My Bad Husband

My Bad Husband
Eps. 54 & Spesial Visual Arsen dan Adara


__ADS_3

Hallo guys spesial malam Minggu, author udah crazy up ni dengan bonus visualnya juga😍


Jangan lupa dukung terus authornya ya dengan cara like, komen dan vote supaya author makin semangat teruss😘


author juga ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada para readers author yang setia dan sudah memberikan dukungan pada author berupa vote, semoga kalian diberikan rezeki yang berlimpah, amin amin ya rabbal'alamiin 🙏🏻


Happy Reading❤️


Waktu terus berjalan dengan begitu cepat sampai tak terasa sudah melewati satu bulan lebih namun Arsen masih saja belum menemukan kepuasan di hatinya tentang perasaan Adara padanya, apa Adara benar-benar mencintainya atau hanya sebagai bentuk penghargaan padanya sebagai seorang suami dengan cara melayani nya dengan baik


"Apa yang harus aku lakukan?" Arsen bertanya pada dirinya sendiri sambil menatap pantulan dirinya yang ada pada cermin di kamar mandi itu


"Apa aku harus melakukan ini saja untuk membuktikan nya? Tapi bagaimana jika Adara marah padaku karena sudah dengan lancang menuntutnya dulu saja saat aku mencobanya dia diam tak berniat membalas apa karena dia tidak mencintaiku? Tapi jika aku tidak melakukan ini maka aku tidak akan pernah tau. Aaarrgghhhh, ini benar-benar membuatku stres" Arsen mengacak rambutnya dengan kasar


Arsen terus menatap pantulan dirinya di cermin untuk mencari keputusan dan jalan yang terbaik yang harus ia lakukan sampai terdengar suara teriakan Adara dari luar kamar mandi memanggilnya


"Arsen, kamu lagi apa sih di kamar mandi? Lama bangett, baik-baik aja kan sen?" tanya Adara sedikit khawatir karena Arsen terlalu lama berada di kamar mandi tidak seperti biasanya


"Iya Ra, aku baik-baik aja kok. Aku lagi gosok gigi" jawab Arsen


Adara membuang nafas nya lega


"Oke, keputusan yang kamu ambil udah bener sen, lakukan itu supaya kamu tau tentang perasaan istrimu dan tidak selalu membuatmu penasaran. Kamu pasti bisa!" Arsen berkata penuh keyakinan


Arsen menghidupkan kran air yang ada di depan nya kemudian ia membasuh wajah nya lalu menggosok gigi dan tak lupa pula mencuci kakinya, setelah selesai ia keluar dari kamar mandi melihat Adara di depan meja rias sedang membersihkan masker yang ia pakai


Arsen menghentikan jalan nya sejenak menatap ke arah Adara


"Aku pasti bisa!" Gumam Arsen dalam hatinya


Arsen melingkarkan tangan kekarnya pada perut langsing milik Adara


"Ish kamu ngagetin aja tau" kata Adara kaget

__ADS_1


"Hehehe, kamu wangi sekali Ra" Arsen menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Adara yang mana itu membuat Adara merasa kegelian


"Lepasin ih sen geli"


Arsen menegakan kembali wajahnya kemudian ia membalikkan tubuh Adara dan mencondongkan wajahnya pada wajah Adara yang membuat Adara memundurkan tubuhnya perlahan namun Arsen terus saja memajukan wajahnya hingga pinggang Adara tersentak pada meja rias yang berada di belakangnya, kemudian Arsen langsung mengangkat dagu Adara dan mencium bibir nya perlahan namun dalam, Adara mencoba memberontak dengan mendorong dan memukul dada Arsen tapi hasilnya nihil tenaga Arsen lebih kuat dari nya, Arsen malah menarik tangan Adara dan mengalungkan pada lehernya kemudian tangan kanan nya mendekap pinggang Adara kuat-kuat hingga lama kelamaan Adara pun ikut menikmati ciuman itu dan membalas ciuman Arsen. Arsen yang merasakan itu pun hatinya merasa sangat senang ternyata usahanya untuk membuktikan semua ini tak sia-sia kemudian ia melepaskan ciumannya memberi ruang pada adara untuk mengambil nafas


