My Bad Husband

My Bad Husband
Eps. 69


__ADS_3

Saat sudah menempuh perjalanan selama 3 jam akhirnya Arsen bersama dua teman nya sampai di tempat yang mereka tuju, tempat yang mana di duga Adara tinggal disana


Sesampainya disana mereka memutuskan mencari Adara dengan berjalan kaki dan berpencar masing-masing dengan berbeda arah


Pencarian sudah memasuki waktu hampir 2 jam namun ketiga orang yang sedang berpencar itu masih saja belum menemukan tanda-tanda keberadaan Adara di daerah itu


Arsen yang sudah merasa sangat lelah di tambah dengan perasaan nya yang bercampur aduk antara sedih cemas khawatir dan takut, ia benar-benar sangatt merasa takut jika saja sampai Adara benar-benar pergi dan tidak akan pernah mau kembali lagi kepadanya, sungguh Arsen tidak akan pernah bisa membayangkan itu, sekarang ia baru bisa merasakan tak kan bisa hidup tanpa pujaan hatinya


Arsen terduduk di samping sebuah cafe di pinggir jalan, ia beristirahat sejenak disana mengistirahatkan kakinya yang merasa pegal karena lelah berkeliling, disitu Arsen diam merenungi segala dosa perbuatan perlakuan dan kesalahan nya pada Adara istrinya yang tak melakukan kesalahan sedikitpun namun tetap ia anggap salah.


Seandainya saja bisa ingin sekali Arsen memutar waktu kembali dan mempercayai Adara dari awal tanpa harus kehilangan Adara, namun apa boleh buat? Yang terjadi sudahlah terjadi, sekarang hanya mendapatkan kesempatan saja untuk tidak melakukan nya lagi


Di dalam hatinya Arsen bertekad dan berjanji bahwa ia harus bisa menemukan Adara sampai dapat dan kembali kepadanya, dan ia juga berjanji apapun akan ia lakukan untuk menebus segala kesalahan yang sudah ia perbuat namun disisi lain ia juga masih merasa sedikit tenang karena ia dengan Adara masih terikat pernikahan, di sela-sela melamun nya Arsen seperti mendengar suara seseorang mengucapkan salam, suara orang yang sangat ia rindukan selama ini suara seseorang yang sedang ia cari, ini seperti terdengar bayangan saja di telinga Arsen namun Arsen tetap berdiri mencari sumber suara itu, seperti nya suara itu terdengar dari arah cafe di sampingnya ia duduk


Arsen melihat kesana kemari mencari keberadaan suara orang itu dan benar saja saat Arsen melirik ke arah jendela cafe ia Melihat dengan jelas disana ada pujaan hatinya yang selama ia cari sedang duduk di atas panggung cafe bersiap untuk menyanyi, Arsen diam terpaku saat lantunan demi lantunan suara nyanyian dari mulut Adara terdengar jelas di telinga nya dan langsung terasa menusuk ke hatinya


Adara yang sudah selesai bernyanyi dan akan turun dari atas panggung, tatapan nya tak sengaja menatap pada jendela cafe sehingga membuat tatapan kedua pasangan suami istri yang sudah cukup lama berpisah rumah itu saling bertemu


"Arsen" gumam Adara


Nisya yang sedari tadi duduk di kursi pengunjung cafe memperhatikan Adara pun menyadari dengan teman nya yang terus menatap ke arah jendela, ada apa gerangan? Nisya yang penasaran pun ikut melirik ke arah belakang untuk memastikan apa yang sebenarnya di lihat oleh Adara, Nisya terkejut saat menoleh ke belakang di dapati nya Arsen berdiri disana seperti nya ia menangis


Sedangkan Adara langsung lari keluar melewati pintu belakang cafe itu


"Adara tunggu!" Teriak Arsen hendak mengejar Adara


Namun langkah Arsen langsung di cegat oleh Nisya "mau kemana Lo ha?" Kata Nisya


"Nisya, Lo minggir dulu Nisya gue mau ke Adara" kata Arsen dengan mata yang terus menatap punggung Adara yang berlari semakin jauh


"Lawan gue dulu Lo kalo mau ngejar Adara" tantang Nisya


"Nisya tolong lah ini bukan waktunya, gue harus ketemu Adara, nanti kalo gue udah ketemu Adara, Lo baru boleh marahin gue, apapun boleh Lo lakuin"

__ADS_1


"Brengsek Lo sen! Engga tau diri banget ya Lo ha!" Nisya mendorong tubuh Arsen hingga jatuh terduduk di atas tanah "Lo belum puas mau nyakitin Adara ha? Nih lawan gue aja brengsek! Pukulin gue jangan mau nya nyakitin temen gue"


