My Bad Husband

My Bad Husband
Eps. 63


__ADS_3

Tiada terasa hari berganti Minggu, sudah lebih dari dua Minggu Reza bersama dua kawan nya masih menyelidiki kasus itu untuk memastikan apakah orang yang merencanakan semua ini adalah orang yang sudah Reza duga?


Reza tidak mau bertindak secara langsung dengan mendatangi dan menuduhnya sungguh itu bukan cara yang benar, kalo Reza melakukan itu pasti orang itu akan mencari cara dan membuat rencana baru supaya bisa mengelak karena Reza menuduhnya tanpa membawa bukti yang kuat, maka dari itu Reza masih ingin terus mengintai dan menyelidiki kebenaran nya, setiap hari Reza juga selalu datang ke tempat orang yang terduga sebagai pelaku penculik Adara dan sudah dari awal ia menyimpan beberapa kamera tersembunyi disana.


Dan Arsen juga sudah pulang dari rumah sakit sejak 1 Minggu yang lalu, sikap Arsen pada Adara pun masih sama bahkan lebih parah lagi, sekarang Arsen bukan hanya bersikap dingin melainkan juga sering membentak Adara


Saat ini Arsen meminta Adara memijatkan kakinya yang terasa pegal "kenapa sangat pelan sekali kamu itu sedang memijat atau mengusap? Mana tenaga mu keluarkan lah!"


Adara diam dengan sabar ia menuruti perintah Arsen memijatnya dengan menambah sedikit tenaga


"Apa-apaan ini kamu ingin memelintir kakiku? Ingin membuat kaki pincang ha?!" Pekik Arsen dengan menendangkan kaki nya


"Bukankah tadi kamu sendiri yang menyuruhku untuk memijat kakimu lebih keras lagi?" Tanya Adara masih dengan sabarnya


"Sudah lah kamu memang selalu tak becus! ambilkan aku air panas aku ingin minum!" Perintah Arsen


Lagi lagi Adara menurut ia turun kebawah untuk mengambilkan minuman yang Arsen minta


"Bodoh! Apa-apaan ini? Kamu ingin membakar mulutku??!" Teriak Arsen melemparkan gelas minuman yang di bawa Adara


"Arsen!!!" Sengit Adara


"Apa?! Kamu mau melawan ha?"


"Aku sudah cukup selalu bersabar padamu selama ini! Aku selalu menuruti apapun yang kamu minta dan melakukan sebaik mungkin, aku selalu menghargai kamu sebagai suamiku! Aku selalu berjuang dengan semampuku tapi semua itu engga ada nilainya Dimata kamu!! Aku selalu salah Arsen. Sekarang apa mau mu?! Aku harus bagaimana Katakan lah, ayo katakan! Kamu mau kita pisah atau mau apa? Aku akan mengabulkan keinginan mu! Aku ini istrimu bukan pegawai mu! Dan aku juga punya batas kesabaran engga bisa selama nya kamu perbuat dengan seenak dan sesuka mu! Nih cincin nikah ini, aku kembalikan" Adara menyerahkan cincin nikah yang ia kenakan langsung ke tangan Arsen dan langsung pergi keluar dengan membanting pintu kamar Arsen


Kesabaran Adara benar-benar sudah habis di puncak, ia memutuskan untuk memilih pergi dari rumah itu


"Maafkan aku ya Allah, bukan aku bermaksud melawan suamiku, tapi aku lelah, aku butuh istirahat dari semua ini, izinkan aku pergi menghindari suamiku untuk sementara" Adara berbicara dalam hatinya sambil memasukkan beberapa pakaian nya ke dalam koper


Adara tidak menangis sedikitpun, air matanya untuk menangisi Arsen kini telah habis dan mengering, ia berharap semoga keputusan nya yang sekarang bisa merubah dan menyadarkan Arsen


Adara keluar dari kamar itu dengan mendorong sebuah koper yang berisi pakaian nya namun langsung di cegat oleh Bi Atik


"Nona mau kemana lagi atuh sampe bawa koper segala?" Tanya bi Atik dengan raut wajah yang murung


"Aku pamit pergi ya bi, aku nitip Arsen tolong jaga Arsen di rumah ya bi" jawab Adara


"Ya Allah nona, sebaiknya nona jangan pergi atuh ya" bi Atik menangis

__ADS_1


Adara menggelengkan kepalanya


"Nona mau pergi kemana?" Tanya bi Atik lagi


"Maaf bi, Bibi engga perlu tau tempatnya ya"


