
Hari ini ada spesial crazy up dari author nih guys😍 seperti biasa ya jangan lupa selalu tinggalkan jejak like komen dan vote nya untuk selalu mendukung author karena author juga sangat membutuhkan banyak dukungan dari kalian🤗
Author up nya banyak kok, mohon maaf kalo bagian bawah masih belum lanjut berati episode masih belum lulus review🙏🏼
Happy Reading🌹
...
Keesokan harinya Adara pergi keluar membeli bubur untuk makan Arsen, ia menitipkan Arsen pada suster yang berada disitu karena ketiga kawan Arsen sudah pulang lebih dulu sejak shubuh tadi
Saat Adara kembali dari membeli buburnya ia melihat Arsen sudah terbangun, tatapan mata Arsen tertuju kedepan entah apa yang ia lihat, Adara menghampiri Arsen dan duduk di sampingnya sedangkan Arsen yang baru menyadari kedatangan Adara langsung memalingkan mukanya dari Adara ke arah lain
"sebegitu bencikah kamu padaku hanya karena kesalah fahaman ini? Sampai kamu tidak Sudi melihat wajahku?" Adara berkata dalam hati, sungguh hatinya terasa sakit melihat perlakuan Arsen padanya yang masih tetap sama saja
Tadinya Adara sangat berharap bahwa setelah kejadian ini Arsen akan berubah dan kembali seperti semula menjadi seorang Arsen yang selalu bersikap sangat hangat kepadanya, namun semua itu hanyalah sebuah harapan belaka yang tidak terjadi di kenyataan nya.
Tidak, bukan Adara bermaksud ingin Arsen celaka dan mendapat hukuman supaya bisa merenungi kesalahan nya, tentu saja tidak! Tapi apa salahnya jika Adara hanya berharap yang terbaik pada Arsen demi rumah tangganya? Tidak ada salahnya bukan?
"Arsen" ucap Adara pelan memegangi tangan Arsen
Arsen diam tak menjawab namun juga tak menepiskan tangan nya seperti biasanya, ia diam membiarkan Adara melakukan apapun
"Aku minta maaf, maafin aku udah ngebantah semua perintah kamu, maafin aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu, maafin aku--" tangisan Adara pecah, ia terus menangis sembari menciumi tangan Arsen berkali-kali
Arsen yang sedari tadi memalingkan wajahnya dari Adara juga ikut menitikan air matanya namun buru-buru ia hapus sebelum terlihat oleh Adara
Adara yang sudah merasa lelah menangis pun melepas kan genggaman tangan Arsen "Arsen, kamu harus makan dulu sebentar lagi minum obat"
"Engga usah" kata Arsen
"Harus supaya kamu cepat sembuh, ayo duduk dulu" Adara hendak membantu Arsen duduk namun Arsen malah menepisnya
"Sudah ku bilang ngga usah, berati aku memang engga mau kenapa kamu maksa!" Kata Arsen setengah ngebentak
"Pokoknya kamu harus makan dulu" Adara mendekatkan sesuap bubur ke mulut Arsen
"Kalo aku bilang engga mau ya engga mau, kamu jangan ngelunjak!" Teriak Arsen
"Ya udah kalo kamu maksa tetep engga mau, bakal aku laporin ke ayah Aryo" ancam Adara, Adara tahu bahwa Arsen akan takut jika di ancam berkaitan dengan ayahnya
"Laporkan lah kalo emang kamu berani" tantang Arsen
"Wah kamu nantang ya ngeremehin aku, oke tunggu bentar" Adara mengambil ponselnya kemudian mencari nomer hp mertuanya ia mempersiapkan jari telunjuknya untuk menekan tombol panggilan "oke ni, satuuu.. duaa... Tiii--"
"Iya aku makan" ucap Arsen kesal karena lagi-lagi ia selalu kalah telak dengan Adara
__ADS_1
Adara tertawa di dalam hatinya melihat wajah suaminya yang terlihat kesal "nah gitu dong dari tadi kan enak biar cepet"
"Cepatlah!" Tegas Arsen
Adara langsung menyuapkan bubur ke mulut Arsen, sesuap demi sesuap sampai akhirnya bubur itu habis tak tersisa di mangkok, saat menyuapi Arsen, Adara teringat dulu saat Arsen juga melakukan hal yang seperti ini padanya saat ia sakit "kapan kamu bisa mempercayai semua ini Arsen" ucap Adara dalam hati dengan tersenyum getir
"Hei apa kamu tidak dengar? Aku ingin minum!" Bentak Arsen
"Ah iya maaf, ini" Adara menyerahkan segelas air pada Arsen dan beberapa butir obat untuk Arsen minum
"Kamu ini sangat tidak becus sekali, kerjaan nya hanya melamun saja" cibir Arsen
"Maaf" kata itu yang hanya bisa Adara lontarkan
"Maaf maaf, Sekarang kamu keluarlah, aku butuh istirahat, aku tidak bisa istirahat dengan tenang kalo kamu masih ada disini"
"Iya aku keluar" ucap Adara ketus, ia pun keluar dari dalam ruangan Arsen, hati dan telinga nya sangat terasa panas mendengar bentakan dan cibiran Arsen, padahal Adara sudah melakukan apapun yang Arsen minta dengan sebaik mungkin tapi tetap saja sikapnya masih selalu salah Dimata Arsen
...
