
Halo para pembaca setia novel "My Bad Husband" mohon maaf author lama tidak update di karenakan ada sedikit kendala, mohon dimaklumi🙏🏻
Happy Reading❤️
Tak terasa hari sudah berganti pagi, para pemuda yang datang kerumah Bu Siti pun sudah berpamitan untuk pulang sedari tadi, dan hanya menyisakan Arsen saja disana. Arsen sangat bersikeras tidak ingin pulang sampai ia berhasil bisa meyakinkan Adara dan membawa Adara pulang bersama nya
Sedangkan Adara yang sedari tadi terus membujuk meminta Arsen ikut pulang juga pada akhirnya hanya bisa mengalah saja, sifat keras kepala dari seorang Arsen tidak akan pernah bisa ada yang melawan nya, Adara memilih membiarkan apa saja yang akan dilakukan Arsen sesukanya ia tidak akan peduli alias sabodo teing!
"Kamu masak apa Ra?" Tanya Arsen yang tiba-tiba saja sudah berdiri di samping Adara
"Seperti yang kamu liat ini bahan-bahan nya apa" jawab Adara cuek sembari masih fokus memotong wortel
Arsen menganggukkan kepalanya tanda mengerti "ada yang perlu aku bantu Ra?"
"Engga usah" jawabnya ketus
"Ayolah Ra, aku pengen bantu kamu" kata Arsen bersikeras
"Astaghfirullah, berdarah" Adara langsung berlari mencuci tangan nya yang mengeluarkan banyak darah karena terkena pisau
"Kamu baik-baik aja kan Ra?" Tanya Arsen khawatir "kamu tunggu disini ya aku ambilin obatnya jangan kemana-mana"
Dengan terburu-buru Arsen berlari mengambil obat di lemari dan tak lupa dengan kapas nya
"Sini Ra biar aku obati luka nya, ini cukup dalam"
Arsen mengobati luka tangan Adara dengan sangat telaten dan perlahan
"Aduh"
"Sakit ya Ra" ia meniup luka tangan istrinya dengan sayang
Adara menatap lekat pada wajah Arsen, sebuah sentuhan demi sentuhan lembut yang Arsen lakukan padanya membuatnya menjadi semakin rindu pada sosok Arsen, sentuhan lembut dari tangan Arsen itulah yang selama ini sangat ia rindukan dan sekarang orangnya sudah berada di depan nya, orang yang hangat dan penuh kasih sayang
"udah ya, semoga cepat sembuh" Arsen mengusap-usap luka tangan Adara yang sudah ia balut dengan kapas
"Makasih" cicit Adara pelan
"Tentu, lain kali hati-hati Ra jangan terburu-buru" Arsen berdiri "sekarang biar aku yang masak ya. Kamu duduk disini aja liatin aku, oke"
__ADS_1
"Tapi, tap--"
"Ssstt, aku engga menerima bantahan ya" potong Arsen
Adara diam saja memperhatikan punggung Arsen yang tengah asik memasak, dengan lincahnya tangan Arsen memotong berbagai macam sayuran dengan cepat membuat Adara semakin kagum, akal-akal sehat nya mulai terganggu entah mendapat energi dari mana tiba-tiba saja Adara sangat ingin memeluk Arsen dari belakang
Adara mengibaskan tangan nya guna membuang fikiran kotor yang sudah meracuni akal sehatnya
"Kenapa Ra? Banyak lalat ya?" Tanya Arsen
"Eh iya banyak nyamuk lebih tepatnya" jawab Adara gugup
"Apa perlu aku nyalakan obat nyamuk?"
"Oh engga usah deh, lebih baik kamu fokus masak aja" tolak Adara
Namun bukan nya kembali fokus memasak, Arsen malah mematikan kompornya dan berjalan mendekat ke arah Adara
"Kok kompornya di matikan?"