"Tapi nona bakal kembali lagi kesini kan? Harus kembali ya"


"Semoga aja bi, harapan aku juga gitu kok" Adara tersenyum dengan senyuman yang di paksakan


"Harus atuh ya non harus pokoknyaa" bi Atik menggoyangkan tangan Adara


"Iya Bi insya Allah"


"Nih buat ongkos buat jajan dari bibi" bi Atik menempelkan beberapa lembar uang ke tangan


"Apaan ini bi, jangan bi aku juga masih punya uang kok" tolak Adara


"Tolong jangan menolah pemberian dari bibi non, ini juga masih rezekinya non Adara" kata bi Atik maksa


"Terima kasih bi, aku pamit dulu ya assalamu'alaikum" Adara menyalami tangan Bi Atik


Adara mengangguk dan menghilang di balik pintu rumah


Bi Atik sangat sedih melihat kepergian Adara dari rumah itu, Adara sangat baik padanya Adara sudah banyak sering membantunya bahkan Adara selalu memberikan gaji yang lebih pada bi Atik dengan alasan untuk jajan anaknya


"Semoga kalian bisa bersama lagi, cepet pulang non" harapan bi Atik untuk majikan nya dalam hati


...


Reza bersama dua kawan nya yang berada dalam mobil hendak menuju Arsen tidak sengaja melihat Adara berjalan di pinggir jalan sendirian dengan mendorong sebuah koper


"Itu kan Adara, mau kemana dia?" Gumam Reza


"Kenapa berhenti za?" Tanya Alex


"Tuh Lex Lo liat cewe itu kan? Itu Adara kan?" Reza menunjuk ke arah Adara


Alex mendongakan kepalanya ke atas untuk melihat dan memastikan apa benar itu Adara "iya za bener itu si Adara ngapain dia bawa koper"

__ADS_1


"Gue mau nyamperin Adara kalian tunggu disini" Kata Reza


"Adara" sapa Reza


Adara menoleh saat Reza memanggilnya "iya kak" jawab Adara


"Kamu mau kemana kok bawa koper?" Tanya Reza


"Mau pergi"


"Pergi kemana dara? Kenapa kok pergi? Arsen engga apa-apain kamu kan?" Tanya Reza lagi khawatir


Adara diam tak menjawab perkataan Reza ia memilih menyetop taksi yang melaju di pinggir jalan raya itu dan tidak mendengarkan teriakan Reza yang terus memanggilnya


"Arsen brengsek!!" Teriak Reza


Reza masuk ke dalam mobilnya dengan amarah yang menguasainya.


"Adara mau kemana za? Dia kenapa?" Tanya Alex namun tak mendapat jawaban dari Reza, Reza langsung menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi


"Za pelan-pelan woy, Lo kalo mau mati jangan ngajakin kita" teriak Alex panik


"Za gue belum pernah ngerasain kawin za pelan-pelan" timpal Zico sama paniknya dengan Alex


Teriakan kedua teman nya itu tak membuat Reza mengurangi kecepatan menyetir kendaraan nya


"Mobil yang dikendarai dan di tumpangi tiga sekawan itu melesat dengan cepat dan selamat di depan rumah Arsen walau sudah membuat Zico dan Alex hampir copot jantung karena panik dan ketakutan


Reza keluar dari mobil nya membanting pintu mobilnya dengan kasar, ia langsung masuk ke dalam rumah Arsen dengan mendobrak pintunya tanpa permisi


"Arseennn!!!! Brengsek!!! Keluar Lo!!" Teriak Reza di dalam rumah itu


Arsen yang berada di dalam kamar nya diam saja seolah tak mendengar teriakan Reza ia diam sambil menatap cincin nikah yang dulu pernah ia pasangkan di jari manis Adara


"Maaf den, anda siapa? Kok teriak-teriak di rumah majikan saya?" Tanya bi Atik dengan sedikit ketakutan


"Dimana si brengsek Arsen?" Reza balik bertanya


"Tuan Arsen sedang berada di kamarnya" jawab bi Atik

__ADS_1


Reza langsung berlari menaiki tangga menuju kamar Arsen dan kembali mendobrak pintu kamar itu dengan kakinya, ia melihat Arsen sedang diam melamun sambil menatap sebuah cincin nikah yang ia pegang


__ADS_2