Sementara itu di lain tempat, ketiga kawan Arsen yaitu Reza Zico dan Alex sedang menyelidiki kasus penculikan Adara, mereka datang ke tempat lokasi Adara di culik yang semalam sudah Adara katakan alamatnya
"Za, Lo yakin ini tempatnya?" Tanya Alex
"Gue yakin Lex, semalem Adara bilang sama gue lokasinya disini" jawab Reza
"Yang engga masuk akal itu Lo Zi! Serame apapun tempat pasti akan sepi pada waktunya kan. Nah Adara juga semalem bilang sama gue waktu kejadian itu tempat ini lagi sepi" jelas Reza
"Terserah Lo deh Za"
"Udah ayo ikuti gue, kita cari cctv di tempat ini, gue yakin pasti tempat ini ada cctv nya" Reza berjalan terlebih dahulu mengelilingi tempat itu untuk mencari keberadaan cctv
Begitu juga dengan Zico dan Alex, kemudian mereka berpencar
Setelah cukup lamaa mereka mencari keberadaan cctv yang mereka butuhkan akhirnya cctv nya berhasil di temukan oleh Alex, cctv di tempat itu di simpan tertutup makanya tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan cctv di sana
"Penculik ***** kalo mau nyulik liat-liat dulu tempat yang jelas ***** jangan karena sepi main sikat aja padahal kan ada cctv mengintai, haha" Reza tertawa menertawakan kebodohan para penculik Adara
"Cctv udah ketemu, sekarang apa yang harus kita lakukan za?" Tanya Zico
"Ya sekarang kita ke tempat rekaman cctv ini lah, Lo kok sekarang jadi lemot gini zi" Reza menepuk jidat Zico
"Sakit ****"
Sesampainya di tempat perekaman cctv
__ADS_1
"Bang gue mau minta tolong" kata Reza to the poin pada seorang laki-laki yang di duga sebagai pemegang rekaman cctv
"Minta tolong apa? Kalian siapa?" Tanya orang itu yang di ketahui bernama Rizki
"Abang orang yang megang rekaman cctv di jalan. xxx kan?" Reza balik bertanya
"Panggil gue Rizki, iya gue yang megang kenapa?"
"Gini bang.. maksud gue Rizki. Gue mau minta tolong sama Lo, tolong putarkan rekaman cctv beberapa bulan yang lalu tepatnya tanggal 13" kata Reza
"Ada apaan emang?" Tanya Rizki bingung
"Udah buruan bang, nanti Lo juga tau kalo udah liat" timpal Alex
"Woy udah gue bilang panggil gue Rizki bukan Abang, yaudah ayo masuk" Rizki mempersilahkan ketiga kawan Arsen itu masuk ke dalam ruangan nya
"Yang mana? Ini?"
"Coba Lo putar dulu Ki" perintah Reza
"Oke" Rizki langsung memutar rekaman yang di minta Reza
"Nah itu Adara kan" teriak Zico menunjuk pada monitor layar rekaman yang mana disana ada video Adara sedang berjalan sendirian dan di ikuti oleh seseorang tak di kenal di belakang nya
"Nah bener kan kata gue juga" Reza mencatat ciri-ciri orang yang mengikuti Adara itu pada buku kecil yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi
"Wah ada penculikan, kok gue engga tau ya" Rizki menggaruk rambutnya
"Coba Lo inget-inget pas hari itu tepat jam itu Lo lagi kemana dulu, sampe Lo engga ngeh" kata Alex
"Oh ya gue ingat Ini kan yang waktu mendung" ucap Rizki dan dijawab anggukan oleh ketiga orang itu "gue lagi disuruh angkat jemuran sama emak, hehe" Rizki menyengir
"Pantesan" kata ketiga kawanan itu kompak
"Eh stop dulu" Reza memerintahkan Rizki untuk mempause video yang masih berjalan disitu
"Zoom plat mobil itu" perintah Reza lagi dan Rizki melakukan nya
"Bagus" Reza kembali mencatat plat mobil itu di buku kecilnya
"Sekarang kita tinggal memastikan dan menyelidiki plat mobil dan orang gemuk ini" Reza tersenyum penuh misteri.
jangan lupa mampir juga ke novel baru author ya🤗
yang author beri judul : "The Secretary"
__ADS_1
di jamin ceritanya tak kalah seru sama cerita ini loh😍