Kebetulan sekali dengan datangnya teman-teman Arsen yang tadi sempet berpencar yaitu Reza dan Alex mereka terkejut melihat Arsen terduduk di tanah dan seorang perempuan muda berdiri di depan nya, Reza dan Alex langsung membopong tubuh Arsen untuk berdiri


"Apa yang kamu lakukan nona muda?" Tanya Reza


"Widihh manggil prajurit nya dong, cupu Lo sen" Nisya menggelengkan kepalanya dengan senyum meremehkan


"Sen gimana ini? Apa yang terjadi?" tanya Alex bingung


"Dara udah ketemu, dia lari kesana dan gue di cegat sama perempuan ini temen nya" jawab Arsen


"Tiga lawan satu? Ayolah itu bukan apa-apa buat gue, gue engga takut" Nisya masih terus menantangnya


"Nona kami tidak memukul perempuan" tegas Reza yang sudah mulai kesal


"Oh iya? Tapi gue pengen banget ni mukul laki kaya Lo Lo pada, terutama ini bos Lo yang paling brengsek!" Nisya menunjuk tajam ke arah Arsen


"Cih, mau coba rayu gue ya Lo? Ga Sudi gue duduk bareng kalian" Nisya melengos pergi


"Nisya tunggu sya, seenggaknya kasih tau gue sekarang Adara tinggal dimana" Arsen memegang tangan Nisya mencegahnya pergi


"Ngapain Lo megang-megang tangan gue?!" Nisya menghempaskan tangan Arsen dengan kasar


"Kasih tau gue sya, gue pengen ketemu Adara, gue mau nebus semua kesalahan gue padanya gue bener-bener nyesel sya" Arsen menundukkan wajahnya, ia menangis


Nisya membalikkan tubuhnya menatap Arsen dengan tatapan merendahkan "baru nyesel Lo? Sayang sekali udah .terlambat"


"Nisya tunggu" Arsen kembali memegang tangan Nisya yang hendak pergi


"Enyahlah brengsekk!!!" Nisya berteriak dan meninju wajah Arsen dengan keras tepat pada tulang hidungnya membuat hidung Arsen mengeluarkan darah, dan ia pun pergi berlari


Apa yang di lakukan Nisya barusan membuat Reza geram "Lex bawa si Arsen kesana beli tisu bersihin darahnya, gue mau beresin tuh cewe"

__ADS_1


"Reza tunggu za" teriak Alex hendak mencegah Reza pergi namun teriakan nya sama sekali tak Reza hiraukan, Reza malah terus berlari mengejar Nisya


Reza berhasil menyusul dan menghadang jalan Nisya berlari


"Mau apa Lo? Gue engga punya urusan sama Lo ya" sengit Nisya


"Sebelumnya memang tidak ada urusan nona, tapi beda lagi cerita ketika kamu sudah memukul wajah teman saya kamu harus berurusan sama saya" kata Reza santai


"Haha, oke oke gue ladenin deh ayo" Nisya mulai mengambil ancang-ancang siap mengajak Reza berkelahi


Tangan Nisya sudah melayang hendak meninju wajah Reza namun reza sempat menghindar dengan tenang dan langsung mengunci kedua tangan Nisya ke belakang


"Sudah saya bilang kan nona muda, saya tidak memukul perempuan, kenapa kamu sangat memaksa sekali ingin saya pukul" Reza berbicara pelan ke telinga Nisya namun penuh penekanan


"Sialan Lo! Lepasin gue woy" Nisya memberontak mencoba mengibaskan tangan ya namun hasilnya nihil ia tidak bisa melepaskan tangan nya rupanya tenaga reza jauh lebih besar darinya


"Bukankah tadi kamu sendiri yang menginginkan seperti ini?" Timpal Reza masih dengan suara tenangnya


"Lo jangan macem-macem sama gue deh"


"Oh tentu tidak, saya tidak akan macem-macem tapi saya ingin satu macem saja yaitu beritahu Arsen dimana keberadaan Adara"


"Gue engga akan kasih tau kalo Lo masih engga mau lepasin tangan gue, gue pegel woy" pekik Nisya


"Oke akan saya lepaskan, tapi berjanjilah beri tau keberadaan Adara dimana, kalau kamu tidak menepati janjinya, saya akan nekad menghukum kamu lebih dari ini" ancam Reza


Hembusan nafas dan suara Reza sangat terasa di leher Nisya membuatnya merinding "tenang aja gue bukan orang yang suka ingkar janji, Karena gue juga engga suka sama orang yang berani ngingkarin janji sama gue"


Setelah semua terlihat yakin barulah Reza melepaskan tangan Nisya


Nisya memutar-mutarkan pergelangan tangan nya "haduh tangan gue hampir copot"


"Mari ikut saya temui Arsen" Reza pun mempersilahkan Nisya jalan terlebih dahulu untuk menemui Arsen

__ADS_1


__ADS_2