pembantu" kata bunda Laura mencoba mencari solusi


"dara seumur-umur belum pernah pacaran tiba-tiba disuruh nikah aja apa jadinya nanti?"


"suruh siapa banyak yang ngejar ditolak terus? ujung-ujungnya juga gue yang jadi korban" Andra mendengus


"hehehe Kan dara pengen nya langsung nikah gamau pacaran" celetuk dara


"ini kan ayah bunda juga mau nikahkan dara bukan mau nyuruh dara pacaran tapi dara masih nolak tuh"


"ituu bundaaaa kan..." Adara masih berfikir keras untuk menghindari rencana konyol orang tua nya


"hayoo mau cari alasan apalagi?" tanya bunda Laura dengan senyuman jahil


"dara kan pengen nya nyari sendiri gitu Bun, bukan dijodohin kaya gini, takut ga cocok" Adara menundukan kepala nya


"dara percaya sama ayah dan bunda, pilihan ayah bunda pasti selalu yang terbaik buat dara" bunda Laura mecoba menenangkan putri nya

__ADS_1


"iya bunda dara percaya kok, apapun yang membuat bunda dan ayah bahagia akan dara lakukan" Adara tersenyum tulus


bunda Laura dan ayah Derry tersenyum bangga karena putri nya menjadi seorang anak yang berbakti


__ADS_2