
Jangan lupa selalu dukungan nya untuk author ya biar author makin semangat😍
Follow juga IG author dong guys nama IG nya : @Ira.dsgn_
kenapa harus follow Ig author? karena insya Allah nantinya author bakal upload visual para pemeran novel ini di ig, makanya follow Ig author ya biar ga penasaran😆
Happy Reading Guys😘
Saat ini Arsen sedang latihan di sirkuit yang sudah bang Jery sewa dan sudah ia siapkan beberapa hari yang lalu
Bang Jery menepuk-nepuk pundak Arsen "oke, permainan lu masih tetep mantap sen, cuma sedikit melemah sebaiknya besok lu harus pake Strategi baru buat ngalahin musuh"
sambil tersenyum licik bang Jery berbisik ke telinga Arsen untuk memberitahukan strategi liciknya ntah apa yang ia bisikan pada Arsen, hanya allah, mereka, dan author yang tau
Arsen diam sejenak mendengar rencana bang Jery yang menginginkan ia berbuat curang, kemudian Arsen mengangguk menyetujui "oke siap bang"
walau di hati kecil nya Arsen benar-benar tak ingin menerima rencana jahat dari bang Jery meski itu sudah biasa ia lakukan sebelum-sebelumnya namun entah kenapa sekarang ia tak bisa menerima semua itu.
"udah sekarang Lo boleh istirahat dulu sana gabung sama temen-temen Lo" bang Jery mempersilahkan Arsen untuk istirahat
Namun bukan nya ikut berkumpul bersama teman-temannya untuk istirahat, Arsen malah menuju kamar mandi untuk mandi karena badan nya terasa gerah di penuhi dengan keringat yang mana membuatnya merasa tak nyaman, maklum saja Arsen adalah orang penyuka kebersihan
sementara itu, di dalam rumah besar, Adara sedang kebingungan menjawab beberapa pertanyaan tuan Aryo yang sedang marah pada Arsen, Adara tidak menyangka bahwa akan kedatangan ayah mertuanya secara tiba-tiba tanpa mengabarinya terlebih dahulu, apa Adara tidak bisa berfikir dengan jernih untuk apa pula ayah mertuanya itu harus mengabarinya terlebih dahulu jika ia akan berkunjung? toh itu juga ia berkunjung kerumah anaknya sendiri atas dasar apa harus meminta izinnya terlebih dahulu?
sebenarnya tuan Aryo sudah memerintahkan dengan kerass pada Arsen untuk berhenti dari hobi nya yang terlihat buruk di mata tuan Aryo yaitu balapan, sebagai seorang ayah tentu saja tuan Aryo melarang keras karena ia tidak ingin mengambil resiko atau tidak ingin terjadi sesuatu pada putra semata wayangnya itu, namun apa boleh buat? Arsen yang sudah sangat keras kepala tentu tidak akan ada yang bisa menentang apa yang sudah ia inginkan dan ia sukai
"kenapa kamu tidak melarang ia pergi?" tanya tuan Aryo
"maaf ayah, dara engga bisa ngelarang keinginan mas Arsen, disini dara cuma bisa mendo'akan yang terbaik aja buat mas Arsen" hati Adara terasa menggelitik ketika ia menyebut Arsen dengan kata Mas
Ayah mertuanya ini benar-benar tidak tahu saja bahwa Arsen dan Adara baru akrab mulai beberapa hari yang lalu tentu saja ini membuat mereka masih merasa canggung. lebih tepatnya hanya Adara yang masih merasa masih canggung tapi tidak dengan Arsen, itu yang membuat Adara masih belum bisa mengatur apa yang Arsen lakukan
"anak itu benar-benar" tuan Aryo memejit kepalanya yang terasa berdenyut
Adara kaget melihat mertuanya yang terlihat seperti sedang merasakan sakit "ayah kenapa? dara bikinin ayah air hangat ya"
"tidak dara, tidak perlu, ayah tidak apa-apa" tuan Aryo menolak
"lebih baik ayah istirahat saja ya di kamar, mari dara antarkan ayah" kata Adara dengan raut wajah yang terlihat khawatir
tuan Aryo tersenyum melihat menantunya yang terlihat sangat peduli itu, ia sangat senang karena tak salah memilih menantu seperti Adara, ia semakin benar-benar yakin bahwa Adara bisa membuat Arsen berubah dari perilaku buruknya walau secara perlahan-lahan tapi insya Allah pasti
"ayo dara, antarkan ayah, ayah butuh istirahat" tuan Aryo menerima ajakan Adara
__ADS_1
Adara langsung mengantarkan ayah mertuanya itu menuju kamarnya yang memang rumah itu sudah lengkap dengan kamar tuan Aryo sendiri untuk berjaga-jaga saja apabila sewaktu-waktu tuan Aryo ingin menginap dirumah sepasang suami istri itu
