
Halo🤗 Mohon maaf, author telat update di karenakan beberapa hari ini author sedang tidak enak badan, walaupun sekarang author belum sehat sepenuhnya tapi author usahakan update demi para readers tercinta😘
Happy Reading❤️
~
Adara berdiri di depan cermin di kamarnya, ia sedang merapikan pakaian yang ia kenakan, hari ini adalah hari Senin, hari pertamanya ia kembali ke kampus setelah sekian lama ia mengambil cuti karena sebuah masalah yang di hadapinya, ia memastikan disana bahwa tidak ada yang salah dengan pakaian nya sedikitpun
"Dari tadi sibuk ngecek pakaian yang kamu pakai aja padahal udah rapih juga, kapan aku nya yang jadi kesibukan kamu?" Sindir Arsen
Adara berdecak sembari melirik ke arah Arsen yang duduk di tepi ranjang dengan hanya mengenakan kolor boxer nya saja tanpa mengenakan pakaian apa-apa lagi, ia membuka lemari mengambilkan pakaian untuk Arsen kenakan yaitu setelan celana panjang beserta kaosnya lalu ia memberikan semua itu pada Arsen
Bukan nya menerima pakaian yang di sodorkan oleh istrinya, Arsen malah hanya mengamati pakaian itu, ekspresi wajah Arsen kali ini terlihat bodoh di mata Adara "pakein dong, Ra"
"Ha? Pakein? Kamu bukan anak kecil, sen" Adara menempelkan baju yang ia pegang ke dada Arsen
Entah kenapa kali ini suaminya itu terlihat sangat manja tidak seperti biasanya, tadi saja saat akan mandi, Arsen merengek seperti anak kecil meminta di mandikan oleh Adara
"Makein baju engga selalu buat anak kecil aja Ra, aku kan suami kamu jadi engga masalah dong kalo aku minta pakein baju sama kamu" Arsen masih bersikeras tidak mau memakai pakaian nya sendiri
"Kalo kamu tetap engga mau pakek baju, ya udah aku pergi duluan aja, buang-buang waktu banget nungguin kamu yang engga niat berangkat ke kampus" karena kesal, Adara membalikkan tubuhnya dengan spontan, ia tidak melihat bahwa di belakang nya itu ada kursi meja rias yang membuat kakinya menabrak kursi tersebut dan mengerang kesakitan
"Kamu engga apa-apa kan, Ra?" Tanya Arsen yang langsung panik kemudian ia memapah tubuh Adara untuk duduk di atas kursi
Adara melepaskan tangan Arsen yang merangkulnya "sampai kapan kamu mau gitu aja engga akan pake baju kamu sendiri?"
"Sampai kamu mau pakein bajuku" Arsen kembali mendudukkan pantatnya di tepi ranjang
Adara berdecak kesal, ia berjalan mendekat ke arah pakaian Arsen yang tergeletak di atas kasur kemudian ia melemparkan pakaian tersebut ke arah Arsen. Adara berkacak pinggang dengan mata melotot, ia menunjuk pakaian tersebut menggunakan jarinya sebagai isyarat, namun tetap saja Arsen menggeleng tak mau
"Arsen! Cepat pakek bajunya!" Bentak Adara yang sudah mulai hilang kesabaran
"Enggak mau, dara" lagi-lagi Arsen membantah
Adara memandang tubuh Arsen dari atas sampai bawah dengan mata yang di sipitkan membuat Arsen curiga dengan apa yang akan di lakukan oleh istrinya
__ADS_1
"Oke, kalo kamu masih engga mau pakek bajunya, aku bakal turunin tuh kolor kamu" ancam Adara
"Kaya yang berani aja kamu" Arsen menjauhkan tangan Adara yang hendak menggapai celana kolor nya lalu ia berdiri untuk menghindar
Dengan sigap Adara langsung meraih ujung kolor yang di kenakan oleh Arsen untuk menghentikan nya kabur "hayo mau lari kemana kamu? Tinggal dikit lagi, aku bakal turunin nih"
"Turunin aja sok" tantang Arsen setengah takut, karena sebelumnya ia tak pernah sekalipun menunjukkan harta karun miliknya itu kepada siapapun kecuali sewaktu ia masih bayi
