My Bad Husband

My Bad Husband
Eps. 33


__ADS_3

"aduhh gimana yaa, aku harus bilang gimana sama Arsen aku harus izin gimanaa" gumam Adara berbicara pada dirinya sendiri


saat ini Adara sedang dalam perjalanan pulang dari kampus menuju rumahnya bersama Arsen sesuai janji sebelumnya Arsen akan selalu pulang pergi dari kampus bersama, di belakang Arsen Adara sedang bingung memikirkan bagaimana cara ia meminta izin kepada Arsen bahwa ia akan bertemu dengan Fahri


sesampainya di rumah


"hei Daraa, kamu kenapa?" tanya Arsen


"emmm aku engga apa-apa kok" jawab Adara dengan senyum yang dipaksakan


"kalo engga mau senyum jangan dipaksain deh Ra, itu udah jelas wajah kamu di tekuk gitu dan kamu masih bilang engga apa-apa, kenapa sih hemm? ayo cerita sini, suamimu akan selalu sedia mendengar keluh kesahmu" Arsen memapah tubuh Adara mengajaknya untuk duduk di sofa


Adara tersenyum senang mendengar perkataan Arsen yang begitu lembut dan perhatian "engga ada masalah apa-apa kok beneran, sebenarnya sih aku cuma pingin minta izin sama kamu kalo aku sekarang harus ketemu sama temenku ada kepentingan sebentar aja" Adara langsung menundukkan kepalanya karena takut Arsen marah padanya


Arsen mengangkat dagu Adara "hei jangan menunduk gitu, kamu takut aku marah ya? aku engga akan pernah bisa marah sama orang yang aku sayangi ini, aku izinkan kamu kok silahkan temui teman kamu" kata Arsen sambil mencolek hidung Adara


Adara langsung kegirangan dan tanpa sadar ia memeluk Arsen dengan erat "makasihh Arsen makasih bangettt"


Arsen tersenyum senang ketika Adara memeluknya, tentu saja ia senang karena memeluk dan di peluk oleh Adara adalah sebuah impian nya. hahaha


"eiittss tapi jangan senang dulu, kan ada syaratnya dan aku masih belum ngasih tau syaratnya loh" ucap Arsen


Adara mengerutkan keningnya "syarat? apa itu?" tanya Adara


"jam 7 kamu harus sudah ada dirumah, kalo tidak, maka kamu akan dapat hukuman" Arsen tersenyum penuh misteri


"hukuman apa? tanya Adara yang sudah mulai was was


"hukumannya kamu harus tidur 1 kamar bareng sama aku" Arsen menaik turunkan alisnya dengan senyum jahil terpasang di wajah tampannya


mata Adara membulat sempurna "apaa??! tidur bareng? sama kamu? tidak tidak tidak"


"kenapa memangnya? aku kan suami kamu kita udah sah loh di mata hukum dan agama, engga akan dosa kok kalo kita tidur bareng" kata Arsen


"iya tapi aku tetep aja engga mau" tolak Adara

__ADS_1


"menolak keinginan suami itu dosa loh"


Pipi Adara berdesir malu, Adara langsung terdiam sejenak merenungi perkataan Arsen yang tidak sepenuhnya salah dan tidak pula sepenuhnya benar


Arsen tersenyum senang melihat pipi Adara yang bersemu merah seperti tomat, menggoda Adara baginya adalah suatu kebahagiaan


"engga engga, pokoknya aku pergi engga akan lama kok, sebelum jam 7 juga aku udah pulang pasti" ucap Adara yakin


"tapi aku berharap kamu pulang telat" kata Arsen masih dengan senyum jahilnya


"udah ah aku harus siap-siap dulu" Adara langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya guna menghindari Arsen yang terus saja menggoda nya yang mana membuat pipinya terasa panas


"hahahahahahha" Arsen tertawa terbahak-bahak saat Adara sudah masuk ke dalam kamarnya "haduhhh sakit perut gue, gadiss itu ck" Arsen menggelengkan kepalanya "benar-benar gadis yang polos"


beberapa menit kemudian...


Adara sudah selesai bersiap-siap nya kali ini ia mengenakan hijab pashmina berwarna hitam di padukan dengan blazer berwarna abu-abu yang mana membuat nya terlihat baby face


saat Adara keluar dari kamar ia melihat Arsen sedang anteng duduk menonton televisi sambil memakan cemilan yang ada di atas meja itu


Namun bukan menerima uluran tangan Adara, Arsen malah merogoh saku celana membuka dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan kemudian ia serahkan ke tangan Adara "nih" kata Arsen


Adara mengerutkan keningnya bingung kenapa Arsen malah memberinya uang


"ini apa?" tanya Adara padaa Arsen


"loh? ini uang lah, buat kamu, kamu minta uang jajan kan" jawab Arsen


Adara menepuk jidatnya "astaghfirullah Arsen, maksudku aku bukan minta uang, tapi aku mau salaman minta izin sama kamu, kaya gini" Adara mengambil tangan Kanan Arsen dan langsung mencium nya


Arsen yang melihat itu langsung takjub pada Adara, "istri yang Sholehah" kata Arsen pelan namun masih terdengar oleh Adara


Adara hanya terkekeh


"aku berangkat dulu ya assalamu'alaikum" ucap Adara dari depan pintu dan menghilang saat pintu sudah kembali ia tutup

__ADS_1


tak berapa lama Adara kembali membuka pintu dengan hanya menampakkan wajahnya saja "Arsen, jangan bilang kalo kamu engga bisa jawab salam" kata Adara dengan mata yang di sipitkan karena ia tak mendengar Arsen menjawab salamnya


"eh iya Wa'alaikumsalam Adara tunggu jangan pergi dulu" teriak Arsen dari dalam menyusul Adara


"ini uang nya tetep harus kamu ambil" Arsen menyerahkan uang yang tadi langsung ke tangan Adara


"eh jangan Arsen engga perlu, aku masih punya uang kok ini" Adara menolak


"aku engga menerima penolakan! uang ini kamu simpan dan ini uang dari aku yang harus kamu pake, ingat tugas suami menafkahi istri" kata Arsen


"tapi uangku masih banyak" Adara masih tetap menolak


"terima uang ini atau aku yang nganterin kamu ketemu temanmu?" Arsen tau betul kalo Adara pasti tidak akan mau jika ia yang mengantar


"iya deh iya aku terima uang nya" Adara pasrah


"good girl" kata Arsen


"yaudah aku berangkat dulu ya, sekali lagi assalamu'alaikum" ucap Adara sambil bergegas pergi


"wa'alaikumsalam, hati-hati dara, ingat pulang telat ya biar bisa bobo sama suami tampanmu" teriak Arsen dengan di iringi gelak tawanya


Jangan lupa VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


VOTE


Love you guys😘

__ADS_1


__ADS_2