"Bii, dara minta tolong bereskan bekas minuman itu ya, Adara mau nganterin ayah ke kamarnya" Adara setengah berteriak memanggil bi Atik
perempuan paru baya yang bernama bi Atik itu langsung muncul dari arah dapur setelah ia mendengar namanya di panggil oleh sang nona "Siap non, nona tenang aja kalo ada bi Atik mah semua pasti beres. tapi maaf ini tuan kenapa ya non? tanya bi Atik
"ini ayah lagi engga enak badan bi, butuh istirahat" jawab Adara sambil berjalan menaiki tangga
ceklek, suara pintu kamar dibuka "nah sekarang ayah istirahat dulu disini ya, semoga ayah cepat sembuh" kata Adara
setelah memastikan tuan Aryo bisa beristirahat dengan nyaman Adara langsung keluar dari kamar itu perlahan, setelah melihat Adara keluar dari kamar tuan Aryo kembali membuka matanya "menantuku yang baik" gumamnya
Adara langsung buru-buru masuk ke kamar nya mengambil hp nya untuk segera menghubungi Arsen
tuuttt... tuuuttt, menandakan hp Arsen aktif untuk di telfon
Dddddrrttt dddrrrttt, benar saja hp Arsen berbunyi sedangkan pemilik hp itu masih asik di kamar mandi belum menandakan ia akan keluar
"Seennn, Lo dimana, hp Lo bunyi ni ada telfon" teriak bang Marko memanggil Arsen
"gw lagi mandi bang bentar" jawab Arsen dari dalam kamar mandi
Bang Marko penasaran dengan siapa yang menelfon Arsen, di hp Arsen terpampang dengan jelas nama penelfon itu "Bundadara, siapa dia" gumam bang Marko kemudian ia menggeleng tak peduli
Arsen buru-buru keluar untuk mengangkat telfon dari Adara karena ia benar-benar sangat merindukan gadis itu
"assalamu'alaikum, Ma, emm Arsen" kata Adara sedikit tergagap karena meralat kata yang ia ucapkan hampir saja ia mengatakan mas Arsen
"Oh iya Wa'alaikumsalam sayang, ada apa Hem? pasti lagi kangen sama suami tampanmu ini kan ya" ucap Arsen dengan bangga dan penuh percaya diri
"ish, apaan coba, engga ada yg kangen juga"
"udah engga apa-apa bilang kangen aja engga usah pakek gengsi"
"apaan sih sen, ngeselin bener kamu kalo ada disini udah aku cubit deh"
"oh tidaak, ampun bunda"
"dahlah males banyak drama kamu mah, mending aku tutup"
"eh jangan dong, Baru juga beberapa menit masa udah mau ditutup aja sih"
"oke serius, kamu masih lama pulang?"
__ADS_1
"tuh kan bener baru di tinggal 3 hari kamu udah kangen ni, cieee"
"aku tanya serius Arsen" kata Adara sedikit tegas
"iya deh iya, masih lama dong Ra. tanding nya juga baru akan di mulai besok, kenapa emang?" tanya Arsen
"engga apa-apa deh sen, semangat yaa"
"siap dong, aku selalu semangat disini kalo selalu ingat sama kamu"
sebenernya Adara ingin mengatakan perihal ayah mertuanya yg datang kerumah dan marah, namun ia urungkan niatnya karena takut mengganggu ke fokusan Arsen yg mana itu bisa saja menyebabkan kejadian yang fatal pada Arsen
seandainya saja Adara tahu bahwa hobi Arsen ini di tentang oleh ayah mertuanya tentu saja saat Arsen izin kemarin ia tak akan mengizinkan nya, tapi semua sudah terlambat.
"Halo sayang, kamu lagi apa sih? kok diem aja" tanya Arsen di seberang sana karena tak mendengar jawaban Adara
"eh iya Arsen maaf barusan aku nyimpen baju dulu ke lemari, aku lagi lipet baju" jawab Adara bohong padahal yang sebenernya terjadi ia sedang melamun
malam itu mereka terus mengobrol panjang setelah mengalihkan panggilan suara atau telfon nya ke panggilan video hingga Adara ketiduran, Arsen terus saja memandangi wajah Adara yang sudah ketiduran di laptop sejak tadi sambil menangkap gambar layar hp nya yang menampakan wajah Adara terlihat sangat imut saat tidur yang mana itu membuat Arsen tertawa lucu melihatnya
"selamat malam istriku, aku sayang kamu" Arsen mencium layar hp yang masih menampakan wajah Adara yang cantik itu dan ia pun ikut tertidur dengan panggilan video yang masih belum terputus.
.
.
.
Bersambung~
terima kasih buat yang sudah mengkritik cerita ini, insya Allah author akan selalu terima kritikan apapun dari kalian kalo memang author salah, tapi setiap orang pasti punya selera membaca novel yang berbeda-beda, dan berbeda pemikiran juga ya 🤗.
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
VOTE
LIKE
__ADS_1
COMMENT!
LOVE YOU ALL😘