
Jangan lupa selalu dukungan nya untuk author ya para readers tersayang😘 supaya author makin semangat😍 cara mendukungnya gampang banget kok, cukup dengan like, komen dan vote itu sudah sangat berharga buat author❤️
Happy Reading😍
Hari ini adalah waktunya quality time Adara dan Arsen, mereka berencana akan menghabiskan waktu dirumah orang tua Adara, seperti janji Arsen pada Adara beberapa pekan yang lalu bahwa ia akan mengajak Adara menginap dirumah orang tuanya, dan sekarang adalah waktu yang tepat yang mereka pilih
Arsen memasukan beberapa barang keperluan mereka saat berada dirumah orang tua Adara termasuk pakaian Arsen kedalam bagasi mobilnya, sedangkan Adara masih di dalam rumah memeriksa keadaan apakah rumah itu sudah aman untuk ditinggalkan selama seminggu kedepan walaupun rumah itu akan di jaga oleh tukang kebun, namun tetap saja ia harus memastikan keamanan nya
"Daraa, sayang. Kamu udah siap belum?" Teriak Arsen dari luar rumah memanggil Adara
Adara keluar dari dalam rumah "Ya Arsen, aku udah siap kok"
"Yaudah ayo kita berangkat" ucap Arsen semangat
"Ayo" Adara menimpali dengan tak kalah semangat
Arsen membukakan pintu mobil untuk Adara "silahkan masuk tuan putri" kata Arsen
Adara Terkekeh
Setelah memastikan dirinya dan Adara aman dan tak lupa memasangkan sabuk pengamannya, Arsen langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
Selama dalam perjalanan Adara sangat bahagia, terlihat dari wajahnya yang nampak berseri-seri setelah beberapa hari kemarin wajahnya selalu terlihat murung kini ia kembali bahagia
Adara menyandarkan kepalanya ke pundak Arsen yang sedang menyetir mobil, tentu saja perlakuan Adara itu membuat Arsen sangat bahagia
"Seneng banget ya kamu Ra"
"Iya dong sen, seneng dan bahagia bangett, setelah sekian cukup lama engga ketemu akhirnya aku bisa ketemu sama ayah, bunda dan kak Andra, aku kangen bangett sama mereka"
"Maafin aku ya Ra yang dulu engga pernah merhatiin keinginan kamu, sampe ngebiarin kamu engga ketemu orang tuamu selama ini, aku jadi merasa bahwa aku seolah sudah memutuskan tali silaturahmi kamu sama orang tuamu, aku minta maaf Ra" kata Arsen sedih
"Apaan Arsen ah, aku tuh sekarang lagi bahagia, jangan sedih-sedih deh, lagi pula itu sudah berlalu, yang lalu biarlah berlalu, yang sekarang akan tetap menjadi yang sekarang tanpa di dasari masa lalu"
Arsen tersenyum mengusap rambut Adara lembut "aku akan selalu membuatmu bahagia Ra"
"Tentu, aku tahu dan percaya dengan apa yang kamu ucapkan sekarang"
"Makasih Ra"
"Iyaa, sebaiknya sekarang kamu yang fokus kedepan ya kendarai mobilnya dengan benar, aku engga mau sampe terjadi sesuatu" Kata Adara mengingatkan
"Siap tuan putri" jawab Arsen
Kemudian mereka pun terdiam selama perjalanan
__ADS_1
"Oh iya Ra, kita mau beli oleh-oleh dulu kan" Arsen kembali membuka suara nya karena teringat ia dari rumahnya tidak membawa oleh-oleh apapun untuk sang mertua dan kakak iparnya, tidak mungkin ia datang kesana hanya dengan membawa pakaian gantinya saja itu akan sangat memalukan baginya
"Iya dong, nanti kita berhenti dulu di toko oleh-oleh sebelah sana ya sebentar lagi nyampe" Adara menunjuk ke arah depan
"Oke" jawab Arsen
Seperti yang dikatakan oleh Adara tadi, tak butuh waktu yang lama mereka pun sampai di pusat tempat penjualan oleh-oleh yang Adara maksud
Arsen langsung mencari tempat parkiran untuk memarkirkan mobilnya karena kebetulan saat itu toko oleh-oleh sedang ramainya yang mana ini membuat Arsen kesulitan mencari tempat parkir yang masih kosong
Setelah cukup lama mutar-mutar disitu akhirnya Arsen menemukan tempat parkir yang masih kosong walaupun lokasi nya tidak terlalu dekat dengan toko oleh-oleh itu
"Kamu mau ikut turun juga atau mau nunggu disini Ra? Takut kamu cape, engga apa-apa kamu tunggu disini aja dulu biar aku yang belanjain oleh-oleh nya" kata Arsen
