
Happy Reading❤️
~
Adara mengucek matanya saat terdengar suara adzan shubuh berkumandang membangunkannya. Ia sedikit kaget saat mendapati Arsen yang tertidur di sampingnya, lalu ia mengingat apa yang terjadi semalam bahwa Arsen tidur disampingnya karena insiden kecoa, karena saking lamanya ia pisah rumah dengan Arsen dan ia merasa terbiasa tidur sendirian, pipi Adara sedikit berdesir malu memikirkan bahwa ia kini kembali tidur satu ranjang dengan Arsen, seorang laki-laki yang berstatus sebagai suaminya. Perlahan, Adara melepaskan tangan Arsen yang masih melingkar erat pada perutnya
"Kamu mau sholat Ra?" Arsen terbangun dan melihat Adara menggelarkan sajadahnya
Adara mengangguk "iya."
"Biar aku imamin ya" tawar Arsen
Adara tertawa sambil mengenakan mukena nya "aku engga mau diimamin sama orang yang engga hafal bacaan sholat dengan lengkap, entar yang ada sholat aku malah engga sah dan ga di terima"
"Tapi kan Ra, pahala sholat berjamaah lebih besar dibandingkan sholat sendirian apalagi ini sholat shubuh"
"iya sih, aku juga tau. Kamu boleh kok imamin aku tapi nanti kalo kamu sudah hafal semua bacaan sholat dengan baik dan lengkap. Udah ah kalo emang kamu mau sholat, sekarang kamu ambil air wudhu dulu sana dan cepetan sholat"
Arsen mengangguk, ia langsung bergegas turun dari atas ranjang dan masuk ke kamar mandi untuk berwudhu. Ia mengenakan baju Koko lengkap dengan sarung dan pecinya. Lalu ia pun ikut menggelar sajadahnya di samping Adara, ia berhasil menjalankan sholat shubuh dua raka'at dan di akhiri salam dengan di tuntun oleh Adara
"Ya Allah, semoga hamba memiliki banyak anak dari Adara" pinta Arsen berdo'a kepada Allah sambil menengadahkan tangan nya ke atas
Adara membulatkan matanya lebar karena terkejut saat mendengar do'a yang di minta oleh Arsen "hei, kamu ngapain berdo'a kaya gitu Arsen?"
"Loh kenapa emang? Aku salah ya?"
Adara berdecak kesal "ya salah sih engga, tapi aku takut tau ga"
Adara mengambil Al Qur'an dari dalam rak bukunya, ia membuka Al Qur'an tersebut lalu membacanya. Dulu waktu sebelum Adara pergi dari rumahnya, Arsen memang sudah sering sekali mendengar Adara mengaji setiap selesai sholat shubuh. Lantunan demi lantunan ayat yang terucap dari mulut Adara dengan suara merdunya membuat hati Arsen menjadi tenang
"Dara, ajarin aku ngaji ya" pinta Arsen
Adara tercekat setelah selesai menyelesaikan per-ayat Al Qur'an. Ia tersenyum manis lalu mengangguk, akhirnya mereka pun mengaji bersama sampai masuk waktu pukul setengah enam, kemudian Arsen pun mandi untuk bersiap kuliah ke kampusnya sedangkan Adara seperti biasa, ia memulai lagi kewajiban nya sebagai seorang istri yaitu menyiapkan makanan untuk Arsen suaminya, karena ia sudah mandi tadi sebelum wudhu dan sholat
"Arsen, mandinya jangan terlalu lama. Nanti nasi gorengnya keburu dingin, engga enak!" Teriak Adara dari dapur
__ADS_1
"Iya Ra, ini udah selesai" Arsen keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan berjalan menuju dapur
"Kamu yakin mau ngampus sen?" Adara meletakkan segelas susu di samping Arsen untuk Arsen minum
Arsen mengangguk "iya, aku kan udah tiga Minggu engga ngampus Ra"
"Iya juga sih, kalo kamu kebanyakan engga hadir nanti malah engga pintar pintar"
"Betul!" Arsen mengangguk menyetujui, ia juga menyadari kalo dirinya memang tidak terlalu pintar dan cukup sulit dalam hal memahami pelajaran
"Tapi ingat, harus benar-benar ngampus jangan bilang dari rumah berangkat mau ke kampus tapi sampe luar bukan nya ke kampus malah nongkrong sama teman-teman kamu" cibir Adara
"Iya Ra aku janji, ngomong-ngomong kapan kamu mau lanjutin masuk lagi Ra?" Tanya Arsen sambil mengunyah sesuap nasi goreng
"Aku insya Allah besok soalnya sekarang kan bakal ada yg kerja beres-beres rumah jadi aku mau siapin makanan buat mereka" Adara mengambil piring kotor bekas makan miliknya dan segera mencuci di wastafel
Arsen beranjak dari duduknya ia menghampiri Adara berpamitan untuk berangkat "di rumah jangan terlalu capek ya, aku berangkat dulu. Assalamu'alaikum" ia mengecup kening Adara singkat
Adara mematung di tempat sesaat Arsen mengecup keningnya, seluruh tubuhnya terasa panas seketika "wa'alaikumsalam" jawab Adara saat ia sudah sadar sepenuhnya dan Arsen sudah tidak ada di tempat
"Huh, cape bangett" gumam Adara saat ia sudah selesai melaksanakan tugasnya, ia memilih masuk ke dalam kamarnya, Adara mengipas tubuhnya menggunakan buku tulis yang tersimpan di atas meja, sampai suara dering telfon dari Nisya membuat Adara mengehentikan aktivitas nya sejenak
"Halo sya, kenapa?"
"Halo Ra, Lo sekarang ada dimana?" Tanya Nisya
"Gue dirumah" jawab Adara
"Nah bener kan dugaan gue juga, soalnya si Arsen ada di kelas, gue kira Lo engga ikut pulang"
Adara hanya terkekeh menanggapi perkataan Nisya
"Oh iya Ra, gue ada ide nih. Gimana kalo malam Minggu besok kita Adain makan-makan bersama di rumah Lo?" Usul Nisya penuh semangat
"Makan bersama?" Adara merebahkan tubuhnya
__ADS_1
"Iya Ra, malam mingguan gitu sekalian ngerayain kepulangan Lo" suara Nisya di seberang sana terdengar antusias
"Bersama ya? Sama siapa aja?"
"Gue, Reza, Alex, Arsen. Sama temen Arsen yang lain nya boleh di ajak kok asal yang baik aja"
"Tapi--"
"Tapi Kenapa Ra? Lo kaya yang engga seneng gitu"
"Gue seneng kok sya, oke deh. Nanti gue bicarain dulu ini sama Arsen, kalo udah dapet kesepakatan nanti gue telfon Lo lagi"
"Harus mau pokoknya, kalo si Arsen sampe nolak, awas aja! bakal gue sleding" ancam Nisya
"Hahaha, kaya yang berani aja Lo"
"Kata siapa gue engga berani, gue juga udah pernah mukul a--" Nisya tercekat, hampir saja ia keceplosan mengatakan bahwa saat itu ia pernah memukul hidung Arsen hingga mengeluarkan darah
"Apaan sya?"
"Eng.. engga apa-apa Ra, gue tutup dulu ya sebentar lagi ada dosen masuk" kata Nisya gelagapan
"Oh, oke oke. Dahh"
"Bye." Tuuttt...
"Makan bersama, emm.. sepertinya bakal seru deh, tapi aku bingung apa Arsen bakal mengizinkan atau tidak yaa" Adara berkata pada dirinya sendiri sembari berfikir keras.
.
.
.
Bersambung~
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak dukungan buat author🤗🌹