"Aku mau ngomong sama kamu Ra" ucap Arsen
"Oh iya"
"Sebaiknya kita pulang aja yuk Ra, aku pengen memperbaiki semuanya" kata Arsen
Lagi-lagi Tatapan serius Arsen membuat Adara luluh dan terhipnotis untuk mengatakan iya tapi rupanya Adara masih bisa mengendalikan diri
"Aku lagi engga mau bahas ini sen" timpal Adara sembari menatap ke arah lain guna menghilangkan kegugupan nya juga karena tak sanggup memperhatikan tatapan serius yang keluar dari sorot mata Arsen
"sampai kapan kita akan kaya gini? Apa kamu engga mau lanjut kuliah lagi Ra?" Arsen mulai memancing ketertarikan Adara
"Kamu jangan khawatirkan itu, bahkan aku sudah ngambil cuti kuliah selama satu tahu, jadi engga Ada yang perlu di khawatir kan" ucap Adara tenang
"Satu tahun? Apa engga salah? Sampe selama itu Ra? Mungkin saja kalo aku engga berhasil menemukan kamu sampai satu tahun kedepan lagi juga aku engga akan pernah ketemu kamu?" Raut wajah Arsen terlihat sedih
"Bisa jadi"
"Tapi Ra, aku pengen memperbaiki semuanya, memperbaiki rumah tangga kita yang sempat runtuh dan yang paling penting aku pengen memperbaiki semua kesalahanku, aku tahu semua ini sangat begitu sulit kamu terima, tapi aku dengan sepenuhnya meminta kesempatan kedua sama kamu untuk memperbaiki semua ini" ujar Arsen memohon
__ADS_1
"Udahlah sen, aku engga mau bahas itu sekarang, aku juga udah lupa sama semua itu dan engga mau mengingat itu lagi. Aku harap kamu mengerti, sebaiknya sekarang kamu lanjutin lagi masaknya ya"
"Tapi kan Ra"
"Lanjutin masak lagi atau aku pergi dari sini?!" Tegas Adara
"Iya Ra iya aku lanjutin masak lagi" timpal Arsen mengalah
"Asal kamu tahu saja Arsen, aku juga begitu sangat ingin kembali kesana kembali kerumah kita memperbaiki rumah tangga kita bersama, aku juga rindu sama kamu, rindu dengan kebersamaan kita, tapi tolong pahami aku kali ini, aku masih membutuhkan waktu untuk mengobati semua luka ini, tolong beri aku kesempatan untuk menjalani semuanya, terima kasih sudah bersusah payah mencariku dan terima kasih sudah mau mempercayakan semua kebenaran ini, aku tau sekarang aku egois, tolong maafkan semua keegoisanku" batin Adara dan tak terasa air matanya lolos menetes begitu saja
...
"Wah ini masakan meuni enak gini neng" kata Bu Siti senang saat ia mencicipi sepiring masakan di atas meja
"Bukan aku yang masak nek" jawab Adara
"Siapa atuh?" Bu Siti melirik Arsen dan Adara bergantian
Adara mengambilkan sepiring nasi untuk Arsen, walau bagaimanapun itu masih kewajiban nya jika saat ini ia sedang berada di hadapan Arsen "ini yang masak Arsen"
"Wah nenek engga percaya si kasep (ganteng) ini pinter masak" ia menyuapkan kembali sesendok makanan itu ke mulutnya
Arsen tersenyum canggung "itu hal biasa nek"
Arsen terbengong saat Adara menyodorkan sepiring nasi kepadanya, Arsen mengira bahwa Adara mengambil nasi untuk Adara sendiri tapi ternyata bukan. Itu untuk dirinya, ia bingung dengan sikap Adara sekarang sebenarnya mau Adara bagaimana? Ia terlihat seperti tidak peduli lagi padanya namun ia masih melayani nya seperti biasa
"makasih ra"
Adara tak menjawab, ia menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya "jangan berfikir berlebihan, aku cuma mengambilkan nasi aja buat kamu"
Helaan nafas terdengar dari mulut Arsen, ia kembali melanjutkan acara makan nya.
.
.
.
Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya, semoga kalian tidak pernah bosan dengan cerita ini:)
Terima kasih🌹