"Kalo aku nyerah, dan nganggap ini candaan, pasti dia bakal bersikap seenaknya sendiri sebagai seorang suami. sepertinya Arsen sedang menguji mental ku rupanya" batin Adara berkata pada dirinya sendiri
"Kenapa diam aja? Katanya mau turunin kolorku? Turunin aja silahkan, lagipula kita kan udah suami istri jadi engga masalah" Arsen kembali menantangnya
Adara semakin kesal dan gemas, dengan spontan tangan nya bergerak turun ke bawah. Sedangkan Arsen yang terkejut langsung menarik kembali kolor yang ia kenakan ke atas sebelum Adara melihat harta Karun yang ia simpan di balik kolor bergambar Batman miliknya, nafas Arsen terdengar ngos-ngosan, ia tak menyangka bahwa Adara benar-benar akan melakukan ancaman nya, sebelumnya Arsen berfikir bahwa Adara hanya akan bercanda saja
"Loh kenapa kamu? Takut?" Adara menyunggingkan senyumnya kemudian ia melepaskan tangan nya dari kolor Arsen
"Iya Ra iya, aku nyerah" dengan kelabakan Arsen merapikan kembali kolor nya ke atas
"Makanya cepat pakek baju!" Adara melemparkan sebuah kaos berlengan panjang itu tepat mengenai wajah Arsen
"Udah ah ngomel terus, ayo berangkat" Arsen menggandeng tangan Adara menuju garasi mobilnya.
...
Sesampai nya di kampus, dari kejauhan Arsen dan Adara terkejut melihat Nisya bersama Reza di depan gerbang kampus, mereka terlihat seperti pasangan yang tengah berdebat masalah hubungan mereka
Reza menahan tangan Nisya yang hendak pergi masuk ke dalam "Nisya, maafin aku. Kemarin aku engga bermaksud buruk seperti yang kamu fikirkan"
Dengan cepat Nisya menghempaskan pegangan tangan Reza dengan kasar "terus? Kamu anggap ini permainan gitu?"
"Itu.. engga juga, padahal baru dua hari kamu minta maaf sama aku, masa beberapa jam setelah itu kemudian kita harus bertengkar lagi sampai sekarang?"
Nisya tercekat, berbagai macam perasaan bersalah mulai muncul kembali di benaknya
"Maaf" ucap Nisya lirih. Namun masih mampu terdengar jelas di telinga Reza, lalu Nisya berlari masuk ke dalam kampus sebelum Reza kembali menahan tangan nya
__ADS_1
Dengan terburu-buru Adara turun dari dalam mobil mengejar Nisya yang sudah jauh berlari ke dalam
"Dara, Adara tunggu!" Teriak Arsen yang tak lagi di dengarkan oleh Adara
"Gadis itu.. untung saja masih istriku" gumam Arsen sembari kembali menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya sedikit lagi menuju pintu masuk gerbang kampusnya untuk menghampiri Reza
"Sabar bro, gue yakin dia lagi ngerasa sedikit bersalah" ucap Arsen seolah faham dengan permasalahan mereka
"Lo nguping, sen?" Tuduh Reza
"Nguping pala Lo! Gue Arsen temen Lo ****! Gue pasti engga mungkin ga ngerti dengan permasalahan temen gue sendiri" ucap Arsen bangga, ia masuk kembali kedalam mobil dengan di buntuti oleh Reza yang ikut masuk ke dalam mobil Arsen dan duduk di kursi sampingnya
"Ngapain Lo masuk mobil gue?"
"Anterin gue pulang"
"Dih ogah, gue bentar lagi masuk"
"Gue bilang anterin ya anterin" perintah Reza, dengan tatapan yang lurus ke depan tanpa menoleh ke arah Arsen
"Lah maksa? Gue bisa di kuliti hidup-hidup sama istri kalo gue bolos" Arsen melemparkan kunci mobil miliknya yang langsung di tangkap oleh Reza
"Tuh kunci mobil gue, bawa pulang aja mobilnya, balikin lagi kalo Lo udah ngerasa lebih baik" kemudian Arsen turun dari mobilnya dan masuk ke dalam kampus mengejar Adara yang sudah tidak terlihat lagi
"Terus Lo gimana pulangnya, sen?" Teriak Reza
"Gue bisa naik angkot sama Adara" jawab Arsen sembari terus berlari menjauh dari sana
.
.
.
Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dukungan buat author ya🤗 Terima kasih🌹