"Katakan kamu mencintaiku" kata Arsen sambil menatap lekat pada mata hitam Adara yang kedekatan nya hanya berjarak beberapa senti


Adara diam tak menjawab perkataan Arsen matanya pun sama menatap lekat pada mata Arsen


"come on honey, say that you really love me" ucap Arsen dengan suara beratnya


"A.. aku"


Arsen mengusap bibir Adara menggunakan jempolnya dan kembali menciumnya "lihatlah, ini bukti cintamu bukti bahwa kamu memang mencintaiku. Kamu sudah membuktikan sendiri dengan cara membalas ciumanku"


"Aku engga mau mengatakan bahwa aku mencintaimu karena aku engga mau ngecewain kamu, Aku bingung dengan perasaanku sendiri, sebelumnya aku engga pernah sekalipun merasakan rasanya jatuh cinta, aku engga tau jatuh cinta itu seperti apa, tapi yang aku rasakan. Aku merasa sangat nyaman berada di dekatmu" Adara berkata dengan sejujurnya


"Tidur yuk, udah malem" kata Arsen yang langsung dijawab anggukan oleh Adara


Adara berjalan ke arah pintu kamar


"Mau kemana Ra?" Tanya Arsen


"Mau tidur" jawab Adara


"Loh? Tidur dimana? Kan ini udah tempat tidur kamu" tanya Arsen semakin bingung


"Tidur di kamar sebelah, kalo tidur disini takut hamil" jawab Adara enteng


Arsen terkekeh "apa kamu takut aku melakukan sesuatu yang biasa dilakukan oleh pasangan suami istri?"


"Iya, tadi juga kamu udah nekat banget main sosor aja" ucap Adara ketus

__ADS_1


Arsen tertawa terbahak-bahak sambil mengacak gemas rambut Adara "Adara sayang, seperti yang udah aku bilang sebelumnya. Aku janjiii engga bakal melakukan itu sebelum kamu siap" kata Arsen tulus


Tidak bisa dipungkiri perkataan Arsen yang terdengar tulus barusan membuat Adara luluh, kemudian Adara pun naik ke atas kasur membenarkan posisi bantal dan menarik selimut, Arsen pun melakukan hal yang sama


"Ra, kapan kamu mau memanggilku dengan sebutan mas?" Tanya Arsen, dengan tangan nya yang memeluk pinggang Adara erat


"Emmm, nanti kalo kita udah punya anak, gimana?" Jawab Adara malu-malu


"Waah masih lama engga yaaa" kata Arsen tak sabaran


"Do'akan aja semoga engga terlalu lama" tangan Adara memainkan kancing piyama yang di pakai oleh Arsen


"Aamiin, ya udah yuk bobo ah udah malem, engga baik terlalu banyak ngobrol sebelum tidur" Arsen mengusap rambut Adara kemudian ia mencium kening Adara dengan lembut dan lama


"Selamat malam istriku" ucap Arsen


Tak lama setelah mengucapkan selamat malam untuk istrinya, Arsen sudah tertidur pulas sebelum Adara membalas ucapan nya


"Dasar monster serem, bisa-bisanya kamu tidur duluan disaat aku engga bisa tidur gara-gara jantungku olahraga akibat ulah kamu, huh" gumam Adara, kemudian ia memilih memandangi wajah tampan Arsen "orang tampan minus akhlaq" Adara terkikik mengingat perkataan nya dulu saat pertama kali berkenalan dengan Arsen


Kemudian Adara pun ikut tertidur menyusul Arsen ke dunia mimpi setelah sebelumnya ia mengecup singkat pipi Arsen.


Arsenio Pratama



Adara Fradella



Arsen Dan Adara


__ADS_1


__ADS_2