"Ikut turun juga dong, aku mau pilih makanan kesukaan bunda sama ayah, emang kamu tau apa makanan kesukaan mereka?" Tanya Adara
"Iya juga ya aku engga tau, hehe" Arsen menggaruk rambutnya yang tak gatal
"Makanan kesukaanku aja engga tau apalagi kesukaan orang tuaku" sindir Adara sambil melengos pergi membuka pintu mobilnya
"Bodohnya gue kenapa bisa sampe engga tau makanan kesukaan istri gue sendiri" Arsen memukul-mukul keningnya merutuki kebodohannya selama ini
"Dara tunggu" teriak Arsen
Namun Adara tak menggubris teriakan Arsen, ia terus berjalan menjauh yang membuat Arsen mau tak mau harus berlari mengejar Adara
"Salah kamu sih lelet banget, bukan nya cepetan turun dari mobil, malah bengong aja di dalem"
"Baru aja tadi baik, sekarang udah galak lagi" cibir Arsen
"Siapa yang galak? Kamu nya aja yang baperan kali sen"
"Oh iya aku mau tanya makanan kesukaan kamu apa sih Ra?" Tanya Arsen
"Cari tau aja sendiri" jawab Adara ketus
"Mana bisa gitu Ra, aku kan cuma manusia biasa yang engga punya kemampuan apapun, mana mungkin aku bisa tau sesuatu dengan sendirinya tanpa diberi tau"
Mereka terus berdebat selama berjalan menuju toko oleh-oleh, seperti biasa jika mereka sudah berdebat maka mereka tak akan mengenal tempat dan tak menyadari banyaknya orang di sekitar mereka
"Brugghhhh.." tanpa di sengaja Adara menabrak seseorang
"Astaghfirullah maaf mas maaf banget saya benar-benar engga sengaja" Adara jongkok ikut membereskan barang-barang yang berjatuhan milik orang itu
"Iya tidak apa-apa mba" jawab orang itu tanpa melihat ke arah wajah Adara namun matanya terus menatap lekat pada gelang yang Adara kenakan
__ADS_1
"Makanya kalo jalan pake mata jangan sembarangan istri orang main di tabrak aja" cibir Arsen tanpa berniat membantu
"maaf mas saya tidak sengaja, saya juga minta maaf" kata orang itu sambil berdiri merapikan pakaian nya yang kusut karena jongkok
"Lah Lo, bang Surya, maaf bang gue bener-bener engga tau kalo itu Lo" kata Arsen saat sudah melihat wajah orang itu dengan jelas ternyata itu Surya
"Lo Arsen, hahaha. Engga nyangka ternyata bisa ketemu lagi disini" Surya tertawa
"Kalian udah saling kenal ya?" Tanya Adara bingung melihat mereka yang tiba-tiba terlihat akrab
"Iya Ra, ini bang Surya senior terbaikku" jawab Arsen
"Oh iya kenalin bang, ini Adara istri gue" Arsen memperkenalkan Adara pada Surya
"Adara, namanya sama seperti gadis manis itu" batin Surya
"Ternyata ini istri Lo sen, pinter juga ya Lo cari istri cantik bener"
"Ya jelas dong" jawab Arsen bangga walau sebenarnya itu istri yang dipilihkan oleh ayahnya
"Kenalkan nama saya Adara" Adara mengulurkan tangan nya pada Surya memperkenalkan diri
Surya menerima uluran tangan dara "saya Surya" mata Surya masih terus saja menatap lekat pada gelang yang dikenakan Adara tanpa berniat melepas tangan nya
"Ekhemm" Arsen berdehem keras yang membuat Surya spontan langsung melepaskan tangan nya
"Maaf sen, gue engga bermaksud apa-apa, maaf juga mba"
"Santai bang yaelah engga apa-apa juga, Lo lagi belanja apa disini bang?" Tanya Arsen
"Ini sen gue belanja oleh-oleh buat pulang kampung" jawab Surya sambil menunjukan kantos plastik yang ia bawa
"Oalahh mau pulang kampung aja Lo"
"Iya sen, gue udah kangen banget sama nenek gue di kampung, hahaha"
"Mantap bang, cucu yang Sholeh"
Surya hanya merespon dengan tertawa
"Kalau gitu gue masuk dulu ya bang, lagi buru-buru ni soalnya mau perjalanan jauh kerumah mertua"
"Oke sen hati-hati di jalan ya" Surya menepuk pundak Arsen
"Siap bang"
__ADS_1
"Permisi" Adara tersenyum manggut pada Surya
"Nama nya Adara, dan gelang itu sama persis seperti... Apa benar dia gadisku sepuluh tahun yang lalu? tapi kenapa dia seperti tidak mengenaliku?" Surya bertanya-tanya pada dirinya sendiri.